Senin, 14 November 2011

Memutuskan Mengenakan Hearing Aid itu Tidak Mudah


Mungkin banyak yang mengira memutuskan mengenakan Alat Bantu Dengar semudah memutuskan untuk berkacamata ketika di vonis mengalami minus ataupun plus. Padahal tidak begitu bagi yang mengalaminya.

Ketika seseorang divonis mengalami gangguan dengar, pasti ada rasa tak menerima. Rasa berat hati mengakui bahwa indera pendengarannya telah terganggu. Lalu ketika disarankan untuk mengenakan Alat Bantu Dengar, itu butuh keputusan dan pemikiran lamaa sekali bahkan bisa bertahun-tahun.

Sayapun baru menyadari hal ini ketika menerima pesan baik lewat email ataupun message di Facebook yang menyatakan tak mudah memutuskan mengenakan alat bantu dengar (hearing aid). Selain tentunya masih berharap pendengarannya bisa pulih kembali juga ada rasa malu saat mengenakan alat yang bentuknya tak biasa itu.

Memang tak bisa disalahkan hal itu, sebab belajar menerima kehilangan tak semudah berkata-kata. Apa yang dikatakan belum tentu sama dengan yang dirasa.

Seseorang menuliskan email pada saya, berharap pendengarannya bisa pulih kembali.  Membuat saya teringat bagaimana saya dulu. Berikut kutipan emailnya.

Saya menggunakan alat bantu dengar sejak tahun 2000 ketika saya berumur 19 tahun,..
dimana ya mbak saya bisa browsing dan menemukan artikel hal hal yang berhubungan dengan "ketulian" ini.. ?
karena saya agak minder juga sampai sekarang msh menggunakan alat bantu dengar, dan terus berharap agar pendengaran saya pulih kembali..
-NN-

Saya memahami setiap kalimat yang dia tuliskan, saya memahami harapan untuk bisa lepas dari ABD. Karena saya pernah mengharapkan hal tersebut. Tetapi kemudian setelah saya mendapatkan fakta-fakta yang ada, akhirnya tersadar bahwa itu harapan semu.

Lalu haruskah menyerah saat menerima kenyataan yang ada?  JANGAN.
Jangan pernah menyerah. Kuatkan hati, yakinkan diri. Terkena gangguan dengar bukan berarti tamat sudah kehidupan. Dan meyakinkan bahwa harapan yang lain masih mungkin untuk di kejar.

Bagaimanapun penting untuk menerima kenyataan itu. Sebab dengan menerima terlebih dahulu baru bisa ada semangat untuk menggapai hal lain.
Jadi kalau ada yang mengganggap memutuskan mengenakan ABD sama dengan memutuskan berkacamata, salah bangeet. Karena berkacamata masih bisa bergaya dengan berbagai frame modis. Mengenakan Alat Bantu Dengar butuh rasa percaya diri yang besar saat orang lain melihatnya berbeda.

41 komentar:

  1. ambil nomer urut baca dulu ah..

    BalasHapus
  2. sabar ikhlas nrimo keputusan Gusti, itu mugkin yang akan menentukan kadar derajat kita. Bukan terletak pada lengkap kurangnya fungsi yang ada di tubuh kita..

    sekali lagi.. semangat mbak Yusnita. saya selalu disamping anda. eh di belakang, entahlah hehehe.. mendukung deh pokoknya

    BalasHapus
  3. mas lozz boleh di depan saya deh..
    jadi klo ada yang nabrak bisa jadi bemper hehe

    makasih looh mas Lozz..
    yaa saat ini memang lagi masa-masa sulit.

    BalasHapus
  4. Butuh percaya diri yang tinggi bagi pengguna ABD dan butuh waktu bagi orang lain untuk bisa menerimanya, atau untuk membiasakan diri dengan pemandangan tersebut. Maklum saja, karena ketidaktahuan mereka akan ABD.
    Semangat ya, Mbak :)

    BalasHapus
  5. @kakaakin: maka dari itu blog ini banyak bercerita tentang gangguan dengar. Dan saya tak akan segan mengenalkan diri kalau mengenakan ABD :)
    oh iya tak hanya yang mengenakan ABD saya, yang Cochlea Implan juga kok. Mereka juga harus pede mengenakan alat penghubungnya.

    BalasHapus
  6. Iya,mbak.. Saya pernah lihat ABD itu seperti apa. Macam2 ya bentuknya.. Kemarin lihatnya pas ke rumah sakit khusus THT.
    Senang membaca tulisan penuh semangat dari mbak..
    Oh ya, cochlea implan itu apa ya?
    *googling dong,mama rani... -___-"

    BalasHapus
  7. ternyata harus menerima dulu ya untuk bisa menggunakan ABD ini.

    BalasHapus
  8. Saya kira bukan cuma pengguna ABD yang harus mempersiapkan diri mengenakan sebuah alat asing di telinganya, tapi semua orang pun juga harus membiasakan diri melihat dan memperlakukan orang lain tetap sama, entah mereka menggunakan ABD atau tidak ^^

    semangat mbak Nita :)

    BalasHapus
  9. ya mendingan make alat bantu dari pada malah berbahaya.

    BalasHapus
  10. Innalillahi.. selamat jalan mbak Nita.. sekejap mengenal anda, tapi sungguh saya salut dan bangga dengan anda.. padahal baru semalam saya bercanda dengan anda di blog itu, sekarang..??

    selamat jalan mbak. Anda akan senantiasa kukenang

    BalasHapus
  11. Nita...
    Ini adalah journal terakhirmu yang sempet aku baca yaa...
    Tapi aku yaqin, bukan ini inspirasi terakhir yang mau kau sebarkan khan..?

    Selamat jalan Nita, damai disisinya, selamat karena sudah bisa menulis journal lagi di dinding-Nya...

    BalasHapus
  12. Mbak :(

    Anaz baca link ini sejak semalam di WB...
    Masya Allah...

    Semoga Allah melapangkan jalnmu, Mbak

    BalasHapus
  13. Innalilahi wa inna ilaihi rojiun...
    Turut berduka cita
    semoga Allah senantias menempatkan mbak di SisiNya..

    doa blogger untuk Mbak

    BalasHapus
  14. Semoga Allah Menempatkanmu di tempat yang terbaik Amin

    BalasHapus
  15. ini tulisan terakhir mba...:'( semoga menjadi amalan jariyah menuju JannahNya...

    BalasHapus
  16. bagaikan petir menjelang pagi saat kudengar kepergianmu. seakan tak percaya kenyataan ini. baru saja kemarin kau menulis.

    Terlintas ke anganku saat bersamamu. Sering kau lantunkan lagu yang sendu. Terkadang kau menangis tiada yang tahu. namun engkau tersenyum, kau simpan sendiri.

    Kini engkau telah pergi tinggalkan kita di sini menangis mengenang dirimu. Berjuta kenangan denganmu tak kan mungkin kulupakan, teriring do'aku untukmu. Kini semua tahu siapa dirimu, ketulusan hatimu pada semua insan yang tiada berdaya.

    Selamat jalan sahabatku, do'aku selalu untukmu semoga Tuhan menerimamu. Airmata berderai melepas kepergianmu. Yaa Alloh, ampunilah dosanya!

    Selamat jalan mbak nita!

    BalasHapus
  17. selamat jalan mbak..meski saya rasanya belum pernah ke sini.

    BalasHapus
  18. selamat jalan mbak nita,,, semoga dirimu tenang di sisi Allah SWT

    BalasHapus
  19. teriring Doa untukmu disurgaNYa..Allah lebih sayang sama Mba Nita...
    Terimakasih untuk semua tulisanmu yang mengispirasi terutama "Ternyata saya HOH" hasil dari ketemuan kita.
    -Selamat Jalan Mba Nita dari keluarga besar "SEHJIRA Foundation"-

    BalasHapus
  20. teriring Doa untukmu disurgaNYa..Allah lebih sayang sama Mba Nita...
    Terimakasih untuk semua tulisanmu yang mengispirasi terutama "Ternyata saya HOH" hasil dari ketemuan kita.
    -Selamat Jalan Mba Nita dari keluarga besar "SEHJIRA Foundation"-

    BalasHapus
  21. Innalillah...
    Dan komenkupun sempat dibalas...
    Semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Ta'ala...

    BalasHapus
  22. Masa Allah,...
    Innalilahi wainalilahi rojingun.

    Padahal baru beberapahari kemaren aku berkunjung disini tapi sekarng mba sudah tiasa.
    Selamat jalan mba Kami mendo,akan mu.

    BalasHapus
  23. innalilahi..
    semoga amal ibadah mbak selama hidup bisa melapangkan jalan mbak disana..
    insya Allah...

    BalasHapus
  24. fa amma inkaana minal muqarrabin fa rawhun wa rayhaanun wa jannaatun naa'im wa amma inkaana min ash-shaabil yamin fasalamullaka min ash-shaabil yamin.

    BalasHapus
  25. selamat jalan semoga diterima di sisi Allah dan diampuni segala khilaf dan dosanya

    BalasHapus
  26. semoga Allah memberimu pendengaran hebat di alam sana,berbahagialah di taman surgaNya ya ananda, sampai jumpa bila waktuku tiba, luuuuuv!

    BalasHapus
  27. dan yang masih sehat lah yg patut bersyukur juga menggunakan alat pendengeran dangan asebaik-baiknya.

    BalasHapus
  28. innalillahi wainnailaihi rojiunn..maaf mau tanya mbak nita kenapa ya meninggalnya?

    BalasHapus
  29. Innalilahi wainnailaihi rojiun. Semoga Mba mendapat tempat yang layak di sisi Allah. Ini kunjungan pertama saya, tapi Mba sudah membuat kesan yang dalam.
    Selamat jalan Mba, selamat bertemu Sang Maha Pencipta :)

    BalasHapus
  30. Innalillahi wa innailaihi rojiun...slamat jalan mbak...smoga dilapangkan kuburnya, diampuni segala dosa-dosanya. diterima segala amal ibadahnya....amiin

    BalasHapus
  31. Innalillahi wa innailaihi rojiun... maaf gak bisa mengantarkan kepergianmu sampai ke peristirahatan terakhir Nit.... aku baru denger semalem.... aku aminkan semua doa diatasku.... AMIN.... aku yakin Tuhan pasti udah nyediain tempat terindah untukmu.... Selamat jalan sahabat... :)

    BalasHapus
  32. Selamat jalan sahabat semoga kau menadapatkan tempat yang layak disisiNya.

    Semoga Ilmu dan semangat yang kau tabur dalam blog ini selalu berguna untuk kehidupan orang banyak.

    Selamat jalan doa kami menyertaimu.

    BalasHapus
  33. selamat jalan mba.. doa kami untukmu

    BalasHapus
  34. Selalu ada doa, selalu ada cinta ..

    BalasHapus
  35. Selamat jalan.. semoga diterima disisi-Nya.

    BalasHapus
  36. Allahumaghfirlaha warhamha wa'afiha wa'fuanha...
    selamat jalan febri, semoga mendapatkan tempat yang terbaik

    BalasHapus
  37. turut bela sungkawa kepada Keluarga, semoga Allah ampuni dosa dan terangkan kuburnya, dijaga hingga akhir jaman oleh NYA dan ditunjukkan surga bagi dirimya, Amin.

    BalasHapus
  38. semangat mbak. tuhan memberikan setiap manusia kelebihan dan kekurangannya masing2x. tinggal tergantung kita utk mensyukurinya. slm knl

    BalasHapus

  © Free Blogger Templates Autumn Leaves by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP