Selasa, 27 September 2011

Tipe Earmold Yang Saya Pakai

Sebagai pemakai Alat Bantu Dengar (Hearing Aid) setidaknya saya mengenal dua macam bahan earmold. Yaitu earmold berbahan keras dan lembut.

Earmold itu berupa cetakan lubang telinga, yang kemudian dihubungkan oleh sebuah selang kecil (tube) pada Alat Bantu Dengar (Hearing Aid) yang pakai.

Berikut jenis earmold yang pernah saya gunakan.

Earmold Tipe Keras.
Secara umum Earmold ini terlihat mengkilap. Biasanya berawarna Coklat.
Cetakan telinganya lebih mungil dan agak masuk kedalam.
Earmold ini bisa dibilang cukup awet. Hanya saja karena berbahan keras tentunya agak tak nyaman bila dikenakan oleh anak-anak. Sebab akan merasakan telinga tersumbat.

Rabu, 14 September 2011

Kenalkan, Aku Bernafon Hearing Aid yang Kelima

Hai..

Kenalkan namaku Bernafon.
Tubuhku mungil, kecil dan berwarna coklat. Nomor seriku Win 112 dan aku hidup dengan menggunakan baterai pipih nomor 13.

Aku adalah Alat Bantu Dengar (hearing aid) Nita yang kelima. Sudah sebulan lebih aku bersamanya. Aku berada di telinga kanan Nita.

Sebelum bertemu denganku, Nita hanya mengenakan satu Alat Bantu Dengar (hearing aid) yaitu Astral yang ada di telinga kirinya. Sebetulnya Nita harus mengenakan dua Alat Bantu Dengar (hearing aid), agar pendengarannya seimbang. Tetapi apa mau dikata Dana II yang menemaninya selama 9 tahun akhirnya tak kuat lagi. Tentunya ketika kehilangan Dana II, sedih sekali karena artinya suara yang di dengar berkurang.

Senin, 05 September 2011

Selamat Idul Fitri 1432 H

Sebagai manusia memang tak ada yang luput dari kesalahan. Tak pandang siapapun manusia itu. Entah apakah manusia itu sempurna secara fisik ataupun tidak. Semua sama..
Sama-sama Memiliki kesalah, khilaf yang mungkin tak disadarinya.
Sayapun begitu, walaupun secara fisik pendengaran ini terganggu, tentunya banyak memiliki kesalahan baik yang sengaja ataupun tidak.

Dalam ngeblog kentara sekali kalau saya masih kurang dalam blogwalking apalagi meninggalkan jejak. Seringkali begitu klik postingan orang lain, membacanya kemudian lupa meninggalkan jejak berupa komentar. Padahal dengan komentar maka orang tahu bahwa saya telah membaca tulisannya. Yaa mungkin memang harus lebih rajin menyapa lewat kolom komentar.

Jumat, 19 Agustus 2011

Berapa Harga Medengar?


Apabila yang didapatkan secara gratis itu harus dibayar, mau kau kau membayarnya?
Saya yakin banyak yang akan menjawab "TIDAK".
Sayapun akan menjawab begitu.

Tetapi apa mau dikata, ternyata untuk beberapa orang, yang gratis itu hanya bisa didapatkan dengan sejumlah uang. Itulah yang terjadi pada saya, orang yang mengalami keterbatasan dalam mendengar. Dimana harus mengenakan Alat Bantu Dengar(Hearing Aid) agar dapat mendengar suara dengan baik.

***

Secara umum, bila membicarakan Alat Bantu Dengar(Hearing Aid). Tentunya akan berbicara tentang harga. Sebab dengan mengetahui berapa harga Alat Bantu Dengar(Hearing Aid), akan mendapat perkiraan berapa uang yang harus disediakan untuk menebus alat tersebut.

Jumat, 05 Agustus 2011

Suara Azan terdengar Syahdu Ketika merasa kehilangan...

Pernahkah kau menyadari kawan, betapa syahdu sekali suara azan itu..


Dulu ketika telinga ini masih baik-baik saja, di usia anak-anak menganggap suara azan sebagai rutinitas saja. Artinya menaganggap azan yang didengar dari pengeras suara di mesjid biasa saja. Oh iya jarak mesjid di komplek rumah saya kurang lebih 200 meter.

Tetapi semua berubah.
Ketika suara azan hanya terdengar samar, tak lagi sekeras dulu yang biasa kudengar.
Akupun merasa kehilangan..
Kehilangan suara yang biasa rutin kudengar di jam-jam tertentu.
Terutama kala magrib

Kini suara azan hanya bisa terdengar jelas dari jauh apabila saya mengenakan hearing aid.
Suara Azan itu menjadi begitu bermakna ketika merasa kehilangan...
Suara Azan terdengar begitu syahdu di telinga ini.
Telinga yang kini di tempeli alat bantu dengar.

Rabu, 20 Juli 2011

Tahun Ajaran Baru bagi Orangtua Anak Gangguan Dengar

Tahun Ajaran Baru, merupakan saat merepotkan bagi banyak orangtua yang memiliki anak usia sekolah. Sebab di Tahun Ajaran Baru, orangtua biasanya sibuk mencari sekolah mana yang kiranya cocok untuk anaknya. Selain itu tentu saja soal biaya sekolah, dimana kiranya dapat terjangkau. Hal ini tentu saja menguras waktu, tenaga dan pikiran.

Sama seperti halnya orangtua lainnya. Orangtua anak gangguan dengar yang sudah masuk usia sekolah juga direpotkan hal serupa pada Tahun Ajaran Baru. Hanya saja kerepotan ini lebih menguras emosi dan membutuhkan kesabaran yang super ekstra dalam mencari sekolah bagi anaknya yang mengalami gangguan dengar.

  © Free Blogger Templates Autumn Leaves by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP