<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553</id><updated>2012-01-19T23:15:35.154+07:00</updated><category term='ATR (Anak Tuna Rungu)'/><category term='Gangguan Dengar'/><category term='Ceritaku'/><category term='#BerkatNgeblog'/><category term='Parent Support'/><category term='#xlcontest'/><category term='Hearing Aid (Alat Bantu Dengar)'/><category term='#bloggership'/><category term='Opini'/><category term='lainnya'/><category term='#pb2010'/><title type='text'>Jadikan kekuranganmu untuk maju</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>91</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-4986427764338182752</id><published>2011-11-14T22:29:00.001+07:00</published><updated>2011-11-14T22:44:56.484+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gangguan Dengar'/><title type='text'>Memutuskan Mengenakan Hearing Aid itu Tidak Mudah</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Mungkin banyak yang mengira memutuskan mengenakan Alat Bantu Dengar semudah memutuskan untuk berkacamata ketika di vonis mengalami minus ataupun plus. Padahal tidak begitu bagi yang mengalaminya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seseorang divonis mengalami gangguan dengar, pasti ada rasa tak menerima. Rasa berat hati mengakui bahwa indera pendengarannya telah terganggu. Lalu ketika disarankan untuk mengenakan Alat Bantu Dengar, itu butuh keputusan dan pemikiran lamaa sekali bahkan bisa bertahun-tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayapun baru menyadari hal ini ketika menerima pesan baik lewat email ataupun message di Facebook yang menyatakan tak mudah memutuskan mengenakan alat bantu dengar (hearing aid). Selain tentunya masih berharap pendengarannya bisa pulih kembali juga ada rasa malu saat mengenakan alat yang bentuknya tak biasa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tak bisa disalahkan hal itu, sebab belajar menerima kehilangan tak semudah berkata-kata. Apa yang dikatakan belum tentu sama dengan yang dirasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Seseorang menuliskan email pada saya, berharap pendengarannya bisa pulih kembali.&amp;nbsp; Membuat saya teringat bagaimana saya dulu. Berikut kutipan emailnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;Saya menggunakan alat bantu dengar sejak tahun 2000 ketika saya berumur 19 tahun,.. &lt;br /&gt;dimana ya mbak saya bisa browsing dan menemukan artikel hal hal yang berhubungan dengan "ketulian" ini.. ?&lt;br /&gt;karena saya agak minder juga sampai sekarang msh menggunakan alat bantu dengar, dan terus berharap agar pendengaran saya pulih kembali..&lt;br /&gt;-NN-&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Saya memahami setiap kalimat yang dia tuliskan, saya memahami harapan untuk bisa lepas dari ABD. Karena saya pernah mengharapkan hal tersebut. Tetapi kemudian setelah saya mendapatkan fakta-fakta yang ada, akhirnya tersadar bahwa itu harapan semu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu haruskah menyerah saat menerima kenyataan yang ada?&amp;nbsp; JANGAN. &lt;br /&gt;Jangan pernah menyerah. Kuatkan hati, yakinkan diri. Terkena gangguan dengar bukan berarti tamat sudah kehidupan. Dan meyakinkan bahwa harapan yang lain masih mungkin untuk di kejar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun penting untuk menerima kenyataan itu. Sebab dengan menerima terlebih dahulu baru bisa ada semangat untuk menggapai hal lain.&lt;br /&gt;Jadi kalau ada yang mengganggap memutuskan mengenakan ABD sama dengan memutuskan berkacamata, salah bangeet. Karena berkacamata masih bisa bergaya dengan berbagai frame modis. Mengenakan Alat Bantu Dengar butuh rasa percaya diri yang besar saat orang lain melihatnya berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-4986427764338182752?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/4986427764338182752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/11/memutuskan-mengenakan-hearing-aid-itu.html#comment-form' title='41 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/4986427764338182752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/4986427764338182752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/11/memutuskan-mengenakan-hearing-aid-itu.html' title='Memutuskan Mengenakan Hearing Aid itu Tidak Mudah'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>41</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-8716962619645289663</id><published>2011-11-01T23:18:00.000+07:00</published><updated>2011-11-03T00:41:19.592+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Tetap Berkomunikasi Secara Verbal</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.fablevision.com/education/clipart/iTalk.gif" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://www.fablevision.com/education/clipart/iTalk.gif" width="185" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Adalah hal yang umum tentang anggapan terhambatnya komunikasi secara verbal (berkata-kata) bagi orang yang mengalami gangguan dengar. Sebab banyak orang menganggap bila terkena gangguan dengar akan sulit berkomunikasi secara verbal (berkata-kata).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okelah mungkin saja anggapan ini karena banyak tunarungu yang kesulitan dalam mengungkapkan kata-kata. Hal ini dimaklumi dengan keterbatasan kosa kata yang mereka ketahui. Akan tetapi bila mengalami gangguan dengar saja rasanya komunikasi masih bisa dilakukan secara verbal (berkata-kata).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadangkala bila saya berkenalan dengan orang baru, dan saya mengatakan kalau saya mengenakan Alat Bantu Dengar (hearing aid). Akan timbul pertanyaan pertama dari mereka seperti.&lt;br /&gt;&lt;i style="color: #741b47;"&gt;&lt;b&gt;“Kamu tetap berbicara dengan normal kan?”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya tentu saja apakah saya tetap berbicara dengan berkata-kata. Saya tahu pertanyaan ini mungkin untuk mengatisipasi agar mereka mungkin lebih menggunakan bahasa tulisan ketimbang berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Biasanya akan saya jawab. &lt;br /&gt;&lt;i style="color: #274e13;"&gt;&lt;b&gt;“Saya tetap bisa berbicara, hanya saja mungkin dalam mendengar ada beberapa kata yang sulit saya tangkap. Jadi saya rasa tak masalah berbicara sebagaimana biasanya”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tak dipungkiri, hingga saat ini (terutama di Indonesia), orang beranggapan terkena gangguan dengar artinya komunikasi tak lagi sama seperti orang lain. Padahal tidak begitu, bilamana saat terkena gangguan dengar seseorang itu sudah terbiasa berkomunikasi secara verbal, maka ia akan terus berkomunikasi sebagaimana biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah menyenangkan bila berkenalan dengan orang baru. Mendapat kesempatan yang sama dengan orang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja anggapan bahwa tidak bisa berkomunikasi dua arah, seringkali membuat orang dengan gangguan dengar terhambat untuk memperoleh kesempatan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hidup dan tinggal di Indonesia, dimana di negara ini mau tau mau, suka ataupun tidak sebagai minoritas harus menyesuaikan dengan keadaan dalam berkomunikasi. Artinya saya tetap berkomunikasi secara verbal. Ini akan lain ceritanya bila saya tinggal di Negara maju, yang memaklumi bahwa ada penggunaan bahasa lain (bahasa isyarat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mengapa berbicara dan mendengar setidaknya menjadi suatu keharusan untuk saya.&lt;br /&gt;Karena kemana-mana saya sendiri, dan tentunya harus lebih berani untuk membuka komunikasi dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dituliskan sekedar share&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*sumber gambar&amp;nbsp; &lt;a href="http://www.michellehenry.fr/say.htm"&gt;http://www.michellehenry.fr/say.htm&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-8716962619645289663?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/8716962619645289663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/11/tetap-berkomunikasi-secara-verbal.html#comment-form' title='17 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/8716962619645289663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/8716962619645289663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/11/tetap-berkomunikasi-secara-verbal.html' title='Tetap Berkomunikasi Secara Verbal'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-2739200881185726928</id><published>2011-10-27T22:47:00.002+07:00</published><updated>2011-11-15T20:01:33.311+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#BerkatNgeblog'/><title type='text'>Berkat Ngeblog, Berani Menebar Semangat</title><content type='html'>Mengalami gangguan dengar memang bukan sesuatu yang istimewa, bahkan bukan hal yang patut di banggakan. Apalah pentingnya membanggakan gangguan dengar yang ada ini. Saya tak pernah memungkiri di lubuk hati yang paling dalam sebetulnya tak ada keinginan memiliki gangguan dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi bila memang takdir berkata lain dan memang gangguan dengar ini harus bersama saya. Haruskan saya menolak apa yang sudah di gariskan. Maka tak ada cara selain menerima, berdamai dan mengerti bahwa mengalami gangguan dengar tak seburuk apa yang dipikirkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dari rasa menerima itulah akhirnya muncul untuk untuk bisa berbagi dengan orang lain. Saya gunakan media blog dalam berbagi. Alasannya mudah saja, melalui media tulisan lebih mudah dipahami oleh yang membaca.&amp;nbsp; Untuk itulah saya ngeblog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mudah memang menuliskan semua itu di blog untuk dibaca secara umum. Butuh keberanian besar untuk mengakui bahwa saya adalah seorang dengan gangguan dengar dan dalam keseharian mengenakan Alat Bantu Dengar (Hearing Aid) dalam berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui media blog saya mengenalkan apa itu gangguan dengar, bagaimana orang yang terkena gangguan dengar dan stigma-stigma buruk tentang gangguan dengar. Saya jelaskan dengan apa yang saya ketahui dan tentunya dengan bahasa yang sederhana. Agar orang lain tahu gangguan dengar tidaklah seburuk yang mereka kira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dulu orang berpikir tuli berarti bisu. Akan tetapi sekarang hal itu tak belaku lagi. Sebab dengan kemajuan teknologi yang ada seorang anak cukuplah menjadi tuli saja tetapi tak lagi menjadi bisu. Tuli apabila masih ada sisa suara masih bisa dibantu dengan Alat Bantu Dengar (Hearing Aid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun sudah saya ngeblog, apa yang saya dapat dari tulis menulis tersebut. &lt;br /&gt;Bila di ukur dari segi materi memang tak banyak. Tetapi bila yang dapat dari non materi itu semua berlimpah yang sudah saya dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa senangnya saya ketika menerima email dari orang lain yang ternyata memiliki gangguan dengar dan merasa yang saya tuliskan turut mewakili apa yang dirasakannya. Lalu betapa senangnya saya ketika melihat orang tergerak membantu kenalannya seorang anak yang mengalami gangguan dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang tak saya lupakan terjadi tahun lalu di Pesta Blogger 2010. Dimana saya meraih juara 3 dalam writing contest. Saya bangga sebab yang tulisan yang saya sertakan dalam writing contest adalah tentang saya dan anak-anak yang terlahir mengalami gangguan dengar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya semakin bersemangat menyuarakan tentang gangguan dengar. Mengabarkan bahwa tidaklah buruk mengakui mengalami gangguan dengar. Karena saya masih bisa beraktifitas sama seperti yang lain, berkomunikasi secara verbal. Hanya saja yang membedakan saya memelukan Alat Bantu Dengar (Hearing Aid) untuk bisa berkomunikasi dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Ngeblog saya berbagi semangat kepada dunia dan mengatakan&lt;br /&gt;“Haiii duniaa.. mengalami gangguan dengar bukanlah hal yang buruk.. Tetap Semangaat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #783f04;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tak perlu menunggu kaya..&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #783f04;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tak perlu menjadi hebat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #783f04;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Untuk bisa sekedar berbagi..&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="color: #783f04;"&gt;Mari tebarkan semangat lewat ngeblog&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: magenta; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Selamat Hari Blogger Nasional&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: magenta; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Mari Tebarkan Semangat dan Kebaikan Melalui Blog..&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*tulisan ini dikutkan dalam rangka memperingati hari Blogger Nasional di &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.onoffid.org/bahasa-indonesia-berkat-ngeblog-%E2%80%93-hari-blogger-nasional-2011/?lang=id"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-2739200881185726928?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/2739200881185726928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/10/berkat-ngeblog-berani-menebar-semangat.html#comment-form' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/2739200881185726928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/2739200881185726928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/10/berkat-ngeblog-berani-menebar-semangat.html' title='Berkat Ngeblog, Berani Menebar Semangat'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-1732450182920055525</id><published>2011-10-09T23:08:00.001+07:00</published><updated>2011-10-09T23:17:22.615+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hearing Aid (Alat Bantu Dengar)'/><title type='text'>Hasil Cetak Ulang Earmold Kiri</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Sabtu 8 Oktober 2011.&lt;br /&gt;Ketika baru saja menerima hasil cetakan earmold dan menyambungkannya ke hearing aid. Saya kemudian menuliskan status ini di twitter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-u-NwStg8iMo/TpHBqdw8sLI/AAAAAAAAAf0/yDk2sfWMhlk/s1600/twet810.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-u-NwStg8iMo/TpHBqdw8sLI/AAAAAAAAAf0/yDk2sfWMhlk/s1600/twet810.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;tulisan status itu: &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;"tak ada yang sempurna. Bahkan hasil cetakan earmold sekalipun #hearingaid "&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang saya tuliskan di status twitter saat melihat hasil cetakan earmold untuk telinga kiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Earmold itu berwarna putih, lain dengan permintaan saya yang untuk mencetak agak buram sedikit seperti earmold yang kanan. &lt;br /&gt;Ketika diperhatikan dengan seksama, telihat jelas ada gelembung udara yang tak keluar. Bentuknya seperti balon kecil. Memang sih tak begitu kentara, hanya terlihat ketika earmold itu di lihat di tempat yang agak terang. Kesannya jadi tak rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti ini earmold untuk telinga kiri yang baru..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-QXc21bmJHVA/TpHC9GItakI/AAAAAAAAAf4/KEsrpDvuWM0/s1600/IMG_0113.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="157" src="http://3.bp.blogspot.com/-QXc21bmJHVA/TpHC9GItakI/AAAAAAAAAf4/KEsrpDvuWM0/s200/IMG_0113.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;hasil cetakan earmold dan hearing aid kiri&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Ketika mencetak saya minta, agar tidak terlalu masuk ke sela telinga. Agar daun telinga saya tak terluka akibat gesekan dengan karet earmold. Sebab bila terluka rasanya jadi nyut-nyutan. Dan membuat saya malas mengenakan hearing aid yang kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal pendengaran telinga kiri saya masih lebih baik ketimbang yang kanan. Itulah mengapa telinga kiri harus mengenakan hearing aid dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginilah penampakan earmold yang kiri ketika saya kenakan. Sengaja potongan selangnya saya buat agak pajang sedikit dari yang sebelumnya. Ini untuk memberi rasa nyaman..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-l-Xsuy8iBh0/TpHEaIHW3FI/AAAAAAAAAf8/2R9WGiXZkxE/s1600/IMG_0182.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="158" src="http://3.bp.blogspot.com/-l-Xsuy8iBh0/TpHEaIHW3FI/AAAAAAAAAf8/2R9WGiXZkxE/s200/IMG_0182.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;telinga kiri dan earmold yang baru&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Mudah-mudahan earmold untuk telinga kiri ini baik-baik saja dan bisa bertahan setahun untuk kemudian di cetak kembali. Sebab biaya mencetak lumayan juga yaitu sebesar RP.85.000,-&amp;nbsp; (Jakarta sekitarnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-1732450182920055525?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/1732450182920055525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/10/hasil-cetak-ulang-earmold-kiri.html#comment-form' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/1732450182920055525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/1732450182920055525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/10/hasil-cetak-ulang-earmold-kiri.html' title='Hasil Cetak Ulang Earmold Kiri'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-u-NwStg8iMo/TpHBqdw8sLI/AAAAAAAAAf0/yDk2sfWMhlk/s72-c/twet810.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total><georss:featurename>Jalan Caraka Buana, Pondok Aren, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.250537 106.739224</georss:point><georss:box>-6.254483 106.73428849999999 -6.246591 106.7441595</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-6808557868000479931</id><published>2011-10-03T00:50:00.000+07:00</published><updated>2011-10-03T00:50:55.543+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hearing Aid (Alat Bantu Dengar)'/><title type='text'>Cetak Ulang Earmold kiri</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Kenyamanan dalam mengenakan Alat Bantu Dengar (Hearing Aid) itu penting sekali. Itulah mengapa saya yang kalem, bisa begitu cerewet bila sudah menyangkut soal telinga dan Alat Bantu Dengar (Hearing Aid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelajaran IPA Biologi tentunya pernah belajar mengenai struktur telinga. Dimana telinga itu memiliki 3 bagian yaitu Telinga Luar, Telinga Tengah dan Telinga Dalam. Tulisan ini bukan untuk membahsa mengenai struktur telinga, tetapi sekedar sharing apa yang&amp;nbsp; saya rasakan beberapa minggu ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah dua minggu ini daun telinga kiri saya sakit rasanya.&lt;br /&gt;Bukan karena gangguan dengar. Tetapi karena earmold yang tak lagi nyaman dikenakan. Akibatnya saya jadi tak betah mengenakan Alat Bantu Dengar (Hearing Aid) yang kiri.&lt;br /&gt;Seperti apa sih penampakan telinga saat mengenakan earmold tipe full.&lt;br /&gt;Yuk saya perlihatkan gambarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-vCN6phc7YUQ/ToihflDrfpI/AAAAAAAAAfo/TFtMxg3nqLk/s1600/abd_kanan.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="172" src="http://1.bp.blogspot.com/-vCN6phc7YUQ/ToihflDrfpI/AAAAAAAAAfo/TFtMxg3nqLk/s200/abd_kanan.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Telingan Kanan dan earmodnya&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk telinga kanan, tak ada masalah dengan earmoldnya. Karena masih baru di cetak bulan agustus lalu, berbarengan dengan pergantian Alat Bantu Dengar (Hearing Aid) yang kelima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-mvYXRAaaD20/ToiiKKh3cRI/AAAAAAAAAfs/X0rZI_alTrk/s1600/abd_kiri.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="168" src="http://4.bp.blogspot.com/-mvYXRAaaD20/ToiiKKh3cRI/AAAAAAAAAfs/X0rZI_alTrk/s200/abd_kiri.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Telinga Kiri dan earmoldnya&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan earmold kiri, sudah agak lama juga saya gunakan. Memang belum sampai setahun. Karena earmold ini berbahan karet silicon, tentu saja karetnya tak lagi nyaman. &lt;br /&gt;Memang bila dilihat dari luar, earmold ini masih bagus. Akan tetapi untuk saya yang mengenakannya ada rasa tak nyaman akibat bagian sela telinga saya rasanya seperti tergencet. Untuk lebih jelasnya lihat tanda panah merah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ysbuOEn4ddE/Toiiez2O8cI/AAAAAAAAAfw/gevEHa7eOFc/s1600/earmold_bikin+sakit.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-ysbuOEn4ddE/Toiiez2O8cI/AAAAAAAAAfw/gevEHa7eOFc/s200/earmold_bikin+sakit.jpg" width="193" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian itulah biasanya masalah yang terjadi pada saya ketika mengenakan earmold tipe full yang menutupi seluruh lubang telinga. Jadi tentu saja saya harus rajin menceknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahirnya hari Sabtu lalu, tanggal 1 Oktober 2011, saya melakukan cetak ulang earmold untuk telinga kiri. Dimana telinga kiri saya dibuatkan cetakannya. untuk kemudian di cetak earmold baru. Prosesnya memakan waktu seminggu. Mudah-mudahan minggu depan earmold kiri sudah jadi dan bisa saya pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-6808557868000479931?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/6808557868000479931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/10/cetak-ulang-earmold-kiri.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/6808557868000479931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/6808557868000479931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/10/cetak-ulang-earmold-kiri.html' title='Cetak Ulang Earmold kiri'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-vCN6phc7YUQ/ToihflDrfpI/AAAAAAAAAfo/TFtMxg3nqLk/s72-c/abd_kanan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total><georss:featurename>Jalan Caraka Buana, Pondok Aren, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.250537 106.739224</georss:point><georss:box>-6.252509999999999 106.7367565 -6.248564 106.74169149999999</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-4002321506076460628</id><published>2011-09-27T23:41:00.002+07:00</published><updated>2011-09-27T23:41:49.735+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hearing Aid (Alat Bantu Dengar)'/><title type='text'>Tipe Earmold Yang Saya Pakai</title><content type='html'>Sebagai pemakai Alat Bantu Dengar (Hearing Aid) setidaknya saya mengenal dua macam bahan earmold. Yaitu earmold berbahan keras dan lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Earmold itu berupa cetakan lubang telinga, yang kemudian dihubungkan oleh sebuah selang kecil (tube) pada Alat Bantu Dengar (Hearing Aid) yang pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut jenis earmold yang pernah saya gunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Earmold Tipe Keras.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Secara umum Earmold ini terlihat mengkilap. Biasanya berawarna Coklat.&lt;br /&gt;Cetakan telinganya lebih mungil dan agak masuk kedalam.&lt;br /&gt;Earmold ini bisa dibilang cukup awet. Hanya saja karena berbahan keras tentunya agak tak nyaman bila dikenakan oleh anak-anak. Sebab akan merasakan telinga tersumbat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selain itu karena anak-anak mengalami masa pertumbuhan maka earmold ini tentunya akan terasa longgar dan menimbulkan feedback, seiring makin besarnya anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk earmold tipe ini saat service cukup selang (tube)nya saja yang diganti. Earmold ini juga tidak akan terlihat kotor karena mudah bersihkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://multiply.com/mu/nitafebri/image/8LinB2qEb1zu5rT7OYxrAw/photos/1M/300x300/1733/earmold-keras.jpg?et=i5deBylVFzWClyJ%2CTa70AA&amp;amp;nmid=0" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://multiply.com/mu/nitafebri/image/8LinB2qEb1zu5rT7OYxrAw/photos/1M/300x300/1733/earmold-keras.jpg?et=i5deBylVFzWClyJ%2CTa70AA&amp;amp;nmid=0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Earmold Tipe Keras kanan dan kiri&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Earmold ini saya kenakan saat tahun 90an. Saat ini sudah jarang saya lihat earmold tipe seperti ini. &lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Earmold Tipe Lembut&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Earmold ini secara umum berbahan karet silicon. Dicetak full menutupi telinga.&lt;br /&gt;Sehingga pemakaiannya tak semudah earmold kecil, tetapi harus benar-benar pas saat dikaitkan. Agar tak timbul suara feedback.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Earmold ini memiliki variasi warna dalam cetakannya, artinya bisa dicetak sesuai warna yang dimaui. Biasanya ada bening, biru, pink, kuning. cocok untuk anak-anak yang menyukai warna ceria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja earmold tipe lembut ini, lama kelamaan akan terlihat kotor sebab berbahan karet silicon. Sehingga perlu dicetak ulang. Cetak ulang bisa setahun sekali. Untuk anak-anak rasanya tak masalah karena anak-anak mengalami pertumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://multiply.com/mu/nitafebri/image/JzHtPuS04ib+2pCCVyjyLg/photos/1M/300x300/1734/earmold-karet.jpg?et=Q4VWEh%2CBXE8yuknPq1sAiQ&amp;amp;nmid=0" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://multiply.com/mu/nitafebri/image/JzHtPuS04ib+2pCCVyjyLg/photos/1M/300x300/1734/earmold-karet.jpg?et=Q4VWEh%2CBXE8yuknPq1sAiQ&amp;amp;nmid=0" width="138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Earmold Tipe Lembut&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Earmold mana yang saya kenakan saat ini?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini saya mengenakan earmold berbahan lembut. Ini karena saya merasa lebih nyaman. Sebab dalam penggunaan Alat Bantu Dengar (Hearing Aid) saya lebih mengutamakan rasa nyaman. Agar bisa bertahan lama mengenakan selama seharian penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-4002321506076460628?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/4002321506076460628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/09/tipe-earmold-yang-saya-pakai.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/4002321506076460628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/4002321506076460628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/09/tipe-earmold-yang-saya-pakai.html' title='Tipe Earmold Yang Saya Pakai'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total><georss:featurename>Pondok Aren, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.266507 106.719417</georss:point><georss:box>-6.2980745 106.679935 -6.234939499999999 106.75889900000001</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-486798909101942440</id><published>2011-09-14T21:08:00.001+07:00</published><updated>2011-09-18T20:09:22.105+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hearing Aid (Alat Bantu Dengar)'/><title type='text'>Kenalkan, Aku Bernafon Hearing Aid yang Kelima</title><content type='html'>Hai.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenalkan namaku Bernafon. &lt;br /&gt;Tubuhku mungil, kecil dan berwarna coklat. Nomor seriku Win 112 dan aku hidup dengan menggunakan baterai pipih nomor 13.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah Alat Bantu Dengar (hearing aid) Nita yang kelima. Sudah sebulan lebih aku bersamanya. Aku berada di telinga kanan Nita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum bertemu denganku, Nita hanya mengenakan satu Alat Bantu Dengar (hearing aid) yaitu Astral yang ada di telinga kirinya. Sebetulnya Nita harus mengenakan dua Alat Bantu Dengar (hearing aid), agar pendengarannya seimbang. Tetapi apa mau dikata Dana II yang menemaninya selama 9 tahun akhirnya tak kuat lagi. Tentunya ketika kehilangan Dana II, sedih sekali karena artinya suara yang di dengar berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi syukurlah di bulan Agustus 2011 yang bertepatan dengan bulan Ramadhan&amp;nbsp; 1432 H, akhirnya Nita bisa kembali menyeimbangkan suara yang di dengarnya. Di bulan penuh berkah itu, Alhamdulillah akhirnya kesampaian juga untuk membeli Alat Bantu Dengar (hearing aid). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berbeda dengan Alat Bantu Dengar (hearing aid) yang sebelumnya. Karena aku adalah Digital. Dimana aku begitu personal untuk pemakainya. Sebab ketika pertama kali dinyalakan aku diprogram dengan komputer. Aku di setting dulu sesuai dengan grafik gangguan dengar untuk telinga kanan. Jadi suara-suara yang masuk sudah disesuaikan dengan keadaan telinga kanan Nita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mengapa aku hanya cocok untuk telinga kanannya. Dan bila orang lain mencoba diriku, tentu saja tak akan cocok suara yang di dengar. Ibaratnya aku memang disetting khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, jangan melihat tubuhku yang mungil. Tapi lihatlah kegunaan dan kekuatanku. Dengan tubuh mungilku, aku membantu Nita mendengar lebih baik. Karena aku tipe digital, maka aku punya peredam suara looh.&lt;br /&gt;Jadi kini ketika berada di jalan raya yang penuh hinggar bingar, maka otomatis diriku menyesuaikan dengan suara sekitar. Dengan begitu Nita tak lagi merasa terlalu besar suara yang di dengar kala di jalan raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu berapa harga yang harus Nita tebus untuk mendapatkan diriku?&lt;br /&gt;Alhamdulillah.. dengan gangguan dengar yang berkisar 93db, aku cukup ditebus dengan harga sekitar 4 juta rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja aku bisa bertahan lama menemani Nita dalam mendengar, seperti halnya Dana II dan Alat Bantu Dengar (hearing aid) sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berna&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-LCvhjA887mU/TnC0Rxwy2yI/AAAAAAAAAe0/ceyyRMHCCy0/s1600/abdberna.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="219" src="http://1.bp.blogspot.com/-LCvhjA887mU/TnC0Rxwy2yI/AAAAAAAAAe0/ceyyRMHCCy0/s320/abdberna.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Bernaforn Win112&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*gambar dok pribadi&lt;br /&gt;**ket:&lt;br /&gt;Dana II = Danavox (nama hearing aid) &lt;br /&gt;Astral = Audio service Astral (nama hearing aid) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-486798909101942440?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/486798909101942440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/09/kenalkan-aku-bernaforn-hearing-aid-yang.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/486798909101942440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/486798909101942440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/09/kenalkan-aku-bernaforn-hearing-aid-yang.html' title='Kenalkan, Aku Bernafon Hearing Aid yang Kelima'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-LCvhjA887mU/TnC0Rxwy2yI/AAAAAAAAAe0/ceyyRMHCCy0/s72-c/abdberna.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total><georss:featurename>Jakarta Capital Region, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point><georss:box>-6.3378274999999995 106.68724350000001 -6.0852605 107.0031005</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-7346629359606898545</id><published>2011-09-05T21:06:00.001+07:00</published><updated>2011-09-05T21:08:10.732+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lainnya'/><title type='text'>Selamat Idul Fitri 1432 H</title><content type='html'>Sebagai manusia memang tak ada yang luput dari kesalahan. Tak pandang siapapun manusia itu. Entah apakah manusia itu sempurna secara fisik ataupun tidak. Semua sama..&lt;br /&gt;Sama-sama Memiliki kesalah, khilaf yang mungkin tak disadarinya.&lt;br /&gt;Sayapun begitu, walaupun secara fisik pendengaran ini terganggu, tentunya banyak memiliki kesalahan baik yang sengaja ataupun tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ngeblog kentara sekali kalau saya masih kurang dalam blogwalking apalagi meninggalkan jejak. Seringkali begitu klik postingan orang lain, membacanya kemudian lupa meninggalkan jejak berupa komentar. Padahal dengan komentar maka orang tahu bahwa saya telah membaca tulisannya. Yaa mungkin memang harus lebih rajin menyapa lewat kolom komentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung masih suasana Idul Fitri. Perkenankan saya mengucapkan Selamat Idul Fitri, Mohon&amp;nbsp; Maaf lahir dan Batin. Semoga saya makin rajin dalam ngeblog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-89XOyijlWy4/TmTWns7qktI/AAAAAAAAAes/mg9mDsap1Ic/s1600/greting_card_eid.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://2.bp.blogspot.com/-89XOyijlWy4/TmTWns7qktI/AAAAAAAAAes/mg9mDsap1Ic/s400/greting_card_eid.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-7346629359606898545?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/7346629359606898545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/09/selamat-idul-fitri-1432-h.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/7346629359606898545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/7346629359606898545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/09/selamat-idul-fitri-1432-h.html' title='Selamat Idul Fitri 1432 H'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-89XOyijlWy4/TmTWns7qktI/AAAAAAAAAes/mg9mDsap1Ic/s72-c/greting_card_eid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total><georss:featurename>Jalan Caraka Buana, Pondok Aren, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.250537 106.739224</georss:point><georss:box>-6.254483 106.73428849999999 -6.246591 106.7441595</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-8738260406535232232</id><published>2011-08-19T09:32:00.002+07:00</published><updated>2011-08-20T00:35:56.583+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hearing Aid (Alat Bantu Dengar)'/><title type='text'>Berapa Harga Medengar?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-4WNCbTw3g_c/Tk3JOxGoJmI/AAAAAAAAAec/CDxCudL3xvk/s1600/listen.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="175" src="http://3.bp.blogspot.com/-4WNCbTw3g_c/Tk3JOxGoJmI/AAAAAAAAAec/CDxCudL3xvk/s200/listen.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apabila yang didapatkan secara gratis itu harus dibayar, mau kau kau membayarnya?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin banyak yang akan menjawab "TIDAK". &lt;br /&gt;Sayapun akan menjawab begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi apa mau dikata, ternyata untuk beberapa orang, yang gratis itu hanya bisa didapatkan dengan sejumlah uang. Itulah yang terjadi pada saya, orang yang mengalami keterbatasan dalam mendengar. Dimana harus mengenakan Alat Bantu Dengar(Hearing Aid) agar dapat mendengar suara dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, bila membicarakan Alat Bantu Dengar(Hearing Aid). Tentunya akan berbicara tentang harga. Sebab dengan mengetahui berapa harga Alat Bantu Dengar(Hearing Aid), akan mendapat perkiraan berapa uang yang harus disediakan untuk menebus alat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga medengar itu bervariasi pada setiap individu. Ini disebabkan karena setiap individu itu unik. Jadi walaupun sama-sama mengalami gangguan dengar, akan tetapi untuk Alat Bantu Dengar(Hearing Aid) yang dikenakan bisa jadi berbeda. Baik spesifikasi maupun harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga mendengar yang harus dibayar oleh seseorang ditentukan pada berapa besar frekwensi gangguan dengarnya. &lt;br /&gt;&lt;blockquote style="color: #274e13;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"Semakin besar gangguan dengarnya semakin mahal harga yang harus dibayar."&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Secara umum range harga mendengar yang saya ketahui untuk saat ini adalah sekitar 1,6 juta rupiah hingga 30 juta rupiah. Harga ini tergantung pada naik turunnya kurs Dollar AS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Range harga tersebut hanya untuk satu unit Alat Bantu Dengar(Hearing Aid). Maka bila dikalikan dua sesuai telinga yang ada. Tentunya akan didapat harga yang fantastis. Harga yang membuat banyak orang terbelalak tak menyangka harga mendengar itu sangat mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lalu berapa harga mendengar untuk saya?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Untuk saya yang memiliki gangguan dengar sekitar 91-93 decibel. Harga satu unit Alat Bantu Dengar (Hearing Aid) yang harus ditebus sekitar 4 juta rupiah - 7 juta rupiah. Akan tetapi menjadi lebih mahal lagi apabila frekwensi gangguan dengannya bertambah. &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*semoga saja tidak*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga yang harus saya tebus untuk mendengar, mungkin biasa saja untuk yang terbiasa berganti gadget. Akan tetapi cukup berat bagi saya. Mengingat alat ini memliki rentang usia, tentunya harus di ganti kelak 4-6 tahun kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada baiknya memang mengetahui berapa harga mendengar. Sebab dengan begitu, maka seseorang yang mengalami gangguan dengar akan belajar bagaimana melakukan penghematan, perencanaan juga teliti dalam setiap pengeluarannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya tak ada satupun alat yang bisa menyamai apa yang sudah dianugerahkan pada tubuh manusia. Secanggih apapun alat itu, tentu ada kekurangannya. Sebab bagaimanapun itu hanyalah sebuah alat ciptaan manusia yang juga banyak memiliki ketidaksempurnaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilamana kau tahu berapa harga yang harus dibayar untuk mendengar. &lt;br /&gt;Maka masihkah tidak bersyukur dengan suara yang sudah di dapat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #783f04;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*sumber gambar : &lt;a href="http://www.englishexercises.org/makeagame/viewgame.asp?id=2925"&gt;http://www.englishexercises.org&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-8738260406535232232?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/8738260406535232232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/08/berapa-harga-medengar.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/8738260406535232232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/8738260406535232232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/08/berapa-harga-medengar.html' title='Berapa Harga Medengar?'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-4WNCbTw3g_c/Tk3JOxGoJmI/AAAAAAAAAec/CDxCudL3xvk/s72-c/listen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-6999618800118318026</id><published>2011-08-05T23:31:00.002+07:00</published><updated>2011-08-11T23:35:31.150+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Suara Azan terdengar Syahdu Ketika merasa kehilangan...</title><content type='html'>Pernahkah kau menyadari kawan, betapa syahdu sekali suara azan itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Bwo5V_HmczM/TjwasAr940I/AAAAAAAAAeM/2bVM9BrHlkE/s1600/Azan-pic.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-Bwo5V_HmczM/TjwasAr940I/AAAAAAAAAeM/2bVM9BrHlkE/s200/Azan-pic.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dulu ketika telinga ini masih baik-baik saja, di usia anak-anak menganggap suara azan sebagai rutinitas saja. Artinya menaganggap azan yang didengar dari pengeras suara di mesjid biasa saja. Oh iya jarak mesjid di komplek rumah saya kurang lebih 200 meter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi semua berubah.&lt;br /&gt;Ketika suara azan hanya terdengar samar, tak lagi sekeras dulu yang biasa kudengar.&lt;br /&gt;Akupun merasa kehilangan..&lt;br /&gt;Kehilangan suara yang biasa rutin kudengar di jam-jam tertentu.&lt;br /&gt;Terutama kala magrib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini suara azan hanya bisa terdengar jelas dari jauh apabila saya mengenakan hearing aid.&lt;br /&gt;Suara Azan itu menjadi begitu bermakna ketika merasa kehilangan...&lt;br /&gt;Suara Azan terdengar begitu syahdu di telinga ini.&lt;br /&gt;Telinga yang kini di tempeli alat bantu dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yaa.. apapun suara itu.&lt;br /&gt;Yang dulu dianggap biasa.&lt;br /&gt;Tetapi ketika kehilangan suara yang biasa terdengar rutin, akan menjadi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan dimana aktifitas mesjid begitu terasa, menjadi lain lagi. Rasanya tak ingin melepas hearing aid ini dari telinga. Walau saya tahu bahwa mengenakan hearing aid perlu jeda. Agar daun telingan bisa beristirahat dari gencatan earmold. Namun terasa sayang sekali melewatkan suara-suara yang terdengar dari mesjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aah ternyata saya memang masih tergantung dengan suara.&lt;br /&gt;Saya memang belum rela berpisah dengannya..&lt;br /&gt;Itulah mengapa saya masih membutuhkan hearing aid. &lt;br /&gt;----------------------------------------------&lt;br /&gt;Selamat menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*sekedar share&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sumber gambar &lt;a href="http://mosquepraiseallah.com/"&gt;mosquepraiseallah.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-6999618800118318026?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/6999618800118318026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/08/suara-azan-terdengar-syahdu-ketika.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/6999618800118318026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/6999618800118318026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/08/suara-azan-terdengar-syahdu-ketika.html' title='Suara Azan terdengar Syahdu Ketika merasa kehilangan...'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Bwo5V_HmczM/TjwasAr940I/AAAAAAAAAeM/2bVM9BrHlkE/s72-c/Azan-pic.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-6785811998528701622</id><published>2011-07-20T08:07:00.006+07:00</published><updated>2011-07-25T23:45:55.891+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ATR (Anak Tuna Rungu)'/><title type='text'>Tahun Ajaran Baru bagi Orangtua Anak Gangguan Dengar</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-fWZmxJ8gFVc/TiYqCzNyMRI/AAAAAAAAAdU/UIEJBspSa48/s1600/k3166616.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="170" src="http://2.bp.blogspot.com/-fWZmxJ8gFVc/TiYqCzNyMRI/AAAAAAAAAdU/UIEJBspSa48/s200/k3166616.jpg" width="167" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tahun Ajaran Baru, merupakan saat merepotkan bagi banyak orangtua yang memiliki anak usia sekolah. Sebab di Tahun Ajaran Baru, orangtua biasanya sibuk mencari sekolah mana yang kiranya cocok untuk anaknya. Selain itu tentu saja soal biaya sekolah, dimana kiranya dapat terjangkau. Hal ini tentu saja menguras waktu, tenaga dan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti halnya orangtua lainnya. Orangtua anak gangguan dengar yang sudah masuk usia sekolah juga direpotkan hal serupa pada Tahun Ajaran Baru. Hanya saja kerepotan ini lebih menguras emosi dan membutuhkan kesabaran yang super ekstra dalam mencari sekolah bagi anaknya yang mengalami gangguan dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan menyekolahkan anak yang mengalami gangguan dengar umumnya terjadi pada penolakan sekolah terhadap anak tersebut. Tak jarang beragam alasan dari pihak sekolah menjadikan anak-anak yang memiliki keterbatasan dalam mendengar harus bersekolah lebih jauh jaraknya dari tempat tinggal (rumahnya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya penolakan ini sudah dimulai ketika anak tersebut bersekolah pada jenjang Kelompok Belajar ataupun di Taman Kanak-Kanak. Dan penolakan ini makin menjadi-jadi ketika anak dengan gangguan dengar memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Keenganan pihak sekolah menerima murid yang "istimewa" dengan alasan tidak tersedianya guru untuk anak tersebut. Kemudian ketidaktahuan sekolah bahwa anak yang meiliki gangguan dengar bisa bersekolah di sekolah umum. Menjadikan kesulitan tersendiri bagi anak gangguan dengar mendapatkan pendidikan di sekolah umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang anak-anak yang mengalami gangguan dengar umumnya memiliki keterbatasan dalam pemahaman kosa kata. Namun bukan berarti anak-anak ini tak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar. Sebab orangtua anak-anak yang memiliki gangguan dengar, umumnya sudah melakukan berbagai persiapan sebelum memutuskan menyekolahkan anaknya ke sekolah umum. Seperti melakukan terapi wicara, terapi belajar mendengar sehingga alat bantu dengar (hearing aid) yang digunakan anaknya bisa berfungsi dengan semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilamana pada Tahun Ajaran Baru itu seorang anak gangguan dengar akhirnya dapat diterima sebagai murid di suatu sekolah umum. Ini tak lebih karena adanya kompensasi dari pihak sekolah atas "keistimewaaan" anak tersebut. Tentunya juga karena usaha orangtua dalam melakukan pendekatan pada pihak sekolah bahawa anaknya memang layak untuk diberi kesempatan bersekolah di sekolah umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa... bagaimanapun anak-anak yang memiliki "keisitimewaan" tentunya berhak mendapatkan pendidikan yang sama dengan anak-anak lainnya. Mereka pun berhak untuk bisa bersosialisasi sama normalnya dengan anak-anak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga di masa mendatang makin banyak sekolah umum mau membuka diri terhadap anak-anak yang memiliki keterbatasan. Sebab anak-anak ini tentunya sudah memulai berbagai tahap persiapan sebelum akhirnya orangtuanya memutuskan menyekolahkan mereka di sekolah umum.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-6785811998528701622?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/6785811998528701622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/07/tahun-ajaran-baru-bagi-orangtua-anak.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/6785811998528701622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/6785811998528701622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/07/tahun-ajaran-baru-bagi-orangtua-anak.html' title='Tahun Ajaran Baru bagi Orangtua Anak Gangguan Dengar'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-fWZmxJ8gFVc/TiYqCzNyMRI/AAAAAAAAAdU/UIEJBspSa48/s72-c/k3166616.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-6658046165095461848</id><published>2011-07-14T23:26:00.000+07:00</published><updated>2011-10-03T01:30:08.832+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lainnya'/><title type='text'>Pia hadiah dari Blogger Return Contest</title><content type='html'>Alhamdulillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena saya jadi salah satu pemenang di lomba &lt;b&gt;&lt;a href="http://anazkia.blogspot.com/2011/04/blogger-return-kontes.html"&gt;"Blogger Return Contest"&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; yang diadakan oleh &lt;b&gt;&lt;a href="http://anazkia.blogspot.com/"&gt;Anazkia&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;. &lt;br /&gt;Keikut sertaan saya memang tak lebih untuk memeriahkan sekaligus mengupdate tulisan di blogspot. Yaa.. saya akui, kendala utama update di blogspot adalah terbenturnya pada fokus tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu yang lalu saya menerima sekotak Pia-pia Rasa Keju. Ini sesuai dengan apa yang tertera di blog anazkia bahwa saya mendapatkan sekotak Pia-pia sebagai hadiah.Inilah penampakan pia-pia tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-pWjUIB_Tc8A/Th8WPEriAxI/AAAAAAAAAb4/ROlYFIHfmt0/s1600/IMG_4513.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-pWjUIB_Tc8A/Th8WPEriAxI/AAAAAAAAAb4/ROlYFIHfmt0/s200/IMG_4513.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih yaa Anaz dan juga mba Amel sebagai sponsor Lomba. Pianya sudah sampai di tangan saya. Dan tentu saja pianya langsung di ludes..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm.. Semoga saya bisa lebih teratur lagi update blog.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-6658046165095461848?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/6658046165095461848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/07/pia-hadiah-dari-blogger-return-contest.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/6658046165095461848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/6658046165095461848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/07/pia-hadiah-dari-blogger-return-contest.html' title='Pia hadiah dari Blogger Return Contest'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-pWjUIB_Tc8A/Th8WPEriAxI/AAAAAAAAAb4/ROlYFIHfmt0/s72-c/IMG_4513.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-2505946088617517204</id><published>2011-07-04T23:20:00.001+07:00</published><updated>2011-07-04T23:29:19.016+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Suara Yang ku dengar, Ketika berada di keramaian</title><content type='html'>Kala berada di keramaian, kadang kala orang tua dari anak yang memiliki gangguan dengar bertanya-tanya. Seperti apa suara yang di dengar anaknya melalui &lt;b&gt;Alat Bantu Dengar (Hearing Aid)&lt;/b&gt; ?&lt;br /&gt;Apakah suara yang di dengar sama dengan mereka yang berpendengaran normal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja tak mudah untuk mengetahuinya. Hanya orang yang mengenakan &lt;b&gt;Alat Bantu Dengar (Hearing Aid)&lt;/b&gt; dan pernah mendengar seperti apa suara itu bisa mendeskripsikan seperti apa suara yang di dengar dalam keramaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Menurut saya, suara yang di dengar melalui &lt;b&gt;Alat Bantu Dengar (Hearing Aid)&lt;/b&gt; itu tergantung pada alatnya. Sebab kecanggihan alat selain mempengaruhi harga jual, juga mempengaruhi kualitas suara yang diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat pendengar saya memang standar, satu analog dan satu lagi semi digital. Karena bukan digital maka tak memiliki peredam suara bising.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka suara yang terdengar di kala keramaian menjadi begitu bising. Seakan semua suara itu berebut untuk bisa masuk ke dalam &lt;b&gt;Alat Bantu Dengar (Hearing Aid)&lt;/b&gt;. Apalagi bila sedang di jalan dan berada di kendaraan umum macem metromini yang bising suaranya. Saya kesulitan untuk menangkap obrolan. Sebab suara itu seakan bersahut-sahutan tiada henti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mengapa saya lebih mengandalkan mata untuk lipsreading kala mengobrol ditengah keramaian. Bila hanya satu orang saja yang mengajak berbicara masih bisa paham. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi bila sudah beberapa orang mengobrol dan berbicara saling bersahutan. Sudah pasti saya akan bingung. Bila sudah begini maka lebih mengandalkan lipsreading.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa.. itulah pengalaman saya dan apayang saya rasakan kala ditengah keramaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi secanggih apapun &lt;b&gt;Alat Bantu Dengar (Hearing Aid)&lt;/b&gt; yang dikenakan takkan pernah bisa menyamai dengan suara dari telinga asli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*ditulis sekedar share&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-2505946088617517204?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/2505946088617517204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/07/suara-yang-ku-dengar-ketika-berada-di.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/2505946088617517204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/2505946088617517204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/07/suara-yang-ku-dengar-ketika-berada-di.html' title='Suara Yang ku dengar, Ketika berada di keramaian'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-3369571849055025030</id><published>2011-06-24T15:34:00.001+07:00</published><updated>2011-06-24T15:34:53.410+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Sedikit  Tentang Saya</title><content type='html'>Selama ini saya akui, saya tak begitu gamblang menuliskan siapa saya di blog ini. Hal ini lebih dikarenakan sayakonsisten dengan apa yang menjadi fokus dari blog ini. Namun tak ada salahnya menuliskan apa yang&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;a href="http://barbiedini.blogspot.com/"&gt;ibu Dini&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; tag. Karena masih dalam lingkup yang bisa diceritakan tentang diri saya. Juga rasanya masih nyangkut dengan fokus blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah ini lah tentang diri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Yusnita Febri.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Itu nama yang saya gunakan di dunia Internet. Maklum tak kreatif memberi nama. Jadi saya memakai nama asli. selain itu dengan pertimbangan karena blog ini di buat untuk share sudah tentu saya harus menyebutkan siapa diri saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Hearing Aid (Alat Bantu Dengar)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Saya tanpa Hearing Aid, seperti ada yang kurang. Kerena memang sudah biasa dengan keberadaannya. Sudah dua kali saya dibuat nangis karena ditinggal Hearing Aid yang tewas. Dan mungkin saya akan dibuat menangis lagi, saat hearing aid berikutnya sudah tak kuat menemani saya dalam mendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Bercanda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mungkin di Blog, tulisan saya serius. Tapi sebenarnya saya ini senang bercanda. Walau dengan keterbatasan yang ada, bukan berarti saya tak bisa di ajak bercanda. Jadi jangan anggap saya ini mellow terus ya. Sebab bagaimanapun juga saya sama seperti yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Postur kecil&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Saya anak tengah dari 3 bersaudara. Anak perempuan satu-satunya. Dan postur saya juga paling kecil. Tinggi saya sekitar 152cm-153cm, berbeda jauh dengan adik dan kakak saya yang tinggi menjulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Irit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Saya orangnya irit dan hemat dalam setiap pengeluaran. Ini tak lebih karena saya memiliki beban untuk mengganti ABD secara periode.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6.Suka Anak-anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Saya suka menyapa anak-anak. Mengobrol dan becanda dengan mereka. Itulah juga mengapa dalam blog ini saya sering menceritakan pengalaman masa anak-anak. Selain untuk berbagi juga agar orang tua tahu anak-anak yang memiliki gangguan dnegar itu akan menghadapai seperti apa di masa kanak-kanaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7.Permen Yupi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karena tak suka permen yang manis, saya memilih permen jelly. Permen ini asem manis, enak buat di kunyah-kunyah. Bila bertemu anak-anak rasanya klop karena sama-sama suka permen Yupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8.Pede Naik Turun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tak dipungkiri kadang saya merasa sangat Percaya diri, namun di lain hari saya merasa ngedrop sekali. Ini tak lebih ketika saya merasa tak nyaman dengan sekitar. Dimana biasanya sedang di hadang oleh kesulitan yang membuat saya akhirnya jadi tak PeDe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9.Senang bertemu orang baru, kopdar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yaa saya senang bertemu orang baru, selain untuk membiasakan ini telinga menangkap suara bermacam-macam orang juga lebih banyak mengenal orang lain. Saya juga senang kopdar dengan teman yang di kenal di dunia maya. Selama ini lebih banyak Kopdarnya dengan yang saya kenal di multiply.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-v3533oEGi7Q/TgRHCxLEYKI/AAAAAAAAAbw/K9JGVf1HUIM/s1600/nita.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="233" src="http://2.bp.blogspot.com/-v3533oEGi7Q/TgRHCxLEYKI/AAAAAAAAAbw/K9JGVf1HUIM/s400/nita.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;kolase foto kopdar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;10. Membuat buku memoar.&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Rencana ini sebenarnya sudah lama dan masih belum juga terealisasi. Semua berawal dari saran teman-teman di Multiply yang melihat alangkah baiknya kalau tulisan itu di dokumentasikan dalam bentuk buku. Agar bisa lebih menyebar apa yang saya sharing. Yaa.. mudah-mudahan bisa terealisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sedikit tentang saya. Pada dasarnya saya ini orangnya memang ramah dan kebiasaan saya ketika bertemu orang baru itu memperhatikan gerak bibirnya. Entahlah ini sepertinya refleks ketika berkenalan dan berbicara dengan orang baru dan saya akan mengingat terus seperti apa orang tersebut berbicara, Apakah artikulasinya jelas atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa.. itulah sedikit tentang saya, dan tentunya masih banyak lagi pengalaman yang akan saya share di blog ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe frameborder="0" height="70px" marginheight="0" marginwidth="0" src="http://sebar.idblognetwork.com/psg_ppc_flash.php?b=3704&amp;amp;sz=468x60" width="478px"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-3369571849055025030?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/3369571849055025030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/06/sedikit-tentang-saya.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/3369571849055025030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/3369571849055025030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/06/sedikit-tentang-saya.html' title='Sedikit  Tentang Saya'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-v3533oEGi7Q/TgRHCxLEYKI/AAAAAAAAAbw/K9JGVf1HUIM/s72-c/nita.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-7499388174043880701</id><published>2011-06-17T01:32:00.000+07:00</published><updated>2011-06-17T01:32:27.225+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gangguan Dengar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Ketika Mengingkari Kenyataan</title><content type='html'>&lt;div style="color: #660000;"&gt;&lt;i&gt;Ketika kenyataan itu terhampar di depan mata...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #660000;"&gt;&lt;i&gt;Ada rasa penolakan dalam diri...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #660000;"&gt;&lt;i&gt;Ada rasa tak percaya, rasa mengelak untuk mengakui semua itu...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #660000;"&gt;&lt;i&gt;Mengelak dengan mengatakan "baik-baik saja"...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #660000;"&gt;&lt;i&gt;Padahal dalam kenyataannya adalah sebaliknya...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Menerima kenyataan tidaklah semudah mengucapkannya. Tidak semudah pula dengan membalikan telapak tangan. Sebab dalam menerima kenyataan butuh proses. &lt;br /&gt;Tak dipungkiri dalam proses penerimaan itu akan ada rasa untuk mengingkari. Kadang rasa untuk mengingkari itu teramat besar, karena kenyataan yang ada seringkali memang menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dulu ketika mulai menyadari bahwa Alat Bantu Dengar &lt;i&gt;(Hearing Aid)&lt;/i&gt; yang saya pakai membuat diri terlihat berbeda. Saat itulah mulai terjadi pengingkaran pada diri ini. Saya mengingkari kenyataan bahwa tak mungkin bisa mendengar dengan baik tanpa Alat Bantu Dengar &lt;i&gt;(Hearing Aid)&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal pengingkaran yang saya lakukan saat itu:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kadang tidak mengenakan Bantu Dengar &lt;i&gt;(Hearing Aid)&lt;/i&gt; saat sekolah. Walau saya tahu suara yang didengar kecil, tapi saya bersikeras bahwa diri ini baik-baik saja. Ini terjadi selama dalam rentang 1-2 tahun pengenaan Alat Bantu Dengar&lt;i&gt; (Hearing Aid)&lt;/i&gt;. Saya sebut ini masa adaptasi yang penuh mengingkaran.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Ketika menonton berita ataupun sinetron, saya merasa bisa mendengar saat dialog yang diucapkan walaupun tak mengenakan Alat Bantu Dengar &lt;i&gt;(Hearing Aid)&lt;/i&gt;. Tetapi ternyata saat menonton film yang di dubbing, saya sama sekali tak bisa menangkapnya. Berarti saya mengingkari bisa mendengar suara TV dengan baik. Yang saya lakukan selama itu adalah membaca gerak bibir &lt;i&gt;(lips reading)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya besar, akhirnya saya menyadari apa yang saya lakukan ketika itu adalah bentuk pengingkaran akan keadaan diri. Saya anggap masa pengingkaran itu adalah sebuah proses belajar. Dimana saya belajar bahwa tidak mudah begitu saja menerima kenyataan. Lalu kini, saat melihat orang lain dengan segala kekurangannya seakan saya berkaca pada diri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak dengan gangguan dengar dan kebutuhan khusus lainnya,&amp;nbsp; serta orang-orang yang mengalami berbagai hal kelainan pasti suatu saat akan sadar ketika mereka tahu ada yang lain antara dirinya dengan orang-orang disekitarnya.&amp;nbsp; Dan tak bisa memaksakan untuk langsung menerimanya, karena memang butuh proses dan pengertian. Semoga dalam proses penerimaan itu tidak berkecil hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*ditulis dari pengalaman pribadi, sekedar share&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe frameborder="0" height="70px" marginheight="0" marginwidth="0" src="http://sebar.idblognetwork.com/psg_ppc_flash.php?b=3704&amp;amp;sz=468x60" width="478px"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-7499388174043880701?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/7499388174043880701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/06/ketika-mengingkari-kenyataan.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/7499388174043880701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/7499388174043880701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/06/ketika-mengingkari-kenyataan.html' title='Ketika Mengingkari Kenyataan'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-8976490622360601235</id><published>2011-06-15T01:24:00.003+07:00</published><updated>2011-06-17T01:29:43.888+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Untuk diriku di masa lalu</title><content type='html'>Masa depan, siapa yang bisa menduga masa depan akan bagaimana. Akan bagaimana keadaan diri kelak...&lt;br /&gt;Andaikan bisa, aku ingin mengirimkan surat kepada diriku 20 tahun yang lalu, dimana saat itu sudah mengerti akan hidup.  Inilah Suratku:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #660000;"&gt;&lt;i&gt;Teruntuk diriku, &lt;br /&gt;20 tahun yang lalu&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-H5NN4Dw5QHk/TfekwOcE7WI/AAAAAAAAAbU/DLpj4nmM0PM/s1600/write.gif" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-H5NN4Dw5QHk/TfekwOcE7WI/AAAAAAAAAbU/DLpj4nmM0PM/s200/write.gif" width="186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dear Nita,&lt;br /&gt;Di bulan Juni ini dimana matahari mulai bersinar dengan teriknya. Kau begitu riang gembira menyambut datangnya musim panas. Yaa.. kau begitu menyukai musim panas, dimana kau terbebas dari tiupan angin musim dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di musim panas kali ini adalah musim panas terakhirmu berada di Roma. Sebab ketika mulai memasuki musim gugur akan segera datang episode-episode hidup yang begitu kelam pada dirimu. Sekelam musim dingin yang beku dan kelabu.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semua dimulai dari kebiasaanmu Nit, yang malas makan, belum lagi udara di Roma tak bersahabat dengan tubuhmu. Saat usia mu menginjak 10 tahun, kau akan terbaring cukup lama di Rumahsakit karena paru-parumu basah, harus bolak balik masuk ruang operasi, akan membuat banyak orang bersedih. Saat itu Nita harus sabar yaa… tetaplah pancarkan semangat hidup. Karena itulah yang membuatmu saat itu bisa bertahan melewati semua itu. Jangan khawatir, walaupun harus lama berada di Rumahsakit kau pun akan sembuh. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kejadian pasti akan membawa dampak pada keadaan diri. Begitu yang terjadi pada dirimu. Kelak kau akan berbeda dengan anak lain. Kau tak lagi sama dengan teman-teman sebayamu. Sebab suara yang biasa bersamamu ternyata dia pergi bersama angin musim dingin. Entah bagaimana aku mengatakannya. Bahwa suara itu telah terenggut darimu. Suara yang biasa kau dengar menjadi terasa samar sekali. Ini baru kau rasakan ketika kau kembali ke Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nit, ketika kamu kelak kembali bersekolah dan tak ada bapak-ibu disampingmu karena mereka masih di Roma. Kau jangan pernah malu kalau menjadi anak yang berbeda mengenakan Alat Bantu Dengar. Memang mengenakan Alat Bantu Dengar itu tidak enak. Tetapi bila kau tak mengenakannya, maka tidak bisa mendengar dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenakan alat bantu dengar memang membuat dirimu terlihat berbeda bahkan terlihat aneh di mata orang lain. Tak jarang pula kau akan mengalami perang mental, emosimu diuji. Sebab tak dipungkiri alat itulah yang sering kali membuatmu di ejek. Jangan berkecil hati nit, kau tetap sama seperti anak-anak lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kau bertanya bagaimana dengan sekolahmu?&lt;br /&gt;Tak ada yang perlu di takutkan, kau masih bersekolah seperti biasa. Bahkan dengan alat pendengar yang ada di telingamu, kau tak kalah dengan murid-murid yang lain.&lt;br /&gt;Tentu kau bisa berlega hati membaca ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nit, rupanya mungkin memang hidup kita ditakdirkan untuk kembali terulang kejadian musim dingin. Saat usiamu menginjak 20 tahun kelak, kejadian 10 tahun yang lalu terulang lagi Nit. Kali ini ketika di Helsinki, ternyata tubuhmu memang&amp;nbsp; lemah. Paru-parumu sudah tak baik lagi tak tahan udara dingin sejak kejadian pertama dulu di Roma. syukurnya&amp;nbsp; kamu lekas tanggap sehinga tak separah yang kejadian yang pertama. Kau kembali lagi terbaring di Rumahsakit, namun syukurlah hanya sebentar saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nit, gara-gara sakit kembali pendengaranmu tambah parah saja. Akhirnya telinga kirimu juga memakai ABD. Namun saat itu kamu tak mempermasalahkan lagi kalau ada orang yang mencelamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm...mungkin sudah garis tangan, bahwa kesulitan hidup senantiasa berteman denganmu. Masa kanak-kanak dan remaja telah kau lewati dengan baik. Ketika menjadi dewasa adalah sebuah pilihan. Itu adalah hal terberat dalam hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab dengan memilih menjadi dewasa, maka masalah yang menderamu menjadi semakin kompleks. Penolakan yang akan sering terjadi akan keadaan dirimu setidaknya membuat mentalmu diuji. Kau harus siapkan lebih banyak semangat dalam mengadapi hari-harimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakalanya kau akan merasa lelah dengan deraan yang sering menerpa. Bila sudah begitu menangislah, tetapi jangan lupa semangat itu harus tetap ada. Sebab selama kau masih diberi hidup, peranmu di dunia belum selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalik semua yang mendera, jangan lupa selalu bersyukur karena kau juga telah diberi banyak nikmat. Kutuliskan ini untumu, untuk mengingatkan. Bahwa inilah hidup penuh gelombang. Dan tetap semangat menghadapinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sayang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusnita&lt;br /&gt;(2011)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*gambar dari google dengan sumber tidak diketahui&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe frameborder="0" height="70px" marginheight="0" marginwidth="0" src="http://sebar.idblognetwork.com/psg_ppc_flash.php?b=3704&amp;amp;sz=468x60" width="478px"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-8976490622360601235?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/8976490622360601235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/06/untuk-diriku-di-masa-lalu.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/8976490622360601235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/8976490622360601235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/06/untuk-diriku-di-masa-lalu.html' title='Untuk diriku di masa lalu'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-H5NN4Dw5QHk/TfekwOcE7WI/AAAAAAAAAbU/DLpj4nmM0PM/s72-c/write.gif' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total><georss:featurename>Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.211544 106.84517200000005</georss:point><georss:box>-14.874194 83.69147200000005 2.4511059999999993 129.99887200000006</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-8708292429451817123</id><published>2011-06-11T21:46:00.003+07:00</published><updated>2011-06-16T12:18:18.153+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Kerancuan Tata Bahasa Pada Tunarungu</title><content type='html'>Ada hal yang begitu khas, biasa terjadi pada tunarungu. Yaitu keterbatasan penggunaan kosa kata dalam bahasa verbal. Sehingga seringkali menyebabkan apa yang ingin disampaikan oleh seorang tunarungu, menjadi tidak tertangkap maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;contoh tulisan pada tunarunggu seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;aku adalah seorang anak tuna rungu yg masih kehidupan tanpa manusianya..&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;mungkin maksudnya begini&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #990000;"&gt;Aku adalah seorang anak tunarungu yang kehidupannya sama dengan manusia lain&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kerancuan tata bahasa ini, apabila tidak di perbaiki dapat menyebabkan salah paham dalam berkomunikasi. Sehingga apa yang ingin disampaikan tidak tertangkap oleh orang yang membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Umumnya memang kerancuan ini terjadi kala tunarungu menulis. Bisa disebabkan karena minimnya penguasaan kosa kata pada mereka. Lalu terbatasnya kosa kata yang diterjemahkan ke dalam bahasa isyarat. Kemudian susahnya menemukan kamus bergambar di search engine juga menjadikan bahasa isyarat yang ada di Indonesia tidak populer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan ASL (America Sign Language) dimana memang sudah berkembang pesat dimana ada kelas tersendiri khusus mempelajari Sign Language. Sedangkan di Indonesia jelas belum mendukung hal ini ada di program universitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus bagaimana agar kosa kata tunarungu bisa sebaik orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila memang seorang tunarungu itu bisa membaca, alangkah baiknya lebih sering membaca baik itu buku, koran, majalah. Dengan membaca diharapkan seorang tunarunggu mengerti bagaimana kata-kata itu tersusun mejadi sebuah kalimat yang dapat dimengerti oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya bisa mengerti mengapa para orangtua anak gangguan dengar lebih mengajarkan pada bahasa verbal. Sebab dengan menguasai bahasa verbal terlebih dahulu, bila kelak anak akan mempelajari bahasa isyarat bisa lebih membandingkan. Sehingga anaknya kelak tetap bisa berbahasa tanpa mengalami kerancuan dalam kosa kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*ditulis sekedar opini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe frameborder="0" height="70px" marginheight="0" marginwidth="0" src="http://sebar.idblognetwork.com/psg_ppc_flash.php?b=3704&amp;amp;sz=468x60" width="478px"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-8708292429451817123?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/8708292429451817123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/06/kerancuan-tata-bahasa-pada-tunarungu.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/8708292429451817123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/8708292429451817123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/06/kerancuan-tata-bahasa-pada-tunarungu.html' title='Kerancuan Tata Bahasa Pada Tunarungu'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-2552150355810248373</id><published>2011-05-25T16:13:00.004+07:00</published><updated>2011-06-19T23:51:51.053+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lainnya'/><title type='text'>Berbagi Rasa Dengan Untaian Kata Melalui Blog</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-hYmgMMNyy78/TdzE7lQNXvI/AAAAAAAAAYo/2X5oH8Jo6xg/s1600/helping-hand.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://2.bp.blogspot.com/-hYmgMMNyy78/TdzE7lQNXvI/AAAAAAAAAYo/2X5oH8Jo6xg/s200/helping-hand.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #783f04;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Betapa begitu berarti..&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #783f04;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ketika melalui kata-kata, ungkapan dan sharing..&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #783f04;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Bisa membuat orang untuk kembali OPTIMIS.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kamis, 5 Mei 2011&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu awan kelabu menghiasi langit Jakarta. Begitupun dengan suasana hati ini. Mendung dan murung sama seperti cuaca saat itu. Tetapi rupanya mendung yang melingkupi diri ini tak berlangsung lama. Sebuah email singkat masuk ke mail box membuat diriku tersenyum. Sebaris kalimat pembuka dalam email itu, menjadikan diri kembali cerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa.. walaupun langit akhirnya mencurahkan hujannya. Tetapi diri ini sudah kembali cerah. Berikut petikan email singkat tersebut&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Mbak Nita yang baik,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;terima kasih masukannya yang membuat saya dan isteri kembali optimis.&lt;br /&gt;keluarga tinggal di bandrek, garut, dan dalam waktu dekat akan masuk lagi ke RSHS bagian THT dan setelahnya akan segera mengontak ibu Khori.&lt;br /&gt;mudah-mudahan ada kabar baik setelah melakukan itu semua.&lt;/span&gt; "&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sebaris kalimat pembuka yang mungkin terasa biasa untuk yang membacanya, namun begitu berarti untuk saya. Kalimat itulah yang membuat saya tersenyum mengucap syukur karena lewat kata-kata, lewat tulisan akhirnya bisa membuat orang lain untuk kembali &lt;b&gt;optimis&lt;/b&gt;. Dan saya yang membaca menjadi berkaca agar kembali optimis menghadapi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Itulah salah satu pengalaman yang saya dapatkan blog. Diantara banyanya pengalaman yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;Seringkali orang memaknai berbagi itu menyangkut berbagi dengan harta. Tak dapat dipungkiri bila memiliki harta yang berlebih, bisa lebih banyak berbagi. Bisa jadi pula karena dunia dan lingkungan mengajarkan pola matrealisme, akhirnya standar ukuran sering dinilai dari materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketika harta tak ada, lalu bagaimana bisa berbagi?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulislah melalui media blog. Yaa.. nge-blog-lah. Gunakan segala kemampuan merangkai kata, hingga menghasilkan tulisan untuk bisa dibagi. Sebab itulah cara berbagi yang paling mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog bukanlah hal yang asing untuk saya, sebab sudah lama pula mengenal apa itu blog. Namun baru dua tahun lalu akhirnya tergerak membuat blog yang khusus menuliskan apa yang  saya rasakan sebagai orang yang terkena gangguan dengar. Karena saya merasa masih banyak orang tak tahu apa itu gangguan dengar dan mengapa bisa terjadi. Lalu mengenai banyak stigma yang salah mengenai gangguan dengar. Itulah yang membuat saya tergerak menuliskan apa adanya tentang diri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis tentu tidak bisa sembarangan menulis begitu saja. Blog yang ditulis dengan hati bukan hasil copas, akan lebih memiliki rasa pada setiap kata yang diuntai. Itulah mengapa banyak blog yang sederhana begitu mengena ketika di baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Maka merupakan kepuasan yang tak ternilai harganya ketika lewat untaian kata menjadi berarti bagi orang lain. Terutama para orangtua anak gangguan dengar yang tak sengaja menemukan blog saya. Untuk kembali bersemangat dan menyalakan lagi harapan untuk buah hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu lewat untaian kata pula, saya bisa melepas sedikit beban dan segala rasa ketika gelombang kehidupan menghantam. Sebab dengan begitu menjadi refleksi bagi diri ini untuk tetap terus berusaha dengan segala keterbatasan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan merupakan sebuah bonus, ketika pada akhirnya saya mendapatkan kabar menggembirakan. Kabar mengenai perkembangan anak gangguan dengar dari para orangtuanya yang telah menjalin kontak. Sekecil apapun kabar itu, namun bagi saya adalah hal yang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngeblog bagi saya bukan lagi sekedar tulis menulis tanpa arti. Tetapi lebih dari itu, ada rasa tercurahkan pada setiap kata yang diuntai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nge-blog-lah dan sampaikan apa yang kau rasa dalam untaian kata..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Disertakan untuk memeriahkan dalam Blogger Return Contest diadakan oleh &lt;a href="http://anazkia.blogspot.com/"&gt;Anazkia&lt;/a&gt; dan disponsori oleh &lt;a href="http://denaihati.com/"&gt;denaihati&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*sumber gambar google, dengan sumber awal tak diketahui&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-2552150355810248373?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/2552150355810248373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/05/berbagi-rasa-dengan-untaian-kata.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/2552150355810248373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/2552150355810248373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/05/berbagi-rasa-dengan-untaian-kata.html' title='Berbagi Rasa Dengan Untaian Kata Melalui Blog'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-hYmgMMNyy78/TdzE7lQNXvI/AAAAAAAAAYo/2X5oH8Jo6xg/s72-c/helping-hand.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-1755285980288469562</id><published>2011-05-14T14:42:00.009+07:00</published><updated>2011-06-17T00:20:46.743+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gangguan Dengar'/><title type='text'>Mengenal Audiogram</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-vg8xrcR34eo/TcuYfoTOMXI/AAAAAAAAAYg/7hmfAEIO-Mk/s1600/audiogram_hearing.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-vg8xrcR34eo/TcuYfoTOMXI/AAAAAAAAAYg/7hmfAEIO-Mk/s320/audiogram_hearing.jpg" width="292" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Apakah Audiogram?&lt;br /&gt;Audiogram itu grafik yang menggambarkan tentang kemampuan pendengaran seseorang dan berapa besarnya gangguan pendengaran yang dialami untuk masing-masing telinga. Antara telinga kanan dan telinga kiri sudah tentu memiliki gambaran grafik yang berbeda. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dalam Audiogram, frekuensi dinyatakan dalam siklus per detik, atau Hertz. Semakin tinggi frekuensi, maka semakin tinggi pula tingkat nada bunyi. Misalnya, 250 Hertz (Hz) itu seperti bunyi tetesan air dari keran, sedangkan dering telepon bernada tinggi berkisar 2000 Hz - 8000 Hz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kenyaringan diukur dalam satuan yang disebut desibel. Desibel nol (0 dB) bukan berarti tak ada bunyi. Namun, bunyi itu sangat lemah.Tingkat suara orang yang bercakap-cakap ada di kisaran 30 db - 65 db.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adapun kenyaringan suara 120 dB sampai lebih, berarti sangat dan sangat nyaring. Hampir sama nyaringnya dengan pesawat jet yang lepas landas dan anda berdiri sekitar 25 meter dari pesawat tersebut. Angka-angka yang ada di sisi grafik tersebut menunjukkan tingkat pendengaran dalam desibel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis gangguan dengar berdasarkan Audiogram bisa di&amp;nbsp; klasifikasi sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Kategori ringan = intensitas 26-40 dB&lt;br /&gt;2. Kategori sedang = intensitas 41-55 dB&lt;br /&gt;3. Kategori sedang-berat = intensitas 56-70 dB&lt;br /&gt;4. Kategori berat = intensitas 71-90 dB&lt;br /&gt;5. Kategori sangat berat = intensitas lebih dari 90 dB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;****&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Mengapa saya bilang masih mendengar suara?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebab gangguan dengar saya ada di kisaran 90db. Dimana artinya suara yang bisa saya dengar TANPA menggunakan alat adalah suara kendaraan bermotor dan banyak lagi suara yang memiliki frekuensi dan kenyaringan bunyi yang tinggi. (lihat gambar audiogram)&lt;br /&gt;Itulah mengapa saya memerlukan alat bantu dengar, lebih dikarenakan untuk membantu berkomunikasi dalam keseharian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui&amp;nbsp; berapa besar gangguan dengar memang diperlukan pengujian dengan seksama. Untuk yang sudah bisa berkomunikasi dua arah maka cukup dilakukan Audiometri. Sedangkan pada anak-anak yang belum bisa berkomunikasi dilakukan tes BERA (Brainstem Evoked Response Audiometry).&lt;br /&gt;Hasil tes tersebut berupa grafik audiogram yang menunjukan posisi dimana suara itu mulai terdengar.&lt;br /&gt;Berikut gambar hasil audiometri saya bulan Juni 2010. Untuk melihat lebih jelas, silakan di klik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://multiply.com/mu/nitafebri/image/Tqx1y2AEKufXB0vul5IT-g/photos/1M/1200x1200/290/hear-rpt.jpg?et=SFNrztSNRuVJ8LrSk15aqQ&amp;amp;nmid=0" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="305" src="http://multiply.com/mu/nitafebri/image/Tqx1y2AEKufXB0vul5IT-g/photos/1M/1200x1200/290/hear-rpt.jpg?et=SFNrztSNRuVJ8LrSk15aqQ&amp;amp;nmid=0" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil tes menunjukan gangguan dengar ada diantara diantara 93db.Masuk kategori berat. Namun masih bisa tercatat. Perlu diketahui gangguan dengar tak tercatat itu apabila gangguannya melebihi 120db.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tes audiometri, dites juga mendengar dari belakang telinga. Dimana earphone ditempelkan tepat pada tulang belakang telinga. Akan tetapi telinga saya hanya merespon suara yang besar. Selebihnya hanya merasakan ada getaran. Rasanya seperti digigit semut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan dari tes tersebut alat bantu dengar (hearing aid) yang saya gunakan, lebih untuk membantu dalam berkomunikasi. Sebab suara percakapan yang berkisar antara 30db-60db kurang memadai untuk ditangkap oleh telinga saya. Sedangkan suara yang memiliki frekuensi dan kenyaringan yang tinggi masih bsia di dengar dengan baik oleh saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;****&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Audiogram penting sekali untuk mengetahui berapa besar gangguan dengar pada seseorang. Sebab dengan begitu maka penanganan gangguan dengar bisa lebih baik lagi tidak sembarangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*ditulis dari&amp;nbsp; pengalaman pribadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*sumber audiogram &lt;a href="http://www.medel.com/"&gt;http://www.medel.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;**keterangan gambar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; audiogram : &lt;a href="http://www.echohearingcenter.com/audiogram/"&gt;http://www.echohearingcenter.com/audiogram/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; grafik tes audiometri : dokumen pribadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe frameborder="0" height="70px" marginheight="0" marginwidth="0" src="http://sebar.idblognetwork.com/psg_ppc_flash.php?b=3704&amp;amp;sz=468x60" width="478px"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-1755285980288469562?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/1755285980288469562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/05/mengenal-audiogram.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/1755285980288469562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/1755285980288469562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/05/mengenal-audiogram.html' title='Mengenal Audiogram'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-vg8xrcR34eo/TcuYfoTOMXI/AAAAAAAAAYg/7hmfAEIO-Mk/s72-c/audiogram_hearing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-1844935627634509423</id><published>2011-05-12T10:56:00.000+07:00</published><updated>2011-05-14T03:27:12.323+07:00</updated><title type='text'>Tragedi 12 Mei, 13 Tahun Yang Lalu Dalam Ingatan</title><content type='html'>12 mei 1998, Jakarta begolak. Jakarta begitu mencekam. &lt;br /&gt;Kerusuhan terjadi di seantreo Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat saat itu saya masih berseragam putih biru. Bingung ada apa gerangan yang terjadi pada hari itu. Sebab sekolah dibubarkan, murid-murid diminta segera pulang. Dan kegiatan belajar mengajar diliburkan beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melihat berita di televisi, membaca berita di koran akhirnya saya tahu. Telah terjadi tragedi Trisakti yang mana menewaskan empat orang mahasiswa. Yaitu Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie. Mereka tewas tertembak di dalam kampus, terkena peluru tajam di tempat-tempat vital seperti kepala, leher, dan dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun dalam tragedi itu saya dan keluarga aman dan jauh dari wilayah kerusuhan. Namun setidaknya kerusuhan itu juga membawa dampak lain pada diri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dampak itu terjadi pada alat bantu dengar yang saya gunakan. Seperti yang di ketahui alat bantu dengar memang merupakan alat elektronik, sudah tentu diperlukan perawatan (service) secara berkala. Lalu maslaah baterai yang sudah tentu juga harus dibeli secara teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusuhan itu setidaknya membuat kegiatan ekonomi di Jakarta luluh lantak. Toko-toko, pusat perbelanjaan banyak dibakar dan dijarah massa. Berpergian menjadi tak aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah menyebabkan saya akhirnya cukup lama tidak melakukan service alat bantu dengar. Sekedar info, tempat dimana saya biasa melakukan service ada di dekat stasiun sudirman Jakarta (sekarang sudah pindah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa dampaknya? &lt;br /&gt;Sudah tentu alat bantu dengar yang saya gunakan menjadi tak begitu nyaman.&lt;br /&gt;Persediaan baterai menipis. Resah rasanya mendengar jadi tak nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusuhan, bagaimanapun tentunya tak dinginkan. Sebab selain membawa dampak sosial ekonomi, sudah tentu banyak menyusahkan orang.&lt;br /&gt;Termasuk untuk diri saya yang tergantung pada sebuah alat.&lt;br /&gt;Jangan lagi ada tragedi lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*ditulis mengenang 12 Mei 1998&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-1844935627634509423?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/1844935627634509423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/05/tragedi-12-mei-13-tahun-yang-lalu-dalam.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/1844935627634509423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/1844935627634509423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/05/tragedi-12-mei-13-tahun-yang-lalu-dalam.html' title='Tragedi 12 Mei, 13 Tahun Yang Lalu Dalam Ingatan'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-2725558288993573008</id><published>2011-04-27T22:56:00.005+07:00</published><updated>2011-05-11T14:04:54.516+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hearing Aid (Alat Bantu Dengar)'/><title type='text'>Jangan Sembarangan Membeli Hearing Aid</title><content type='html'>Secara tak sengaja saya menemukan sebuah blog yang menjual hearing aid dengan harga sangat murah. Blognya ada di link &lt;a href="http://www.alatmendengar.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;ini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;. Bahkan lebih murah dari hearing aid pertama saya yang di beli tahun 1993 seharga Rp.500.000 dengan kurs USD$ saat itu sekitar Rp.2000-Rp.4000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesifikasi alatnya sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Iz0cGWXmeCA/SkTzjg8_fcI/AAAAAAAAABI/v9Cj1D7MWeY/s320/isi.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_Iz0cGWXmeCA/SkTzjg8_fcI/AAAAAAAAABI/v9Cj1D7MWeY/s200/isi.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: purple;"&gt;Alat bantu dengar merk “HARMED” buatan Jerman ini kami tawarkan dengan harga Rp.240.000/pcs.*&lt;/div&gt;&lt;div style="color: purple;"&gt;Specification :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: purple;"&gt;Max Out 125±5dB,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: purple;"&gt;Max Gaim 55±5,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: purple;"&gt;Total Harmonic Dist ≤6% (AT 1000 Hz),&lt;/div&gt;&lt;div style="color: purple;"&gt;Equiv Input Noise ≤28dB,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: purple;"&gt;Frequency Range 300Hz-4000Hz,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: purple;"&gt;Voltage 1.5V / 1.3V,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: purple;"&gt;Current ≤3.1 mA/2.2mA,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: purple;"&gt;Zinc Battery (3 buah, 1 untuk dipakai dan 2 buah untuk cadangan),&lt;/div&gt;&lt;div style="color: purple;"&gt;Earmold (3 buah, ukuran kecil, sedang dan besar),&lt;/div&gt;&lt;div style="color: purple;"&gt;Sikat pembersih (1 buah).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: purple;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: purple;"&gt;Harga diatas adalah harga mulai Agustus 2009 dan dapat berubah sewaktu-waktu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: purple;"&gt;Harga diatas belum termasuk ongkos kirim.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: purple;"&gt;Untuk pembelian harap konfirmasi lebih dulu mengenai harga dan ongkos kirim&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berdiskusi dengan teman blog yang kebetulan ada di Jerman. Ternyata merk tersebut MERAGUKAN. Sebab bilamana alat tersebut barang impor, tak mungkin di jual dengan harga ratusan ribu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hearing aid, bukanlah alat yang bisa dijual secara sembarang&lt;/b&gt;. Dimana dalam pembeliannya harus melalui tahapan pemeriksaan. Tahapan itu terdiri dari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tes suara, pengetesan suara bisa berupa Audiometri untuk yang di tes sudah bisa berkomunikasi sederhana. Sedangkan tes BERA (Brain Evoked Response Audiometry) biasanya digunakan untuk bayi dan balita.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dihitung grafik suara yang masih bisa di respon. Dalam hal ini grafik suara yg bisa di respon adalah dalam frekwensi 120db. Lebih dari itu bisa dibilang gangguan dengarnya Profound hearing loss.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Fitting alat. Fitting alat bantu dengar didasarkan pada hasil pemeriksaan. Dari sini akan diketahui hearing aid apa yang harus di gunakan untuk gangguan dengar yang sudah diketahui. Makin besar gangguan dengarnya, makin diperlukan pula hearing aid yang powernya lebih besar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cetak earmold. Ini adalah tahapan akhir, dimana bila alat sudah ditemukan yang pas, maka dilakukan cetak earmold. Biasanya perlu waktu paling lama 5 hari. Tergantung bahan earmold.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setting alat. Setelah earmold jadi. biasanya alat akan disetting terutama untuk hearing aid digital. Ini untuk memaksimalkan cara kerjanya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Jadi dalam pembelian hearing aid, tidak bisa begitu saja saat dibeli langsung bawa pulang. &lt;br /&gt;Sangat berbahaya membeli hearing aid yang dijual secara bebas tanpa mengetahui berapa besar gangguan dengarnya. Sebab bisa berpotensi merusak sisa pendengaran yang ada. Untuk itulah penting sekali untuk bertanya atau konsultasi dulu kepada orang yang tahu benar tentang hearing aid. Semoga bisa lebih waspada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*ditulis sekdar info, agar hat-hati.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-2725558288993573008?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/2725558288993573008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/04/jangan-sembarangan-membeli-hearing-aid.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/2725558288993573008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/2725558288993573008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/04/jangan-sembarangan-membeli-hearing-aid.html' title='Jangan Sembarangan Membeli Hearing Aid'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Iz0cGWXmeCA/SkTzjg8_fcI/AAAAAAAAABI/v9Cj1D7MWeY/s72-c/isi.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-157126544921769865</id><published>2011-04-18T21:11:00.003+07:00</published><updated>2011-05-14T14:37:21.768+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Ketika Marah Dengan Keadaan Diri</title><content type='html'>Ada sebuah komentar pada postingan saya yang berjudul&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/03/aku-masih-mendengar-kok.html"&gt;&lt;b&gt;Aku Masih Mendengar kok&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Komentar yang entah dari siapa, tidak saya ketahui. Berikut kutipan komentarnya&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="quotea" style="font-weight: bold;"&gt;Anonim mengatakan... &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: small; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: #993300; font-style: italic;"&gt;"Dapat  hearing aid baru? Apa bisa secepat itu? Kudengar biayanya sampai  25  juta. Ah, masa sih orang yang nggak bisa mendengar gak sunyi? Banyak   orang yang enggan bicara denganku karena aku tak bisa mendenga juga,   menganggapku merepotkan, cuma gara2 ga bisa dengar. Ibuku aja sampe   teriak teriak marah gara2 musti ngulang 2 kali. Huh, bilang aja kalau   dia gak pengen punya anak cacat! "&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #993300; font-family: lucida sans unicode,lucida; font-size: small; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31/03/11 17:22&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang apa yang dikatakan mengenai hearing aid itu benar. Untuk sepasang hearing aid super power diperlukan setidaknya 20 juta. Tetapi perlu di ketahui juga. Bahwa mahal tidaknya hearing itu lebih dipengaruhi pada besarnya gangguan dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila masih bisa mendengar suara menggelegar seperti pada gangguan dengar saya. Rasanya cukup mengenakan hearing aid seharga 4-7 juta. Memang tak sejernih pendengaran normal. Setidaknya cukup untuk bisa berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dari nada tulisan komentar tersebut, saya menangkap ada rasa kecewa, marah dan sedih akan kondisi diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memahami kondisi tersebut, sebab saya pun pernah merasakan demikian. Ketika menyadari bahwa suara yang hilang itu takkan pernah kembali. Saya marah pada diri ini, karena pendengaranku terenggut akibat antibiotik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi bila mengingat saat itu penggunaan antibiotik lebih dikarenakan agar saya bertahan hidup, melawan segala bakteri yang menyerang. Dan berbagai keputusan agar saya bisa bertahan hidup. Maka saya belajar menerima kehilangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun dalam berkomunikasi saya masih menggunakan bahasa verbal. Saya akui, sulit sekali setelah tahu ada yang berbeda pada diri ini. Menerima perlakukan buruk dari orang lain, sampai ejekan kata-kata yang tak mengenakan untuk didengar melalui hearing aid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu saat usia Sekolah Dasar, bila ada yang mengejek tak jarang saya balik memarahi kembali anak tersebut.Tetapi seiring berjalannya waktu, seiring dengan makin berdamainya pada diri sendiri. Emosi itu bisa saya kendalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat dulu sewaktu kecil ketika saya menemui seorang anak perempuan di dekat rumah bu Lik, dimana bibirnya tak sempurna, miring kekanan seperti orang stroke. Ibu saya bilang begini &lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"anak itu bila bisa memilih, tentu tak mau bernasib begitu"&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa.. sama seperti saya, bila boleh saya memilih tentunya akan memilih seperti orang pada umumnya. Sebab semakin dewasa ternyata makin berat hambatan itu dan makin kompleks pula.&lt;br /&gt;Apalagi ketika terjun di masyarakat. Tak jarang berbagai penolakan sering saya terima. Syukurlah saya masih memiliki keluarga yang selalu membesarkan dan menguatkan diri agar sabar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*dituliskan sekedar sharing..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-157126544921769865?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/157126544921769865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/04/ketika-marah-dengan-keadaan-diri.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/157126544921769865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/157126544921769865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/04/ketika-marah-dengan-keadaan-diri.html' title='Ketika Marah Dengan Keadaan Diri'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-8727878023284941699</id><published>2011-04-11T20:31:00.001+07:00</published><updated>2011-05-11T14:05:28.465+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Saat Merasa Lelah</title><content type='html'>Sebagai orang yang mengalami gangguan dengar, berat sekali hidup yang harus dilewati. Kadang lelah rasanya menghadapi segala hambatan yang tiada berkesudahan. Datang silih berganti seakan tiada jeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia yang kudengar melalui hearing aid bising sekali. Tiada henti suara itu sahut menyahut. Tak kupungkiri seringkali membuat sakit kepala karena bising.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sudah begitu..&lt;br /&gt;Saya memilih berdiam diri dalam suara yang samar-samar. Dimana bisa menghela napas sejenak, menenangkan diri dari segala himpitan yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa.. Inilah hidup saya, hidup yang harus tergantung dengan sebuah alat.&lt;br /&gt;Dimana saya harus bisa menerima keadaan ini..&lt;br /&gt;Walau berat dan lelah sering menyergap..&lt;br /&gt;Tetapi selama nafas ini berhebus..&lt;br /&gt;Hidup harus terus dijalani..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*sekedar tulisan saat lelah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-8727878023284941699?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/8727878023284941699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/04/saat-merasa-lelah.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/8727878023284941699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/8727878023284941699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/04/saat-merasa-lelah.html' title='Saat Merasa Lelah'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-7015386411234209667</id><published>2011-03-25T16:53:00.006+07:00</published><updated>2011-05-14T14:43:13.428+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gangguan Dengar'/><title type='text'>Aku Masih Mendengar kok</title><content type='html'>Sering kali orang bertanya, &lt;b&gt;apakah saya masih bisa mendengar suara?&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Ada anggapan, bila terkena gangguan dengar bisa diartikan tidak lagi bisa mendengar suara. Dunianya hening, sepi tanpa suara dan berbagai bunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal tidak seperti itu. Mengalami gangguan dengar bukan berarti tak lagi mendengar suara. Masih bisa mendengar hanya saja butuh frekwensi lebih besar dari orang yang berpendengaran normal. Untuk itulah digunakan hearing aid (alat bantu dengar). Dengan alat tersebut orang yang terkena gangguan dengar bisa mendengar suara dengan frekwensi yang sama dengan orang normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mengapa tak perlu belebihan kala berbicara dengan orang yang mengalami gangguan dengar. Tak perlu berteriak pada mereka. Sebab adanya hearing aid (alat bantu dengar), sudah membantu orang yang mengalami gangguan pendengaran untuk mendengar suara lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu...&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apa yang kurasakan kala alat tersebut di lepas?&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Adakah suara yang didengar?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tentu suara itu masih ada dan masih bisa kudengar.&lt;br /&gt;Suara kendaraan umum seperti bus kota masih bisa kudengar, suara petasan yang meledak, suara balon meletus masih bisa kudengar.dan banyak suara lainnya yang berfrekwensi besar.&lt;br /&gt;Hanya saja saya akui bila tak mengenakan alat, agak kesulitan dalam berkomunikasi. Sebab tidak semua orang memiliki artikulasi, gerak mulut dan gaya berbicara yang baik. Maka untuk itulah saya butuh hearing aid untuk bisa berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mengalami gangguan dengar, bukan berarti dunianya sunyi tanpa suara.&lt;br /&gt;Aku masih mendengar kok..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-7015386411234209667?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/7015386411234209667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/03/aku-masih-mendengar-kok.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/7015386411234209667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/7015386411234209667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/03/aku-masih-mendengar-kok.html' title='Aku Masih Mendengar kok'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-1279815274162612596</id><published>2011-03-04T21:48:00.008+07:00</published><updated>2011-05-11T14:06:22.480+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gangguan Dengar'/><title type='text'>Sayangi Telinga dan Pendengaran anda</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_6Y41TvGw1Vo/TQNbQlSggYI/AAAAAAAAAPY/5SPViPznP44/s1600/whispering.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/_6Y41TvGw1Vo/TQNbQlSggYI/AAAAAAAAAPY/5SPViPznP44/s200/whispering.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seringkali orang melupakan bagaimana rasanya mendengar. Kadangkala juga banyak yang lupa bagaimana menggunakan telinga itu. Karena acapkali telinga tidak digunakan dengan semestinya. &lt;br /&gt;Begitupun masalah kebersihannya. Seringkali banyak orang mengabaikan kesehatan telinga. Mengorek Telinga dengan sembarang alat yang bisa melukai telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai anda menyadari betapa berharganya mendengar, kala suara yang didengar pergi menjauh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 3 Maret merupakan peringan Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran Nasional yang dicanangkan oleh Kementrian kesehatan pada tanggal 3 Maret 2009. Berikut kutipan beritanya..&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="quotet"&gt;&lt;i&gt;JAKARTA - &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencanangkan tanggal 3 Maret sebagai Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran (HKTP)&lt;/span&gt;.  Dengan pencanangan itu. diharapkan pemerintah dapat meningkatkan  kesadaran masyarakat, terutama kesehatan indera pendengaran.Tahun 2010  merupakan tahun pertama dalam peringatan HKTP. Dengan tema Telinga Sehat  Pendengaran Baik, pemerintah berharap peringatan HKTP dapat  dilaksanakan setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Staf Ahli Menkes Bidang Peningkatan  Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi. Krishnajaya, mengatakan, saat  ini gangguan pendengaran banyak terjadi di Indonesia.Dia mengungkapkan,  berdasarkan survei nasional kesehatan pada 1993-1996, prevalensi  ketulian mencapai 0,4 persen. Selain itu, terdapat 16,8 persen  masyarakat dari tujuh provinsi yang mengalami gangguan  pendengaran.Selain itu. menurut perkiraan Badan Kesehatan Dunia (WHO),  pada 2005 terdapat 278 juta penderita gangguan pendengaran. Kurang lebih  75 juta hingga 140 juta penderita itu bermukim di wilayah Asia  Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-republika-[ &lt;b style="color: red;"&gt;&lt;a href="http://bataviase.co.id/node/117006"&gt;http://bataviase.co.id/node/117006&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; ] &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang gaung peringat Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran Nasional (HKTP) kurang menggema. Mungkin karena masih dalam tahap sosialisasi. Tetapi tidak ada salahnya saya menulis untuk mengingatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyadari bahwa mendengar itu mahal harganya..&lt;br /&gt;Menyadari tak ada satupun alat yang bisa sesempurna suara yang kau dengar dimana merupakan karunia Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sayangilah telingamu, gunakan dengan semestinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- gambar dari google&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-1279815274162612596?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/1279815274162612596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/03/sayangi-telinga-dan-pedengaranmu.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/1279815274162612596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/1279815274162612596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/03/sayangi-telinga-dan-pedengaranmu.html' title='Sayangi Telinga dan Pendengaran anda'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6Y41TvGw1Vo/TQNbQlSggYI/AAAAAAAAAPY/5SPViPznP44/s72-c/whispering.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-5139061656634161420</id><published>2011-02-22T22:58:00.003+07:00</published><updated>2011-05-11T14:06:38.648+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hearing Aid (Alat Bantu Dengar)'/><title type='text'>Saat masa Pakai Berakhir</title><content type='html'>Seperti yang diketahui, alat elektronik itu memiliki masa pakai. Begitupun dengan Alat Bantu Dengar (hearing aid) yang saya gunakan. Sebagai pengguna alat bantu dengar (hearing aid) saya menyadari mengenai umur masa pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-pf86KoQEmXc/TWPcyMMhCmI/AAAAAAAAAYE/r3uC0DRn2I8/s1600/ha_lama.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-pf86KoQEmXc/TWPcyMMhCmI/AAAAAAAAAYE/r3uC0DRn2I8/s200/ha_lama.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ketika tiba waktunya harus berpisah berat sekali. Sebab bagi saya Alat Bantu Dengar (hearing aid) itu lebih dari sekedar alat. Karena sudah jadi bagian diri, bagian dari telinga saya. Mungkin apa yang saya rasakan terkesan berlebihan. Tapi bagi saya, 9 tahun bersama alat itu rasanya sudah terbiasa dengan keberadaannnya yang menempel di telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tiba waktunya alat itu harus mengalami pergantian, maka saat itulah mesti bersiap dengan budget yang cukup besar. Sebab harga alat bantu dengar (hearing aid) naik tergantung pada kurs dollar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat saya tak mudah untuk mengganti alat tersebut. Sebab perlu perencanaan. Itulah mengapa dalam kehidupan sehari-hari saya terbiasa berhemat. Namun apa mau di kata bila waktu penggantian itu tiba tapi budget belum cukup. Maka mau tak mau saya harus sabar menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu yang terjadi pada saya saat ini. Alat Bantu Dengar (hearing aid) untuk telinga kanan ternyata sudah tak ada lagi sparepartnya. Artinya alat itu sudah harus beristirahat selamanya. Dan saya harus segera menggantinya..&lt;br /&gt;Mudah-mudahan dana untuk menggantinya segera terkumpul..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bagaimanapun saya masih ingin mendengar suara, walau saya tahu tak akan pernah lagi sama seperti dulu..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-5139061656634161420?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/5139061656634161420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/02/saat-masa-pakai-berakhir.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/5139061656634161420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/5139061656634161420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/02/saat-masa-pakai-berakhir.html' title='Saat masa Pakai Berakhir'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-pf86KoQEmXc/TWPcyMMhCmI/AAAAAAAAAYE/r3uC0DRn2I8/s72-c/ha_lama.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-2705706139463004999</id><published>2011-02-03T23:58:00.008+07:00</published><updated>2011-05-11T14:06:53.360+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Bila Pilek  Datang Menyerang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TUrc8qWfS2I/AAAAAAAAAYA/qM3chL3C2TA/s1600/pilek.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TUrc8qWfS2I/AAAAAAAAAYA/qM3chL3C2TA/s200/pilek.jpg" width="177" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sering kali orang menganggap pilek itu sepele. Namun menjadi tidak sepele bila pilek itu menyerang orang dengan gangguan dengar.&lt;br /&gt;Tahukah anda, bagi orang yang mengalami gangguan dengar sungguh tak nyaman saat pilek itu datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa telinga dan hidung saling berhubungan. Dimana lubang yang menghubungkan telinga tengah dengan hidung di sebut dengan &lt;i&gt;&lt;b&gt;tuba eustachius&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Apabila mengalami peradangan atau bahkan mampet, tentu saja mempengaruhi telinga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang dirasakan oleh orang yang mangalami gangguan dengar kala pilek itu melanda.- Suara yang di dengar terasa bertambah kecil&lt;br /&gt;- Telinga serasa ada yang menutupi.&lt;br /&gt;- Tidak nyaman menggunakan Alat Bantu Dengar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila pilek itu sudah berlalu, lega rasanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Cuaca Jakarta akhir-akhir ini memang tidak stabil, di tambah tingkat polusi yang tinggi, membuat saya seminggu lalu terserang pilek. Hal ini tentu saja membuat saya merasa tidak nyaman. Karena suara yang biasa di dengar bertambah kecil. Jujur saya takut sekali bila harus kehilangan suara yang biasa di dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilek, bagi saya sungguh menyiksa. Selain hidung mampet telinga juga merasa ada yang menutupi. Padahal telinga saya baik-baik saja, dalam arti bersih tak ada sumbatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharian memakai Alat Bantu Dengar menjadi tak nyaman. Namun mau tak mau Alat Bantu Dengar itu tetap harus di gunakan selama saya berada di luar rumah. Mengingat Jakarta yang penuh hiruk pikuk kendaraan bermotor, tentu akan berbahaya bila saat berada di jalan suara yang saya dengar kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur Alhamdulillah setelah ke dokter dan minum obat, cukup seminggu saja pilek itu akhirnya berlalu. Kini saya sudah bisa merasa lega, karena suara yang saya dengar kembali lagi volumenya walau memang yaa bukan dalam desibel pendengaran normal. Setidaknya yang saya rasakan seperti sebelum terkena pilek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu di waspadai juga bila bayi atau balita terkena pilek. Sebab pilek yang lama sembuh juga merupakan salah satu penyebab anak mengalami gangguan dengar. Itulah mengapa jangan pernah anggap sepele bila anak anda pilek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilek memang terlihat sepele dari luar, namun bila anda mau menyadari bahwa pilek itu sungguh menyiksa buat orang mengalami gangguan dengar.&lt;br /&gt;Semoga melalui share tulisan ini bisa lebih mengerti bagaimana pengaruh pilek pada orang yang mengalami gangguan dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-2705706139463004999?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/2705706139463004999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/02/bila-pilek-datang-menyerang.html#comment-form' title='24 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/2705706139463004999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/2705706139463004999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/02/bila-pilek-datang-menyerang.html' title='Bila Pilek  Datang Menyerang'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TUrc8qWfS2I/AAAAAAAAAYA/qM3chL3C2TA/s72-c/pilek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-4394627239688394054</id><published>2011-01-21T02:21:00.008+07:00</published><updated>2011-05-11T14:07:11.465+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Support Orangtua  Pada Anak Gangguan Dengar</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang anak mengetahui bahwa dirinya berbeda dengan anak lain. Maka akan muncul rasa malu akan keadaan dirinya. Tak dipungkiri mengenakan alat bantu dengar itu menjadikan seorang anak terlihat aneh di mata teman-temannya. Kadang kala tak dapat dihindari celaan akan menghampiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Disinilah emosi anak akan dipermainkan. Ia akan merasa sedih dan rendah diri. Apabila berkelanjutan bisa jadi menganggu mental dan studinya. Dimana anak akan mogok sekolah, tak mau mengenakan Alat Bantu Dengarnya. Di saat inilah perlunya pengertian dari orangtua dan kesigapan mereka menangani sang anak.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Tak ada gunanya memarahi anak ketika ia merasa tertekan akan lingkungannya. Sebab yang diperlukan seorang anak rasa nyaman dan merasa terlindungi oleh keluarga. Dengan begitu sedikit demi sedikit rasa percaya diri dan mentl anak akan menjadi kuat. Untuk itulah penting sekali support dari orangtua serta saudaranya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Itulah yang terjadi pada saya dulu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Ketika menyadari harus mengenakan alat dan merasa diri ini aneh. Sehingga mau tak mau menjadi bahan celaan anak-anak nakal di sekolah. Saat itulah betapa support dari orangtua membantu saya untuk tetap bertahan. Rasanya tanpa dukungan orangtua entah bagaimana jadinya. Mengingat memang tak mudah melalui hari-hari menyadari kehilangan suara itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Jadi betapa besar pengaruh support bagi perkembangan mental untuk anak dengan gangguan dengar dan anak-anak berkebutuhan khusus lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-4394627239688394054?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/4394627239688394054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/01/support-orangtua-pada-anak-gangguan.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/4394627239688394054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/4394627239688394054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/01/support-orangtua-pada-anak-gangguan.html' title='Support Orangtua  Pada Anak Gangguan Dengar'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-6882635098637153613</id><published>2011-01-06T23:19:00.003+07:00</published><updated>2011-03-25T23:20:34.334+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parent Support'/><title type='text'>Sharing Parents Bandung</title><content type='html'>Yayasan AKRAB (&lt;b&gt;AK&lt;/b&gt;u bisa denga&lt;b&gt;R&lt;/b&gt; d&lt;b&gt;A&lt;/b&gt;n &lt;b&gt;B&lt;/b&gt;icara) mengadakan Sharing Parent untuk wilayah &lt;b&gt;Bandung&lt;/b&gt; dan sekitarnya. Dimana pertemuan&amp;nbsp; ini sebagai sarana menggali ilmu serta support. Acara ini akan diadakan pada :&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Hari /Tanggal :&amp;nbsp; &lt;b&gt;Minggu, 16 Januari 2011&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jam&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; : &lt;b&gt;13.00 - 17.00 WIB&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : &lt;b&gt;kediaman Ibu royke&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Permata Cimahi, Jl. Permata Raya blok A2 no 21.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Cimahi Bandung&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : &lt;b&gt;Persiapan anak dengan gangguan dengar&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; untuk bersekolah di SD umum&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara &amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; &lt;b&gt;Ibu Ola,&amp;nbsp; ibu Dion dan Ibu Dwi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;...GRATIS...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konfirmasi:&lt;br /&gt;Ibu Royke - 022-6651205&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan dengan Sharing parent ini orangtua anak dengan gangguan dengar yang akan menyekolahkan anaknya di sekolah umum, memiliki gambaran mengenai sekolah mana yang sebaiknya di pilih. Lalu apa saja persiapan yang harus dilakukan untuk anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda mengenal orangtua yang memiliki anak dengan gangguan dengar di Bandung dan sekitarnya, tolong informasikan acara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-6882635098637153613?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/6882635098637153613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/01/sharing-parents-bandung.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/6882635098637153613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/6882635098637153613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/01/sharing-parents-bandung.html' title='Sharing Parents Bandung'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-5733933364407909015</id><published>2011-01-01T00:59:00.002+07:00</published><updated>2011-05-11T14:07:30.269+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lainnya'/><title type='text'>Selamat Tahun Baru 2011</title><content type='html'>Tahun 2010 baru saja berlalu meninggalkan catatan tersendiri bagi saya terutama dalam tulis menulis di blog. Bisa dibilang yang saya raih tahun 2010 diluar dugaan bahkan terlalu cepat untuk seorang nubie di jagad blogger. Yaa... walaupun dunia blog tak asing bagi saya sejak lama, namun ketika menuliskan blog secara khusus, saya tetap merasa sebagai nubie. Beberapa catatan selama tahun 2010.&lt;br /&gt;Seperti mendapatkan penghargaan dari Internet sehat untuk sesi 14 dimana saya postingkan &lt;b&gt;&lt;a href="http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/05/bronze-award-dari-isba-2010.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lalu blog ini di review oleh majalah &lt;b&gt;CHIC edisi 66 2010 (30 juni - 14 juli 2010)&lt;/b&gt; dimana postingannya dituliskan &lt;b&gt;&lt;a href="http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/07/blogku-di-review-majalah-chic.html"&gt;disni&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;Kemudian hal yang tak mungkin saya lupakan adalah Pesta Blogger + 2010. Dimana melalui tulisan mengenai gangguan dengar saya berhasil meraih penghargaan, saya postingkan &lt;b&gt;&lt;a href="http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/11/catatan-dari-pesta-blogger-2010-jakarta.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dipungkiri kendala utama ada pada upade tulisan secara teratur. Seringkali jadwal upadte seminggu sekali menjadi terbengkalai. Namun begitu saya tetap berusaha agar blog ini terus bertahan.&lt;br /&gt;Karena bagaimanapun saya akui, melalui Blog inilah saya mencoba mengenalkan anak-anak dengan gangguan dengar pada masyarakat luas. Dan mencoba memberikan informasi apa yang saya ketahui mengenai anak-anak itu. Karena pada dasarnya anak-anak itu ada di sekitar kita. Sehingga harapan saya masyarakat bisa menerima anak berkebutuhan khusus untuk bisa berbaur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tahun 2011, tak ada resolusi khusus yang saya buat. Saya biarkan mengalir saja. Hanya saja saya harap di tahun 2011 bisa lebih rajin lagi update blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu saya ucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="color: orange; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;"Selamat Tahun Baru 2011"&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Semoga Tahun ini banyak membawa kebaikan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-5733933364407909015?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/5733933364407909015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/01/selamat-tahun-baru-2011.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/5733933364407909015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/5733933364407909015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2011/01/selamat-tahun-baru-2011.html' title='Selamat Tahun Baru 2011'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-4023586761823734499</id><published>2010-12-22T23:05:00.004+07:00</published><updated>2010-12-23T08:47:09.055+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lainnya'/><title type='text'>Ibu bagi Anak Berkebutuhan Khusus</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TRIiHjqiVKI/AAAAAAAAAXk/f26ljX9BvZg/s1600/motherday-clip-art-3.gif" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TRIiHjqiVKI/AAAAAAAAAXk/f26ljX9BvZg/s1600/motherday-clip-art-3.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Peran ibu sangat penting untuk perkembangan anak berkebutuhan khusus..&lt;br /&gt;Ibu lah yang orang pertama yang menyadari ketika anaknya mengalami hal yang berbeda dengan anak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mengapa ibu begitu penting bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Sebab...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat anak lain tak mau bersahabat dengannya, ibu yang menjadi sahabatnya&lt;br /&gt;Saat orang lain tak mengerti dirinya, ibu yang mengerti dirinya&lt;br /&gt;Saat orang lain tak memahami maksudnya, ibu yang memahami bahasanya&lt;br /&gt;Saat anak merasa terpuruk, ibu yang selalu menyemangatinya&lt;br /&gt;Saat anak ada dipersimpangan, ibu akan mendukung langkahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mudah memang memiliki anak dengan kebutuhan khusus. Itulah mengapa salut untuk para ibu yang tetap bersemangat untuk buah hatinya. Melakukan yang terbaik untuk anaknya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk semua ibu kuucapkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #38761d; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;"Selamat Hari ibu.."&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*gambar dari &lt;a href="http://www.altiusdirectory.com/Society/mothers-day-pictures.html%20"&gt;http://www.altiusdirectory.com/Society/mothers-day-pictures.html&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-4023586761823734499?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/4023586761823734499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/12/ibu-bagi-anak-berkebutuhan-khusus.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/4023586761823734499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/4023586761823734499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/12/ibu-bagi-anak-berkebutuhan-khusus.html' title='Ibu bagi Anak Berkebutuhan Khusus'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TRIiHjqiVKI/AAAAAAAAAXk/f26ljX9BvZg/s72-c/motherday-clip-art-3.gif' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-5581499388489271449</id><published>2010-12-14T11:52:00.007+07:00</published><updated>2010-12-18T00:30:13.659+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#bloggership'/><title type='text'>MICROSOFT BLOGGERSHIP 2011:  Saling Menguatkan Melalui Jejaring Sosial</title><content type='html'>Saya ingat, saat itu sekitar tahun 1993 Teknologi Informasi masih terbatas. Sulit untuk sekedar mencari tahu kemana suara yang biasa saya dengar itu pergi. Mencari jawaban apa yang yang sebenarnya terjadi pada saya. Mengapa alat bantu dengar ini harus selalu menempel di telinga dan beragam pertanyaan lainnya yang mempertanyakan keadaan diri ini. Sebab bagi saya seorang anak yang beranjak remaja, sungguh tidak memuaskan keterangan dokter. Dimana hanya mengatakan bahwa pendengaran saya tergangu karena efek samping obat, dan agar saya dapat terus berkomunikasi maka harus menggunakan alat bantu dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa sendiri itulah saya rasakan. Dengan keterbatasan Teknologi Informasi membuat saya mencoba survive ditengah manusia normal lainnya dengan cara saya sendiri tentunya. Syukurlah walau hambatan selalu saja ada, setidaknya saya bertahan melewati hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;****&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia yang semakin pesat, membuat saya mengenal internet, tepatnya memasuki tahun 2000. Saat itu mulai banyak warnet berada di sekitar pemukiman,  sehingga turut mempermudah mendapatkan akses Internet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya akses internet akhirnya menjawab berbagai pertanyaan saya mengenai kemana suara itu pergi. Pertanyaan yang sudah bertahun-tahun lamanya, akhirnya terjawab melalui media internet. Berbagai literature mengenai gangguan dengar membuka wawasan dan meyakinkan saya bahwa suara itu memang telah pergi meninggalkanku. Pada akhirnya sayapun menerima kenyataan bahwa harus bergantung dengan alat bantu dengar untuk terus bisa mendengar.  Melalui Teknologi Informasi saya berdamai dengan kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;**** &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Seiring berjalannya waktu, sebagai mahluk sosial pada fitrahnya manusia memiliki rasa untuk berbagi begitupun dengan saya. Ketika sudah berdamai dengan kenyataan, saat itulah saya merasa alangkah baiknya bila  mau berbagi cerita, saling share dengan para orangtua dimana anaknya memiliki gangguan dengar. Karena saya merasa anak-anak itu pada akhirnya akan mengalami apa yang mungkin terjadi pada diri saya dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari jejaring sosial, saya mulai berkenalan dengan orangtua anak yang memiliki gangguan dengar. Dari merekalah akhirnya saya tahu ada beragam faktor yang menyebabkan anak terkena gangguan dengar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi yang terjalin melalui jejaring sosial menjadikan kami semakin dekat. Walaupun kesibukan dan jarak yang memisahkan kami, namun berkat jejaring sosialah kami bisa bertukar cerita, saling berbagi dan menguatkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang ibu menuliskan kegundahannya pada jejaring sosial mengenai kondisi anaknya yang mengalami gangguan dengar, saat itulah saya mencoba menghiburnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;&lt;i&gt;“Anak ibu tak sendiri, sama seperti apa yang saya alami dulu. Apapun masih mungkin untuk anak ibu kelak. Tetap semangat yaa bu.."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Begitupun dengan kebahagiaan. Ketika seorang ibu mengabarkan bagaimana akhirnya proses terapi wicara mulai membawa hasil, dimana anaknya mulai berucap walau masih terpatah-patah. Saat itulah seakan sayapun turun merasakan kebahagian itu. Karena saya tahu tak mudah untuk membuat seorang anak dengan gangguan dengar sedari bayi dilatih berbicara. Karena harus mengajarkan mendengar terlebih dahulu melalui alatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;**** &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Berinteraksi di dunia maya rasanya tak cukup bagi kami. Itulah mengapa secara berkala para orangtua yang memiliki anak dengan gangguan dengar mengadakan parent support dimana tujuannya adalah untuk berbagi secara nyata, dan saling mengenal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senang rasanya ketika bersua dengan anak-anak itu. Walaupun dalam berkomunikasi suara yang keluar masih belum sempurna, setidaknya mereka sudah berusaha menyapa. Ketika kutunjukan alat bantu dengar yang menempel ditelingaku pada seorang anak dan mengatakan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;&lt;i&gt;”Alatnya sama yaa...” &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Anak itu hanya tersenyum dan mengangguk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak itu beruntung mereka ada di era Teknologi Informasi yang sudah berkembang. Dimana kini dengan mudah mencari berbagai informasi melalui media internet. Sehingga tak perlu merasa sendiri sebagaimana yang terjadi pada saya dulu.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;****&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Melalui jejaring sosial siapa sangka sebuah interaksi dunia maya bisa begitu berarti. Yang tadinya tak saling mengenal, bisa begitu dekat bahkan saling menguatkan. Itulah yang saya rasakan betapa hebatnya pengaruh jejaring sosial. &lt;br /&gt;Itu juga mengapa saya bersemangat untuk menyebarkan dan berbagi informasi tentang gangguan dengar. Mencoba mengubah stigma yang melekat pada orang yang mengalami gangguan dengar. Dimana seringkali mendapat padangan aneh akibat alat bantu dengar yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih efektif dan efisien dalam berjejaring sosial, penggunaan ponsel lebih berperan agar bisa terus terhubung. Sebab akses internet melalui ponsel yang semakin murah turut mendukung dalam berinteraksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang yang saya lakukan barulah langkah kecil, namun setidaknya sudah memulai bagimana memanfaatkan penggunaan jejaring sosial. Tak ada yang lebih menyenangkan ketika melihat senyum dan binar dimata anak-anak itu saat bisa berkomunikasi mendengar suara melalui alatnya. Dan menyakinkan bahwa mereka tak sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TAM0CdcOjmI/AAAAAAAAASs/pJmY2aJPHZc/s1600/3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TAM0CdcOjmI/AAAAAAAAASs/pJmY2aJPHZc/s320/3.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Berbagi dalam parent support&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S27dhEQLY7I/AAAAAAAAANA/-clDW-PSeAQ/s1600/Foto_bareng1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S27dhEQLY7I/AAAAAAAAANA/-clDW-PSeAQ/s320/Foto_bareng1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Bersama dengan para orangtua yang kukenal melalui jejaring sosial&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*Ditulis untuk diikut sertakan pada &lt;b style="color: #134f5c;"&gt;&lt;a href="http://pestablogger.com/?p=2819"&gt;Microsoft Bloggership 2011&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;**Foto dok pribadi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-5581499388489271449?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/5581499388489271449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/12/microsoft-bloggership-2011-saling.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/5581499388489271449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/5581499388489271449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/12/microsoft-bloggership-2011-saling.html' title='MICROSOFT BLOGGERSHIP 2011:  Saling Menguatkan Melalui Jejaring Sosial'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TAM0CdcOjmI/AAAAAAAAASs/pJmY2aJPHZc/s72-c/3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-3820388392192381439</id><published>2010-12-08T21:28:00.004+07:00</published><updated>2010-12-13T12:43:20.187+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hearing Aid (Alat Bantu Dengar)'/><title type='text'>Agar Hearing Aid Awet</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TP-VWNY5KEI/AAAAAAAAAXg/pOBZxbQMlbY/s1600/abd.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="128" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TP-VWNY5KEI/AAAAAAAAAXg/pOBZxbQMlbY/s200/abd.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Memiliki gangguan dengar dan tergantung dengan alat tentu saja bukan perkara mudah. Selain rasa tak nyaman juga harus memperhatikan dengan baik alat yang digunakan. Hal ini agar &lt;i&gt;hearing aid&lt;/i&gt; (alat bantu dengar) memiliki masa pakai lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang harus di perhatikan pengguna hearing aid agar alatnya bisa bertahan lama.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hindari, jangan sampai &lt;i&gt;hearing aid&lt;/i&gt; terjatuh atau terbentur benda keras. &lt;br /&gt;Sebab bila terjatuh besar kemungkinan ada bagian yang rusak, mungkin juga pecah. Bila kerusakan masih minimal masih mungkin di betulkan di tempat service hearing aid.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hindari jangan sampai terkena cairan. &lt;br /&gt;Cairan ini bisa berupa keringat, tersiram air, terkena hujan. Untuk itulah ajari anak untuk menghidari alatnya dari cairan. Sebab bila hearing aid (alat bantu dengar) terkena cairan, bisa terjadi konsleting pada kabel yang ada di dalam alatnya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jaga baterai yang di pakai. &lt;br /&gt;Pastikan saat alat tidak di gunakan, keluarkan baterai dari hearing aid (alat bantu dengar). Hal ini untuk menghindari terjadinya karat pada baterai.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jaga kebersihan alat. &lt;br /&gt;Setelah di gunakan, biasakan agar alat selalu di lap dengan kain lembut atau tissu. Jangan sekali-sekali menggunakan cairan pembersih atau air. Hal ini dapat merusak komponen hearing aid (alat bantu dengar).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ganti Earmold bila di rasa tak nyaman. &lt;br /&gt;Penting sekali mengganti earmold yang dirasa sudah tak nyaman di kenakan, bisa karena kotor atau sering lepas dari tube (selang penghubungnya).&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lakukan service secara berkala. &lt;br /&gt;Service ini bisa dilakukan dengan rentang waktu 6-7 bulan sekali. Service sekedar mengecek apakah alatnya masih berfungsi dengan baik atau ada komponen yang sudah tak layak. Penting sekali untuk melakukan service secara berkala. Hal ini untuk mengjindari kerusakan lebih parah pada hearing aid (alat bantu dengar).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dari penjelasan di atas terkesan ribet. Tapi yakinlah bila sudah terbiasa semua akan dengan mudah dilakukan. Seperti hearing aid yang saya gunakan bisa berumur panjang yaitu sekitar 4-6 tahun masa pakai. Dengan usia pakai yang&amp;nbsp; panjang tentunya bisa lebih berhemat kaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusnita Febri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-3820388392192381439?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/3820388392192381439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/12/agar-hearing-aid-awet.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/3820388392192381439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/3820388392192381439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/12/agar-hearing-aid-awet.html' title='Agar Hearing Aid Awet'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TP-VWNY5KEI/AAAAAAAAAXg/pOBZxbQMlbY/s72-c/abd.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-1228073185058853687</id><published>2010-11-16T23:13:00.004+07:00</published><updated>2010-12-18T00:43:48.259+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Cerita dari Parenting Support Tentang Proses Mendengar dan Berbicara</title><content type='html'>Parenting support merupakan pertemuan yang diadakan 3 bulan sekali dimana bertujuan sebagai sarana berbagi diantara para orangtua anak dengan gangguan dengar. Melalui acara ini diharapkan para orangtua tetap bersemangat untuk berusaha yang terbaik bagi anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertemuan yang diadakan pada hari minggu 4 November 2010 pukul 10.00 WIB bertempat di ruang Seruni Taman bunga Wiladatika Cibubur, membahas mengenai &lt;b&gt;"Bagaimana Proses Mendengar dan Berbicara yang Baik pada Anak dengan Gangguan Dengar"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pembicara kali ini adalah &lt;b&gt;Ibu Ir. Nora Amelda Rizal, M. Sc. (Eng), MM&lt;/b&gt;&amp;nbsp; dimana beliau juga merupakan orangtua anak dengan gangguan dengar usia TK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasan kali ini, dijelaskan bagaimana proses berbahasa seorang anak. Proses mengenal bahasa pada seorang anak sangat dipengaruhi oleh suara yang didengar. Dalam hal ini telinga memegang peranan penting bagaimaan anak menirukan suara dan mengenal bahasa. Itulah mengapa bila telinga mengalami gangguan dengar maka akan terjadi gangguan berbicara pada seorang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKq4zqbYrI/AAAAAAAAAXM/fiJQ4R4CuSE/s1600/11.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKq4zqbYrI/AAAAAAAAAXM/fiJQ4R4CuSE/s320/11.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;ibu Nora menjelaskan bagaimana proses mendengar dan berbicara &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui rentang usia 1-2 tahun adalah masa dimana anak mulai mengenal kosa kata dan belajar berbicara. Pada usia ini anak-anak akan menirukan apa saja yang didengarnya. Namun pada anak yang mengalami gangguan dengar proses berbicara ini menjadi terhambat akibat tak adanya respon suara yang sampai ke bagian otak. Maka ketika seorang anak terdeteksi mengalami gangguan dengar, maka perlu &lt;i&gt;hearing aid&lt;/i&gt; (Alat Bantu Dengar) agar anak tersebut bisa belajar mendengar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKsDMkpdnI/AAAAAAAAAXU/TYJ9z-WS860/s1600/3a.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKsDMkpdnI/AAAAAAAAAXU/TYJ9z-WS860/s320/3a.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;para orangtua serius mendengarkan penjelasan ibu Nora&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan pula selain penggunaan hearing aid, anak dengan gangguan dengar perlu diberikan terapi wicara dan AVT (&lt;i&gt;Audio Verbal Therapy&lt;/i&gt;). Hal ini agar anak mengerti arti dari kata-kata yang diucapkannya. Lalu juga mengenai perbedaan jenis &lt;i&gt;hearing aid&lt;/i&gt; (Alat Bantu Dengar). Yang terpenting dari &lt;i&gt;hearing aid&lt;/i&gt; (Alat Bantu Dengar) adalah bahwa alat itu harus cocok dengan pengguna. Proses pengenalah bahasa pada anak dengan gangguan dengar setelah pemasangan alat adalah 1,5 tahun. Sebab anak harus membiasakan dulu dengan suara yang didengar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKsMQwaYOI/AAAAAAAAAXY/Q6ktNzJx-EI/s1600/20.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKsMQwaYOI/AAAAAAAAAXY/Q6ktNzJx-EI/s320/20.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;saling berbagi, walau memang belum selesai proses yang dijalani anaknya,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; setidaknya ada perubahan pada proses berbahasa dan berbicara&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setelah akhir sesi penyampaian materi, diadakan sharing diantara para orangtua. Pada sesi ini orangtua bisa berbagi pengalaman dan bagaimana menangani anaknya. Sebab setiap anak itu unik dan tentunya juga beda dalam menanganinya. Yang lebih penting lagi adalah harus sabar dalam proses mengajarkan anak yang mengalami gangguan dengar untuk mengenal suara dan berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKre7bXWBI/AAAAAAAAAXQ/8BPTgnkt3y0/s1600/5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKre7bXWBI/AAAAAAAAAXQ/8BPTgnkt3y0/s320/5.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Menur yang menggunakan hearing aid sudah lancar membaca,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;walau ada beberapa kata masih belum sempurna diucapkan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Syukurlah pada pertemuan kali ini dihadiri oleh banyak orangtua anak dengan gangguan dengar. Diharapkan dengan mengikuti pertemuan ini para orang tua yang memiliki anak dengan gangguan dengar untuk tidak menyerah, membiarkan anaknya begitu saja. Tetapi bisa lebih termotivasi demi masa depan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai jumpa di pertemuan berikutnya..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-1228073185058853687?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/1228073185058853687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/11/cerita-dari-parenting-support-tentang.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/1228073185058853687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/1228073185058853687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/11/cerita-dari-parenting-support-tentang.html' title='Cerita dari Parenting Support Tentang Proses Mendengar dan Berbicara'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKq4zqbYrI/AAAAAAAAAXM/fiJQ4R4CuSE/s72-c/11.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-6726176316113722992</id><published>2010-11-09T10:03:00.001+07:00</published><updated>2010-12-18T00:52:39.643+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parent Support'/><title type='text'>Sharing Parents Jakarta</title><content type='html'>Yayasan AKRAB (&lt;b&gt;AK&lt;/b&gt;u bisa denga&lt;b&gt;R&lt;/b&gt; d&lt;b&gt;A&lt;/b&gt;n &lt;b&gt;B&lt;/b&gt;icara) akan mengadakan &lt;i&gt;Sharing Parents with Hearing Impairement Children&lt;/i&gt;. Dimana pertemuan rutin ini sebagai sarana menggali ilmu serta support. Acara ini akan diadakan pada&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari /Tanggal :&amp;nbsp; &lt;b&gt;Minggu, 14 November 2010 &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jam&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; : &lt;b&gt;10.00 WIB&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : &lt;b&gt;Taman Bunga Wiladatika Cibubur - Saung Seruni&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : &lt;b&gt;Bagaimana Proses Mendengar dan Berbicara yang Baik pada Anak Dengan Gangguan Pendengaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Narasumber&amp;nbsp; :&amp;nbsp; &lt;b&gt;Ibu Ir. Nora Amelda Rizal, M. Sc. (Eng), MM&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;...GRATIS...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konfirmasi:&lt;br /&gt;Ibu Dion 0811150315&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Ibu Dwi&amp;nbsp; 0818186066&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini terbuka untuk orangtua, keluarga yang memiliki anak gangguan dengar. Untuk itu mohon bila anda mengenal orangtua yang memiliki anak dengan gangguan dengar di Jakarta dan sekitarnya, tolong informasikan acara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-6726176316113722992?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/6726176316113722992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/11/sharing-parents-jakarta.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/6726176316113722992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/6726176316113722992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/11/sharing-parents-jakarta.html' title='Sharing Parents Jakarta'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-4945578017979922697</id><published>2010-11-02T14:31:00.001+07:00</published><updated>2010-11-12T22:26:36.107+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#pb2010'/><title type='text'>Catatan Dari Pesta Blogger+ 2010 Jakarta</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TM-2jwHZOnI/AAAAAAAAAWU/9_EjtgubjN0/s1600/pb2010.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="100" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TM-2jwHZOnI/AAAAAAAAAWU/9_EjtgubjN0/s200/pb2010.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pesta blogger Kembali di gelar tepatnya di Rasuna Epicentrum Walk Kuningan pada hari Sabtu 30 Oktober 2010. Kali ini dengan tema "Merayakan Keberagaman."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesta blogger yang begitu berwarna, ada canda, tawa, ceria jumpa teman yang tadinya hanya kenal di dunia maya. Bertemu secara nyata menjadikan kami semakin akrab. Apalagi ketika mengetahui banyak blogger dari luar Jakarta yang sengaja datang untuk mengikuti Pesta Blogger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiket Pesta Blogger sama seperti tahun lalu yaitu hanya Rp.50.000,- dengan harga tiket itu peserta sudah bisa mendapatkan macam-macam yaitu souvenir, makan siang, snack. Belum lagi banyak yang bisa di dapatkan secara gratisan di stand yang menjadi sponsor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Pesta Blogger bersama teman-teman dari komunitas MPID (Multiply Indonesia)&amp;nbsp; melakukan pengalangan dana untuk korban bencana Wasior, Mentawai, dan Merapi dengan cara menjual film pendek + pin seharga Rp.25.000/DVD. Dimana film ini dibuat oleh teman-teman seniman multiply yang menceritakan tentang keberagaman. Hasil penjualan DVD ini akan didonasikan, tanpa ada potongan apapun. Syukurlah penjualannya mendapat respon baik.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TM-36dRQceI/AAAAAAAAAWY/xDB9w8VpKxU/s1600/PB_mpid26.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TM-36dRQceI/AAAAAAAAAWY/xDB9w8VpKxU/s320/PB_mpid26.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Berada di stand MPID bersama Anazkia, mba Winny&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Senang rasanya bisa ikut kesibukan di stand Multiply. Itulah mengapa pada Pesta blogger kali ini saya tak mengikuti break sesion karena bergantian dengan teman-teman menjaga stand.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pesta blogger ini juga menjadi kejutan untuk saya. Karena ternyata tulisan saya memenangi dua lomba menulis. Yaitu sebagai juara 3 untuk lomba Writing Contest “Merayakan Keragaman”. Dan Juara 3 pula untuk lomba XL Writing Contest dengan Tema "Pemanfaatan Media sosial". Daftar pengumuman lomba ada di &lt;b style="color: blue;"&gt;&lt;a href="http://pestablogger.com/?p=2409"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TN1ck9ovYHI/AAAAAAAAAWo/VestC3EDDNg/s1600/xl_writingcontest.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TN1ck9ovYHI/AAAAAAAAAWo/VestC3EDDNg/s320/xl_writingcontest.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Bersama Pemenang XL Writing Contest PB2010&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TN1bZFHiEtI/AAAAAAAAAWg/yEMYXjeJTig/s1600/Re-exposure+of+IMG_3235.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TN1bZFHiEtI/AAAAAAAAAWg/yEMYXjeJTig/s320/Re-exposure+of+IMG_3235.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Bersama pemenang Writing Contest PB 2010&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan memenangkan lomba ini, saya rajin menulis untuk blogspot. Berbagi tentang permasalah gangguan dengar, dan apa yang dirasakan. Mudah-mudahan dengan tulisan bisa membantu memberikan informasi mengenai gangguan dengar dari sudut pandang saya sebagai pengguna &lt;i&gt;hearing aid&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TN1cH-SlSfI/AAAAAAAAAWk/atVqndGU9NY/s1600/dengan+teman2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TN1cH-SlSfI/AAAAAAAAAWk/atVqndGU9NY/s320/dengan+teman2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;bersama teman-teman komunitas multiply&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih juga untuk teman-teman di blogspot.&lt;br /&gt;Dan sampai jumpa di Pesta Blogger 2011&lt;br /&gt;__________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*foto dok.pribadi dan &lt;b&gt;&lt;a href="http://pancaputri08.multiply.com/"&gt;http://pancaputri08.multiply.com&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-4945578017979922697?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/4945578017979922697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/11/catatan-dari-pesta-blogger-2010-jakarta.html#comment-form' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/4945578017979922697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/4945578017979922697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/11/catatan-dari-pesta-blogger-2010-jakarta.html' title='Catatan Dari Pesta Blogger+ 2010 Jakarta'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TM-2jwHZOnI/AAAAAAAAAWU/9_EjtgubjN0/s72-c/pb2010.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-2904498689958536353</id><published>2010-10-22T23:34:00.004+07:00</published><updated>2010-10-29T20:14:55.959+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#xlcontest'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#pb2010'/><title type='text'>Berbagi Melalui Media Sosial</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://pestablogger.com/?p=2294"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TMG503YhMvI/AAAAAAAAAWQ/fyMNAfQCJ9w/s1600/XL.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pada fitrahnya manusia adalah mahluk sosial, dimana membutukan suatu media untuk saling berinteraksi antara satu dengan lainnya. Melalui media sosial itulah bisa saling berbagi, bertukar informasi tanpa ada sekat yang membatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menyadari bahwa diri ini berbeda, kadang terlintas ada rasa tak terima. Rasa mengelak pada kenyataan yang ada. Namun bila mau mengakui bahwa dari yang berbeda itu ada banyak cerita untuk dibagi. Ada semangat yang bisa di tularkan, agar tidak menyerah pada keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari media sosial, aku mulai mencari anak-anak yang sama denganku. Dimana anak-anak itu juga mengalami gangguan dengar. Satu persatu kujalin kontak dengan orangtuanya. Tak mudah memang menemukan meraka, dan mengetahui bagaimana keadaan anak-anak itu sebenarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berinteraksi melalui media sosial yang berupa blog, membaca share orangtua mengenai anaknya yang mengalami gangguan dengar seakan aku pun merasa itu adalah diriku juga. Ternyata anak-anak itu mengalami hal yang sama kurasakan dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin seringnya berinteraksi, menjadikan kami semakin dekat. Saling menguatkan, agar tak putus asa pada keadaan. Betapa melalui kekuatan media online sebuah kata begitu berarti dan begitu bermakna bagi kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali orang menganggap remeh akan peranan media sosial. Banyak yang menganggap hanya digunakan untuk bersenang-senang saja. Itulah mengapa seringkali media sosial menerima tundingan negatif dari berbagai pihak. Padahal media sosial bisa dimanfaatkan secara luas. Melalui media sosial banyak informasi yang bisa di sebarkan. Itulah yang kurasakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melaui media sosial aku menyebarkan tentang berbagai hal mengenai gangguan dengar dan bagaimana stigma yang melekat pada orang yang mengalami gangguan dengar. Lalu mengenai bagaimana rasanya hidup tergantung pada sebuah alat yang menempel di telinga. Sehingga seringkali dipandang aneh oleh orang sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun mungkin yang kulakukan tak seberapa, setidaknya&amp;nbsp; melalui media sosial aku telah mencoba untuk berbagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________________________&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*ditulis untuk memeriahkan &lt;a href="http://pestablogger.com/?p=2294"&gt;Lomba Blog XL&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-2904498689958536353?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/2904498689958536353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/10/berbagi-melalui-media-sosial.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/2904498689958536353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/2904498689958536353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/10/berbagi-melalui-media-sosial.html' title='Berbagi Melalui Media Sosial'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TMG503YhMvI/AAAAAAAAAWQ/fyMNAfQCJ9w/s72-c/XL.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-4842982837377407400</id><published>2010-10-17T23:15:00.013+07:00</published><updated>2010-10-29T09:05:48.632+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#pb2010'/><title type='text'>Terlahir Berbeda pun Bagian Dari Keberagaman</title><content type='html'>Andaikan saja manusia tahu apa yang akan terjadi padanya nanti, pasti sudah disiapkan segalanya sejak dini. Bilamana sejak awal manusia bisa memahami kekurangan dirinya, tentu akan diperbaikinya. Jikalau ketika dilahirkan manusia sudah diberi rahasia kehidupan yang akan di jalani, bisa jadi kehidupannya sekarang jauh lebih tegar dalam menghadapi hambatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia tak pernah tahu dan tak bisa memilih seperti apa hidupnya nanti. Begitupun dengan diriku. Aku tak menyadari bahwa diri ini berbeda. Aku teringat saat usiaku 11 tahun, bersekolah di SD Inpres. Terlontar sebuah kalimat dari anak lain yang melihatku sebagai orang yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu tak bisa mendengar yaa... Kok ada alat ditelingamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam. Kuraba telingaku, kurasakan alat yang menempel pada daun telinga. Aku pun tersentak menyadarinya. Yaa.. Tuhan.. kalimat singkat itu menyadarkanku. Ternyata aku berbeda dengan anak lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, mengapa baru kusadari diriku berbeda. Harusnya aku tahu, begitu ibu membawa ke klinik untuk memeriksakan pendengaranku, kemudian membelikan alat pedengar dan memasangkannya pada telingaku. Harusnya aku segera sadar, bahwa alat itu yang membuat diriku terlihat bebeda. Harusnya aku tahu, ada yang aneh dengan diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari setelah menyadari bahwa diri ini berbeda, sungguhlah tak mudah. Ada perang batin, ada rasa marah. Aku marah pada-MU Tuhan. Karena aku berbeda dengan anak lain! &lt;br /&gt;Tapi bagaimana mungkin aku menggugat Tuhan yang sudah membuat lakon hidup untukku? &lt;br /&gt;Bukankah aku hanya manusia yang berperan sesuai dengan skenario yang sudah di tentukan. Jadi laksanakan peran itu sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersekolah di sekolah umum dengan murid beraneka ragam dan karakter. Menjadi murid paling aneh sendiri dengan alat yang menempel pada telingaku. Makin memperjelas akan perbedaan itu. Tak enak rasanya menjadi orang paling beda. Ketika melenggang di koridor sekolah, berpapasan dengan murid lain, maka mereka akan memperhatikan diriku. Ah, tidak lebih tepatnya mereka memperhatikan apa yang tertempel di telingaku. Yaa, alat itu memang aneh, bentuknya melengkung. Tak sedap dipandang mata. Selang pengubung pada cetakan telinga membuat penasaran orang lain yang melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berteman akupun kesulitan, tak semua anak mau berteman denganku. Hanya beberapa saja. Berganti jenjang pendidikan, maka berakhirlah pertemanan itu karena kami berbeda sekolah. Itulah mengapa jangan pernah tanyakan siapa teman akrabku di sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu kali kutanyakan pada ibu, mengapa aku tak dipindahkan saja ke sekolah khusus. Dimana murid-muridnya sama seperti diriku. Namun yang kudapat hanya sebuah senyuman. Yaa ibu sengaja membiarkanku menemukan sendiri jawaban itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa sekolah dilewati dengan hasil biasa saja menurutku. Tapi bagi ibu, bisa melewati pendidikan di sekolah umum adalah prestasi sendiri buatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kuliah akhirnya aku tahu apa arti senyum dari pertanyaan itu. Ternyata ibu sengaja tak menyekolahkanku di sekolah khusus. Karena ibu ingin aku menyadari ada perbedaan dalam hidup. Ada keanekaragaman disana. Bahwa aku yang berbeda merupakan bagian yang ada dari keragaman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuliah adalah masa yang menyenangkan. Aku tak lagi berkecil hati karena merasa aneh dan berbeda karena ada banyak perbedaan dalam lingkup kampus. Tak heran ketika menemukan teman yang menurut orang lain mungkin aneh. Entah mengapa dalam pendanganku terasa biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun ketika pada akhirnya aku terjun di masyarakat, tak ada rasa syok karena dipandang berbeda. Ketika tak semua orang bisa menerima keberadaan diri ini, aku memakluminya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menemukan anak-anak yang senasib denganku. Dimana merasa bimbang ketika tahu mereka berbeda, entah mengapa aku tergerak mendekatinya. Aku hanya ingin menyapaikan pada mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau tak sendiri dik, kita sama. Namun jangan pernan berkecil hati. Kita pun bagian dari mereka yang beranekaragam. Tunjukan bahwa kau bisa dengan segala perbedaan dan keterbatasanmu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan memang telah membuat skenario untuk setiap manusia. Akupun akhirnya memahami skenario itu, dan berusaha menjalankan peranku dengan baik. Menjadi berbeda akhirnya membuatku sadar, bahwa itu adalah bagian dari karunia-Nya. Jangan malu menjadi berbeda. Bagaimanapun pebedaan itulah yang membuat keberagaman mewarnai hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://multiply.com/mu/nitafebri/image/3QXTVl0Gxxl+hFruFbipTQ/photos/1M/1200x1200/154/sharing-ATR.jpg?et=EBQDZDPN3vQ4gl4ZlzpFxQ&amp;amp;nmid=0" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://multiply.com/mu/nitafebri/image/3QXTVl0Gxxl+hFruFbipTQ/photos/1M/1200x1200/154/sharing-ATR.jpg?et=EBQDZDPN3vQ4gl4ZlzpFxQ&amp;amp;nmid=0" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;anak-anak yang kukenal di dunia maya, mereka berbeda dan tak sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;-----------------------------------------------------------------------------&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;*dituliskan untuk&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;a href="http://writingcontest.pestablogger.com/"&gt;writing contest Pesta Blogger 2010&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; dan teman-teman kecilku&lt;br /&gt;**Foto dok.pribadi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-4842982837377407400?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/4842982837377407400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/10/terlahir-berbeda-pun-bagian-dari.html#comment-form' title='42 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/4842982837377407400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/4842982837377407400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/10/terlahir-berbeda-pun-bagian-dari.html' title='Terlahir Berbeda pun Bagian Dari Keberagaman'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>42</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-2816683896665779430</id><published>2010-10-05T12:39:00.001+07:00</published><updated>2010-10-05T12:40:09.401+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hearing Aid (Alat Bantu Dengar)'/><title type='text'>Earmold pun Harus di Perhatikan</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;Untuk orang yang memiliki gangguan dengar dan menggunakan hearing aid / alat bantu dengar (ABD). Earmold pada alat bantu dengar juga harus di perhatikan. Earmold adalah cetakan telinga yang berfungsi agar suara dari alat bantu dengar bisa di dengar dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Earmold yang tidak cocok dan tidak pas di telinga akan menyebabkan bunyi feedback pada alat bantu dengar. Hal ini dapat menggangu kenyaman dalam mendengar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TKq5CLLI_cI/AAAAAAAAAWI/xemtTJ_rUno/s1600/earmold_full.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TKq5CLLI_cI/AAAAAAAAAWI/xemtTJ_rUno/s1600/earmold_full.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TKq5CLLI_cI/AAAAAAAAAWI/xemtTJ_rUno/s1600/earmold_full.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pada anak-anak, harus di perhatikan dengan baik mulai dari bahan sampai tipe. Untuk anak-anak disarankan menggunakan menggunakan earmold yang lembut dalam hal ini menggunakan bahan silicon.&lt;br /&gt;Selain itu itu gunakan earmold bertipe full &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;-lihat gambar-&lt;/span&gt;, dimana menutupi seluruh lubang telinga sampai ke sela-sela telinganya. Hal ini dimaksudkan agar earmold tidak mudah lepas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan, akan sering terjadi penggantian earmold. Untuk itulah  mengapa pada anak-anak, earmold di ganti setiap 3-4 bulan sekali. Tentu saja mencetak earmold yang baru juga membutuhkan biaya. Untuk mencetak earmold biayanya sekitar Rp.65.000 s/d Rp.85.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk saya sendiri biasanya 6 bulan -1 tahun sekali menganti earmold. Sebab bila tak diganti dapat mempengaruhi kenyamanan dalam mendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kesannya ribet sekali dalam menggunakan hearing aid / alat bantu dengar (ABD). Sebab banyak sekali yang harus di perhatikan. Namun untuk saya sendiri tetap biasa saja. Lagipula sudah sepantasnya alat yang membantuku dalam mendengar memang perlu mendapat perhatian.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-2816683896665779430?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/2816683896665779430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/10/earmoldpun-harus-di-perhatikan.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/2816683896665779430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/2816683896665779430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/10/earmoldpun-harus-di-perhatikan.html' title='Earmold pun Harus di Perhatikan'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TKq5CLLI_cI/AAAAAAAAAWI/xemtTJ_rUno/s72-c/earmold_full.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-1746803540188690341</id><published>2010-09-23T11:59:00.005+07:00</published><updated>2010-12-18T00:57:05.333+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parent Support'/><title type='text'>Update Blog dan Parenting Support Bandung</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sudah lama Tak update Blogspot.&lt;br /&gt;Libur Lebaran, Kemudian kesibukan, Komputer Rusak menghambat jadwal update yang dibuat minimal seminggu sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal menulis mungkin ada kata-kata dalam tulisan dan reply yang tidak berkenan. Untuk itulah mumpung masih bulan syawal, maka ijinkanlah saya mengucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Selamat Idul Fitri 1431 H &lt;br /&gt;Mohon maaf lahir dan batin&lt;/b&gt; "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Orangtua yang memiliki anak dengan gangguan dengar atau kenalan dengan anak gangguan dengar yang berdomilisi di Bandung dan sekitarnya. Yayasan AKRAB (&lt;b&gt;AK&lt;/b&gt;u bisa denga&lt;b&gt;R&lt;/b&gt; d&lt;b&gt;A&lt;/b&gt;n &lt;b&gt;B&lt;/b&gt;icara) mengadakan parenting support yang di adakan pada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hari&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; :&amp;nbsp; Minggu&lt;br /&gt;Tanggal&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; 3 Oktober 2010&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Waktu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 14.00 WIB&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Tempat &amp;nbsp; :&amp;nbsp; kediaman Ibu royke (ibu seorang ATR)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; Permata Cimahi,&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jl. Permata Raya blok A2 no 21.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Cimahi, Bandung&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; No telp 022-6651205&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan parenting support ini bisa saling menguatkan sekaligus menambah pengetahuan sesama orangtua bagaimana mendidik anak dengan gangguan dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini GRATISS tidak di pungut biaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-1746803540188690341?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/1746803540188690341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/09/update-blog-dan-parenting-support.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/1746803540188690341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/1746803540188690341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/09/update-blog-dan-parenting-support.html' title='Update Blog dan Parenting Support Bandung'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-5481469309916308625</id><published>2010-09-07T17:45:00.002+07:00</published><updated>2010-11-02T23:41:03.369+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Saat Hearing Aid Memberikan Perubahan</title><content type='html'>&lt;div style="color: #783f04; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Apakah anak-anak yang terdeteksi terkena gangguan dengar tak lagi bisa mendengar suara?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Ternyata tidak, dengan &lt;i&gt;hearing aid&lt;/i&gt; (Alat Bantu Dengar) anak-anak tersebut ternyata masih bisa mendengar dan meresepon suara yang ada disekitarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Namanya Liloeth usianya hampir 20 bulan, saya pernah menceritakan di postingan ini &lt;a href="http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/03/jangan-putus-asa-yaa.html"&gt;&lt;b&gt;Jangan Putus Asa yaa&lt;/b&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Liloeth kini sudah mengenakan hearing aid (alat bantu dengar) selama hampir 3 bulan. Walau untuk mendapatkan hearing aid yang tak mudah sebab harganya yang mahal. Namun syukurlah orangtuanya tak berputus asa. Tetap mengusahakan yang terbaik untuk putrinya. Dan memang Allah mendengar apa yang di harapkan ibunda Liloeth.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Saat mengetahui bahwa Liloeth sudah mengenakan hearing aid (alat bantu dengar) tentu senang. Berharap alat tersebut bisa memberi manfaat padanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Selama ini komunikasi dengan ibunda liloet hanya dilakukan lewat media jejaring multiply. Saling sharing mengenai permasalahan hearing aid.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Terakhir kali bertemu dengan Liloeth dan orangtuanya pada acaranya parenting support di cibubur. Betapa senangnya melihatnya sekarang ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Dengan hearing aid, ia merespon suara yang ada. Dan tentu saja, Liloeth kini lebih ceriwis dari pada sebelum mengenakan alat. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Walaupun memang untuk berbicara belumlah sefasih anak seusianya. Setidaknya beberapa kata sudah mulai keluar dari bibir mungilnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sebuah langkah kecil yang menggembirakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Semoga kedepan hearing aid membawa manfaat padanya. Dan tentu saja peran orangtua tetap dibutuhkan untuk perkembangan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TIYWK9wYT-I/AAAAAAAAAVo/ZxWlld1x5VQ/s1600/liloetha.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TIYWK9wYT-I/AAAAAAAAAVo/ZxWlld1x5VQ/s320/liloetha.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Liloeth sudah pintar bergaya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-5481469309916308625?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/5481469309916308625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/09/saat-hearing-aid-memberikan-perubahan.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/5481469309916308625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/5481469309916308625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/09/saat-hearing-aid-memberikan-perubahan.html' title='Saat Hearing Aid Memberikan Perubahan'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TIYWK9wYT-I/AAAAAAAAAVo/ZxWlld1x5VQ/s72-c/liloetha.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-7626142325653916137</id><published>2010-08-24T14:02:00.006+07:00</published><updated>2010-08-24T15:36:30.134+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Di SMP Saatnya ATR Belajar Beradaptasi Dengan Cepat</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Ketika seorang anak yang memiliki gangguan dengar bersekolah di &lt;b&gt;SMP&lt;/b&gt;  (Sekolah Menengah Pertama) tentu akan merasakan perbedaan. Sebab berbeda dengan SD (Sekolah Dasar), dimana selain pelajaran yang makin bertambah, sistem belajarpun menjadi berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini seorang anak tuna rungu (ATR) atau anak dengan gangguan dengar yang bersekolah di &lt;b&gt;SMP&lt;/b&gt; umum dituntut untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan sekolahnya yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mudahkah beradaptasi saat berada di SMP?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tentu bukan hal yang mudah, karena anak dengan gangguan dengar harus dibiasakan mengenal suara dan gaya bicara guru yang mengajar di &lt;b&gt;SMP&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apa yang harus dilakukan orangtua dengan anak yang memiliki gangguan dengar saat bersekolah di &lt;/b&gt;&lt;b&gt;SMP?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beritahu kepada wali kelas mengenai kondisi anaknya yang mengalami gangguan dengar. Ini bukan berarti meminta perlakukan istimewa, tetapi agar guru paham bagaimana kondisi anak dengan dengan gangguan dengar. Sehingga apabila anak mengalami kesulitan dengan mata pelajaran tertentu wali kelas bisa berbicara pada guru mata pelajaran tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beri pemahaman pada anaknya, bahwa di &lt;b&gt;SMP&lt;/b&gt; satu guru mengajar satu mata pelajaran. Tidak lagi sama seperti SD.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beri dukungan pada anaknya agar tidak minder sekolah di &lt;b&gt;SMP&lt;/b&gt; umum.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Tak bisa dipungkiri saat &lt;b&gt;SMP&lt;/b&gt; aku pun kesulitan menangkap apa yang diajarkan oleh salah seorang guru mata pelajaran. Hal ini disebabkan guru tersebut tidak memiliki artikulasi bicara yang baik. Karena guru tersebut sudah sulit untuk memperbaiki artikulasinya. Untuk itulah murid dengan gangguan dengar harus cerdik mencari cara lain agar tidak tertinggal pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lalu apa yang kulakukan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Saat itu yang kulakukan adalah dengan lebih giat membaca materi pelajaran melalui buku-buku penunjang. Selain itu untuk catatan yang di dikte, jangan pernah sungkan meminjam catatan pada teman yang lain. Buang rasa malu akibat ketinggal dalam hal mecatat pelajaran yang di dikte. Sebab pasti ada teman yang mengerti kekurangan dalam hal mendengar, dan dengan senang hati membantu. Maka dari itu seorang anak dengan gangguan dengar jangan malu mengakui apa kekurangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibilang masa &lt;b&gt;SMP&lt;/b&gt; ini adalah masa peralihan dari dunia anak-anak menjadi remaja. Pada masa &lt;b&gt;SMP&lt;/b&gt; ini pula seorang anak dengan gangguan dengar makin sadar akan keberadaan dirinya yang berbeda. Tak dipungkiri pula masalah yang ada, akan semakin kompleks. Disinilah peran orangtua diharapkan untuk menguatkan anaknya agar tetap percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa &lt;b&gt;SMP&lt;/b&gt; ini juga saatnya seorang anak dengan gangguan dengar belajar beradaptasi secara cepat. Karena ketika seorang anak melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi yaitu SMA (Sekolah Menengah Atas) kemudian kuliah. Maka diharapkan proses adaptasi terhadap lingkungan belajarnya bisa berlangsung lancar sebab saat di &lt;b&gt;SMP&lt;/b&gt; anak sudah belajar bagaimana beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan guru-guru yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*diposting dalam rangka mendukung gerakan SEO postif untuk kata &lt;b&gt;"SMP"&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;oleh &lt;b style="color: blue;"&gt;&lt;a href="http://manajemenemosi.blogspot.com/2010/08/smp.html"&gt;manajemen emosi&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-7626142325653916137?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/7626142325653916137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/08/di-smp-saatnya-atr-belajar-beradaptasi.html#comment-form' title='24 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/7626142325653916137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/7626142325653916137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/08/di-smp-saatnya-atr-belajar-beradaptasi.html' title='Di SMP Saatnya ATR Belajar Beradaptasi Dengan Cepat'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-273442945807822649</id><published>2010-08-16T23:54:00.000+07:00</published><updated>2010-08-16T23:54:02.790+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hearing Aid (Alat Bantu Dengar)'/><title type='text'>Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika ATR akan sholat</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Tidak seperti anak yang berpendengaran normal, pada anak yang mengenakan &lt;i&gt;hearing aid &lt;/i&gt;(alat bantu dengar) ada hal yang harus di perhatikan ketika orangtua mengajarkan anak sholat.&amp;nbsp; Apalagi di bulan Ramadan seperti saat ini, tentunya anak TR pun tidak ingin ketinggalan bisa ikut sholat berjamaah di mesjid bersama kawan-kawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa hal yang sangat penting diperhatikan untuk anak yang mengenakan &lt;i&gt;hearing aid&lt;/i&gt; (alat bantu dengar) ketika akan sholat:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pastikan saat berwudhu &lt;i&gt;hearing aid &lt;/i&gt;di lepas dari telinga. Simpan di tempat yang aman agar tidak terkena percikan air. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pastikan telinga dikeringkan dahulu sebelum mengenakan hearing aid. Untuk itu penting sekali selalu membekali anak TR dengan saputangan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada anak perempuan untuk menghindari agar hearing aid tidak menimbulkan feedback, maka saat mengenakan mukena tali pengikat sebaiknya tidak berada pada bagian telinga. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Untuk anak perempuan yang mengenakan jilbab. Pilih jilbab yang tidak ketat dibagian telinga. Bila mengenakan dalaman, ada baiknya untuk anak perempuan ikatannya tidak terlalu kencang. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Memang sebagai orang terkena gangguan dengar ritual sholat pastinya akan menjadi lebih ribet dengan adanya alat yang harus dijaga.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Namun bagaimanapun juga melalui alat itulah seorang anak yang memiliki kebutuhan khusus dalam mendengar, diajarkan lebih sabar dan telaten serta menghargai alatnya sebagai bagai bagian dari telinganya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-273442945807822649?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/273442945807822649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/08/beberapa-hal-yang-harus-diperhatikan.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/273442945807822649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/273442945807822649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/08/beberapa-hal-yang-harus-diperhatikan.html' title='Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika ATR akan sholat'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-7032242136915695587</id><published>2010-08-09T16:45:00.001+07:00</published><updated>2010-08-09T23:05:09.362+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Cerita dari Parenting support tentang Terapi Wicara</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Parenting Support kembali diadakan di Taman bunga Wiladatika gd.Seruni Cibubur pada hari minggu, 8 Agustus 2010 pukul 10.00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema acara kali ini :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Peranan Terapi Wicara dalam Penanganan Anak Tuna Rungu"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pembicara kali ini adalah &lt;b&gt;Dwi Yanti, A.Md.TW&lt;/b&gt; dimana beliau juga merupakan orangtua anak tunarungu yang masih harus diterapi wicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembahasan kali ini ditekankan pentingnya peranan terapi wicara pada anak tunarungu. Berbeda dengan anak yang mengalami autisme. Pada anak yang mengalami gangguan dengar. Lebih di tekankan pengenalan suara melalui &lt;i&gt;hearing aid&lt;/i&gt; (alat bantu dengar) yang dikenakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://images.nitafebri.multiply.com/image/4/photos/24/600x600/8/Resize-of-IMG-2752.jpg?et=LA3mK5YHWwZYJ%2CmakIE%2BKg&amp;amp;nmid=356266564" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="http://images.nitafebri.multiply.com/image/4/photos/24/600x600/8/Resize-of-IMG-2752.jpg?et=LA3mK5YHWwZYJ%2CmakIE%2BKg&amp;amp;nmid=356266564" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;ibu Dwi menerangkan tentang terapi wicara&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang mengalami gangguan dengar biasanya tidak tahu seperti apa bentuk suara itu. Tidak seperti anak yang berndengaran normal, dimana pengenalan suara terjadi secara alami sejak anak tersebut baru lahir. Untuk anak tunarungu pengenalan suara dilakukan dengan dengan penuh tahapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengenaan alat menjadi begitu penting sebab melalui hearing aid (alat bantu dengar), anak akan diajarkan mengenal suara dan bagaimana mengeluarkan suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi wicara pada anak yang mengalami gangguan dengar bukan sekedar agar anak  bisa bersuara dan mengeluarkan kata-kata. Tetapi lebih dari itu. Terapi wicara ini juga maksudkan agar anak mengerti kata yang diucapkan. Sebab seringkali anak suka meniru apa yang dilihat dan didengar tanpa mengetahui arti kata yang ditirukan. Tentu tak ada orangtua yang mau anaknya hanya sekedar peniru saja tanpa memahami apa yang diucapkan.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://images.nitafebri.multiply.com/image/2/photos/24/600x600/9/26.jpg?et=A2kDrH2Ko1CxtRVYDyEEDw&amp;amp;nmid=356266564" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="http://images.nitafebri.multiply.com/image/2/photos/24/600x600/9/26.jpg?et=A2kDrH2Ko1CxtRVYDyEEDw&amp;amp;nmid=356266564" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;ibu Dwi mengenalkan tahapan pada terapi wicara&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara ini juga diperdengarkan rekaman Shafa (putri ibu Royke) saat berusia 5 tahun. Dimana setelah melewati tahap terapi wicara yang panjang saat usia 3-5 tahun. akhirnya putrinya bisa juga mengucapkan kata-kata dan berbagai pertanyaan. &lt;br /&gt;Pada sesi ini ibu Royke juga menjabarkan bagaimana tak mudahnya sebagai orangtua melatih anak berbicara. Harus punya pendirian kuat dan tak mudah menyerah. Karena seringkali orangtua enggan melatih kembali anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://images.nitafebri.multiply.com/image/3/photos/24/600x600/7/Resize-of-Re-exposure-of-IMG-2749.jpg?et=kmuoGOiremCBBA1MAy0EgA&amp;amp;nmid=356266564" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="http://images.nitafebri.multiply.com/image/3/photos/24/600x600/7/Resize-of-Re-exposure-of-IMG-2749.jpg?et=kmuoGOiremCBBA1MAy0EgA&amp;amp;nmid=356266564" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;mendengarkan rekaman putri ibu Royke&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu selain melalui terapi wicara orangtua juga harus aktif berperan serta mengulang kembali apa yang diajarkan oleh terapisnya. Dengan begitu diharapkan perkembangan bicara anak yang mengalami gangguan dengar bisa lebih mudah ditangani.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://images.nitafebri.multiply.com/image/2/photos/24/600x600/6/Resize-of-Re-exposure-of-IMG-2748.jpg?et=tcB7mcKX39R0gkI%2CH%2CEEzA&amp;amp;nmid=356266564" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="http://images.nitafebri.multiply.com/image/2/photos/24/600x600/6/Resize-of-Re-exposure-of-IMG-2748.jpg?et=tcB7mcKX39R0gkI%2CH%2CEEzA&amp;amp;nmid=356266564" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;orangtua ATR antusias medengarkan bagaimana terapi wicara itu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan acara ini mendapat respon postif terutama pada orangtua ATR yang anaknya masih berusia balita dan sedang dalam tahap melatih mendengar dan bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-7032242136915695587?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/7032242136915695587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/08/cerita-dari-parenting-support-tentang.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/7032242136915695587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/7032242136915695587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/08/cerita-dari-parenting-support-tentang.html' title='Cerita dari Parenting support tentang Terapi Wicara'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-3566750110531925171</id><published>2010-08-02T13:24:00.001+07:00</published><updated>2010-12-18T00:53:11.082+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parent Support'/><title type='text'>Undangan Parenting Support</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Yayasan AKRAB (&lt;b&gt;AK&lt;/b&gt;u bisa denga&lt;b&gt;R&lt;/b&gt; d&lt;b&gt;A&lt;/b&gt;n &lt;b&gt;B&lt;/b&gt;icara) Kembali mengadakan Parenting Support&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan ini sebagai sarana menggali ilmu dan mendapatkan support untuk melatih anak agar dapat mendengar dan berbicara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan ini akan di adakan pada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari /Tanggal&amp;nbsp; : &lt;b&gt;Minggu, 8 Agustus 2010 &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Jam&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : &lt;b&gt;10.00 WIB&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : &lt;b&gt;Taman Bunga Wiladatika Cibubur - Saung Seruni&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : &lt;b&gt;Peranan Terapi Wicara dalam Penanganan Anak Tuna Rungu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Narasumber&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : &lt;b&gt;Dwi Yanti, A.Md.TW.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...GRATIS...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi:&lt;br /&gt;Bu Dwi 0818186066&lt;br /&gt;Bu Dion 0811150315&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Acara ini terbuka untuk semua yang peduli ataupun orangtua, keluarga yang memiliki anak gangguan dengar. Untuk itu mohon bila anda mengenal orangtua yang memiliki anak dengan gangguan dengar tolong informasikan acara ini.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Terimakasih..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-3566750110531925171?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/3566750110531925171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/08/undangan-parenting-support.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/3566750110531925171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/3566750110531925171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/08/undangan-parenting-support.html' title='Undangan Parenting Support'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-8563789604189142899</id><published>2010-07-29T21:26:00.002+07:00</published><updated>2010-12-18T00:53:33.465+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lainnya'/><title type='text'>Ralat Review Blog</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Beberapa minggu sebelumnya blogspot saya di review oleh majalah Chic . Mengenai review tersebut kutuliskan dalam postingan sebelumnya &lt;b style="color: blue;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/%20http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/07/blogku-di-review-majalah-chic.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, bukannya saya tidak berterimakasih atas dimuatnya review blog tersebut. &lt;br /&gt;Namun saya merasa ada kalimat yang membuat saya keberatan atas tulisan tersebut. Sebab bagaimanapun saya perlu meluruskan pemahaman mengenai gangguan dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berdasarkan saran dari seorang kawan kebetulan mengerti tentang jurnalisme, saya mengirimkan surat pembaca sebagai bentuk tanggapan atas review tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukurlah pihak redaksi menerima apa yang menjadi keberatan saya. Di Majalah Chic no.68 tahun 2010 ralat blog itu dimuat. Berikut saya scan ralat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TFGO2gQR_fI/AAAAAAAAAVY/xVxpbuBObbo/s1600/ralat_blogku.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TFGO2gQR_fI/AAAAAAAAAVY/xVxpbuBObbo/s320/ralat_blogku.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk majalah Chic terimakasih atas itikad baiknya dan terimakasih juga sudah turut menyebarkan informasi mengenai gangguan dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*untuk membaca ralat tersebut klik gambar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-8563789604189142899?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/8563789604189142899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/07/ralat-review-blog.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/8563789604189142899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/8563789604189142899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/07/ralat-review-blog.html' title='Ralat Review Blog'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TFGO2gQR_fI/AAAAAAAAAVY/xVxpbuBObbo/s72-c/ralat_blogku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-3955392533152880686</id><published>2010-07-20T15:52:00.002+07:00</published><updated>2010-07-20T20:40:50.302+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gangguan Dengar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ATR (Anak Tuna Rungu)'/><title type='text'>Sampai Kapan Pakai Alat?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Sampai kapan aku harus pakai alat?&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pertanyaan yang sering kali membuat sedih dan entah bagaimana menjelaskannya pada seorang anak yang mengalami gangguan dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang anak tuna rungu (TR) mulai menguasai kosa kata dan bisa berbicara. Maka saat itulah rasa ingin tahu mereka ungkapkan dalam berbagai bentuk pertanyaan. Termasuk ketika menyadari dirinya berbeda dengan anak-anak seusianya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hearing aid&lt;/i&gt;, itulah yang membuat seorang anak tuna rungu&amp;nbsp; maupun anak-anak yang mengalami gangguan dengar merasa bahwa dirinya berbeda dengan anak lain. Sehingga timbul pertanyaan pada diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Sampai kapan aku harus pakai alat?"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang-orang yang mengerti pentingnya &lt;i&gt;hearing aid&lt;/i&gt; bagi ATR maupun anak dengan gangguan dengar tentunya sedih mendengar pernyataan tersebut. Karena tak mudah menjawab pertanyaan itu, sebab bisa jadi akan membuat mereka sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pengguna hearing aid, akupun dulu bertanya hingga kapan alat ini bisa lepas dari telingaku. Kapan telinga ini bisa bebas seperti dulu lagi. Mendengar tanpa alat, sehingga tak perlu terlihat aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang anak terkena gangguan dengar dan diharuskan mengenakan hearing aid. Maka mulai dari situlah anak tersebut selamanya tak akan bisa lepas dari alat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun ketika seorang bayi di ketahui mengalami gangguan dengar sehingga di vonis tuna rungu, saat itulah orangtua memilih opsi memakaikan &lt;i&gt;hearing aid&lt;/i&gt; di kedua telinga anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibilang mengenakan &lt;i&gt;hearing aid&lt;/i&gt; itu ibaratnya kontrak mati dengan alat. Karena begitu besar ketergangtungan akan alat untuk kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seorang anak sudah terbiasa berada dalam dunia suara, menggunakan bahasa verbal dalam berkomunikasi. Tentunya akan merasa aneh bila tak lagi mendengar suara seperti dulu.&lt;br /&gt;Begitupun dengan anak tuna rungu yang sudah di kenalkan suara melalui alat sedari usia bayi. Mereka akan merasa aneh bila dunianya menjadi hening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah banyak orangtua anak tuna rungu harus bisa memberi pengertian bahwa pemakaian alat tersebut tak terbatas pada usia anaknya. Bahwa sampai kapanpun alat tersebut akan terus berada ditelinganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berhentilah berharap bahwa suara yang hilang akan kembali lagi. Karena walaupun suara itu tak lagi kembali, masih ada hal yang bisa digapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-3955392533152880686?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/3955392533152880686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/07/sampai-kapan-pakai-alat.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/3955392533152880686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/3955392533152880686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/07/sampai-kapan-pakai-alat.html' title='Sampai Kapan Pakai Alat?'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-842653365448478322</id><published>2010-07-08T16:17:00.004+07:00</published><updated>2010-07-09T16:26:55.758+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ATR (Anak Tuna Rungu)'/><title type='text'>Seharian Bersama ATR</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Apa yang terpikirkan oleh anda ketika akan berinteraksi dengan anak tunarunggu (ATR)?&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TDWVTsWomnI/AAAAAAAAAUI/A9745ZJiUe0/s1600/bs1.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TDWVTsWomnI/AAAAAAAAAUI/A9745ZJiUe0/s320/bs1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Mungkin akan membayangkan sulit berkomunikasi dengan mereka. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sayapun yang mengalami gangguan dengar sama penasarannya dengan anda. Apakah benar anak-anak yang terlahir dengan gangguan dengar bisa berbicara sama seperti anak lainnya. Sebab untuk saya yang mengalami gangguan dengar tentu berbeda dalam penguasaan kosa kata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Dimana ketika mengalami gangguan dengar saya sudah banyak menguasai kosa kata. Sementara anak-anak yang terlahir dengan kondisi mengalami gangguan dengar benar-benar memulai segalanya dari nol. Baik mendengar maupun mengenal kata dan artinya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TDWVooDzWwI/AAAAAAAAAUQ/Zwib1MjwWv0/s1600/bs5.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TDWVooDzWwI/AAAAAAAAAUQ/Zwib1MjwWv0/s320/bs5.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Beberapa waktu lalu, tepatnya hari sabtu tanggal 26 Juni 2010. Saya janjian  bertemu dengan bertemu  ATR yaitu Lala, Roza, Davin beserta keluarga mereka. Pertemuan ini terjadi karena kebetulan bertepatan dengan liburan anak-anak sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sepakat bertemu di Monas jam 10 pagi. Ketika sampai Monas, saya hanya menemui Roza dan umminya serta Lala dan orangtuanya. Karena pada hari itu bertepatan dengan peringatan Hari Anti Narkoba Indonesia. Sudah tentu keadaan di monas menjadi padat,banyak orang. &lt;br /&gt;Maka orangtua Lala berinisiatif mengajak pindah ke Ancol. Kabetulan keluarga Davin juga sudah ada di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Ketika berada dalam mobilkeluarga Lala, saya memperhatikan bagaimana Roza dan Lala yang tuna rungu sedari lahir berkomunikasi. Ternyata mereka berbicara selayaknya anak-anak berpedengaran normal. walaupun usia kurang lebih 8 tahun &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;-baru naik ke kelas2 SD sekolah umum-&lt;/span&gt;, namun saya menilai pengucapan kata mereka cukup jelas terdengar di telinga saya yang juga mengalami gangguan dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya cukup kaget mengetahui mereka mengerti perbedaan kata "sepotong", "dibelah", "dibagi" karena untuk saya kata-kata tersebut cukup sulit dimengerti anak kelas 2 SD. Apalagi untuk mereka yang sedari bayi sudah mengenakan alat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya orangtua mereka memang telah mengajarkan mendengar dan melatih bicara sedari mereka kecil. Maka tak heran hasilnya mulai tampak ketika anak-anak itu memasuki sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TDWWqJUkW0I/AAAAAAAAAUg/oeOlNBv-IfM/s1600/bs2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TDWWqJUkW0I/AAAAAAAAAUg/oeOlNBv-IfM/s320/bs2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Di Ancol saya bertemu dengan Davin dan keluarganya. Davin seusia dengan Lala dan Roza. walaupun dia tuna runggu, namun saya lihat dia cukup tanggap ketika berkomunikasi pada adik-adiknya yang berusia balita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercanda, bertukar cerita dengan Lala, Roza,dan Davin. Saling share tentang hearing aid dengan orangtua mereka. Membuat hari itu terasa begitu cepat berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya seharian bersama mereka tak begitu terasa. Karena komunikasi tetap dilakukan secara verbal dengan kata-kata. Begitupun ketika mereka bermain air, wlaupun tidak mengenakan hearing aid mereka tetap berbicara dan berkomunikasi dengan memperhatikan gerak mulut lawan biacaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharian bersama mereka, makin mengetahui bahwa anak-anak tuna runggu ini sama normalnya dnegan anak lain. Yang membedakan mereka hanyalah sebuah alat bernama hearing aid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Stigma tuli pasti bisu, benar-benar sudah di patahkan oleh mereka.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TDWXDzXZdtI/AAAAAAAAAUw/NA_jT2koZ9I/s1600/bs4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TDWXDzXZdtI/AAAAAAAAAUw/NA_jT2koZ9I/s320/bs4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;_______________________________________________________________________________&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*foto dok.pribadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-842653365448478322?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/842653365448478322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/07/seharian-bersama-atr.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/842653365448478322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/842653365448478322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/07/seharian-bersama-atr.html' title='Seharian Bersama ATR'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TDWVTsWomnI/AAAAAAAAAUI/A9745ZJiUe0/s72-c/bs1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-4824773950338154020</id><published>2010-07-05T13:41:00.003+07:00</published><updated>2010-07-16T21:36:00.395+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lainnya'/><title type='text'>Blogku di Review Majalah CHIC</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TDF9xUy_wbI/AAAAAAAAATs/dOEwsh2kzMc/s1600/review-bs.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TDF9xUy_wbI/AAAAAAAAATs/dOEwsh2kzMc/s320/review-bs.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Teman, di minggu pagi 4 juli 2010, sebuah email dari yang pengunjung blog membuat saya heran. Dalam email itu mengabarkan kalau mengetahui blog saya dari review majalah Chic. &lt;br /&gt;Ketika membuka Multiply pun saya terkejut karena salah satu contact menulis notes tentang blogspot saya yang di muat di majalah &lt;b&gt;CHIC edisi 66 2010 (30 juni - 14 juli 2010)&lt;/b&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kebanggan tersendiri bahwa blog yang usianya masih kurang dari setahun di review majalah CHIC dimana setahu pangsa pasar pembacanya adalah para wanita karier. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog ini memang di khususkan untuk menulis apapun yang terkait dengan gangguan dengar. Maka dari itu dengan direviewnya blog ini di majalah CHIC saya berharap informasi mengenai gangguan dengar, bisa diketahui lebih luas lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang ingin saya kritik dari review tersebut.&lt;br /&gt;Saya agak keberatan dengan kalimat &lt;b&gt;&lt;i&gt;"terlahir kurang beruntung dalam indera pendengaran".&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Perlu di ketahui, saya terlahir dengan keadaan pendengaran normal, sama seperti anak lainnya. Penyebab mengapa saya mengalami gangguan dengar sudah dituliskan dalam&lt;b style="color: magenta;"&gt; &lt;a href="http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/03/mengapa-terkena-gangguan-dengar.html"&gt;"Mengapa Terkena Gangguan Dengar"&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Pada tulisan itu dijelaskan bahwa tidak semua yang mengalami gangguan dengar itu terjadi di usia bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak ingin ada kerancuan informasi mengenai hal ini. Sebab kalimat itu setidaknya membuat keluarga, teman yang mengenal saya secara nyata heran. Karena mereka tahu saya mengalami gangguan dengar saat sudah bisa berbicara, bukan sedari saya lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas itu semua, saya sangat berterimakasih pada majalah CHIC atas review blog ini. Semoga dengan adanya review blog ini, bisa di jadikan untuk lebih semangat lagi mengupdate isi blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusnita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*silakan klik gambar untuk membacanya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-4824773950338154020?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/4824773950338154020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/07/blogku-di-review-majalah-chic.html#comment-form' title='26 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/4824773950338154020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/4824773950338154020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/07/blogku-di-review-majalah-chic.html' title='Blogku di Review Majalah CHIC'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TDF9xUy_wbI/AAAAAAAAATs/dOEwsh2kzMc/s72-c/review-bs.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>26</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-9082035844284206706</id><published>2010-06-30T15:41:00.002+07:00</published><updated>2010-07-01T20:32:04.693+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Mengalami gangguan dengar?  Jangan malu..</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Seorang guru SD tak sengaja menemukan multiply saya. Guru itu bercerita mengenai anak didiknya di sekolah yang juga mengalami gangguan dengar. Namun guru itu masih belum belum berhasil meyakinkan muridnya agar mau mengenakan hearing aid ketika bersekolah. Padahal orangtua murid tersebut sudah memberlikan anaknya hearing aid agar bisa digunakan kala bersekolah dan kegiatan sehari-hari.&lt;br /&gt;Mengetahui cerita itu, saya maklum. Memang tak mudah bagi seorang anak yang tadinya normal kemudian harus menerima kenyataan bahwa salah satu inderanya tak berfungsi. Ini jelas berbeda ketika seorang anak mengalami mata minus dan harus mengenakan kacamata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk seorang anak agar mau mengenakan hearing aid itu lebih sulit, butuh pengertian. Selain karena bentuknya aneh, juga tak terbiasa bila telinganya tersumbat. Kemudian perasaan malu, karena mengenakan hearing aid sudah tentu seroang anak akan terlihat lain dengan teman-temannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka peran guru, orangtua dan sekitarnya sangat penting bagi seorang anak yang terkena gangguan dengar agar mau mengenakan hearing aid (alat bantu dengar). Karena bila seorang anak merasa nyaman saat mengenakan hearing aid tentunya ia takkan malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Apa yang saya lakukan?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Karena beda kota, saya hanya bisa minta tolong guru tersebut agar mau terus meyakinkan muridnya untuk tidak malu akan keadaannya. Tolong ceritakan kalau ia tidak sendiri. Ada saya yang juga mengalami hal yang sama, bahkan masih banyak pula mengalami kejadian yang sama dengannya. Karena toh bagaiamana pun juga murid tersebut tetap sama dengan teman-temannya. Ia masih bisa melakukan banyak hal. Termasuk dalam mendengar musik kesukaannya. Tentunya dengan mengenakan hearing aid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang perlu ditekankan ia tak perlu malu akan keadaannya. Karena mengalami gangguan dengar bukan akhir dari segalanya. Apapun masih bisa diraihnya, selama itu mungkin dan ada orang-orang yang mendukung langkahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bila mengalami gangguan dengar, jangalah malu..  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-9082035844284206706?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/9082035844284206706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/06/mengalami-gangguan-dengar-jangan-malu.html#comment-form' title='18 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/9082035844284206706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/9082035844284206706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/06/mengalami-gangguan-dengar-jangan-malu.html' title='Mengalami gangguan dengar?  Jangan malu..'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-2323374985919280775</id><published>2010-06-19T21:44:00.003+07:00</published><updated>2010-06-20T09:42:28.792+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hearing Aid (Alat Bantu Dengar)'/><title type='text'>Borosnya Penggunaan Baterai Hearing Aid</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Tak di pungkiri yang namanya alat elektronik memerlukan energi. Dimana energi tersebut bisa berupa baterai. Begitupun dengan hearing aid juga memelurkan baterai agar bisa berfungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibilang bagi pengguna hearing aid, baterai adalah hal yang paling boros untuk mereka. Untuk saya sendiri pemakaian baterai untuk satu hearing aid bertahan kurang lebih 3 minggu. Itu di karenakan hearing aid yang saya kenakan hanya di pakai secara full ketika hari kerja saja, sedangkan saat sabtu-minggu. Baisanya saya tak selalu mengenakan hearing aid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pada anak tuna rungu (ATR) penggunaan baterai  hearing aid lebih cepat habis di pakai. Biasanya untuk anak TR penggunaan baterai  hanya bertahan 7-10 hari saja. Ini lebih di sebabkan karena pada anak-anak harus lebih banyak mendengar. Dengan begitu anak TR akan belajar mengenal banyak suara dan kosa kata. Maka dari itu pemakaian pun harus full setiap harinya. Hearing aid mereka baru dilepas ketika akan mandi dan tidur saja.&lt;br /&gt;Maka tak heran baterai  hearing aid yang di gunakan juga cepat habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menggunakan baterai hearing aid juga harus hati-hati. Jangan sampai hearing aid lembab ataupun basah. Sebab bisa menimbulkan karat pada baterai. Hal ini apabila tidak diwaspadai, baterai yang berkarat tersebut bisa merusak amplifier. Dimana amplifier inilah yang berfungsi menguatkan suara dari luar ke dalam telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TBzTjio_EoI/AAAAAAAAATk/ITfLOjJSz2M/s1600/ha1.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="153" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TBzTjio_EoI/AAAAAAAAATk/ITfLOjJSz2M/s200/ha1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Apabila amplifier rusak, maka hearing aid tidak bisa digunakan. Biaya service penggantian amplifier pun bisa mencapai jutaan setara dengan harga hearing aid yang baru. Untuk itulah bila terjadi kasus ampliefier rusak, sedangkan masa garansi sudah habis. Maka orangtua anak TR lebih memilih untuk membelikan yang baru ketimbang memperbaikinya. Sebab harga perbaikan sudah setara dengan hearing aid yang baru. &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*Untuk lebih jelas dimana letak amplifier lihat gambar penampang hearing aid.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_F4XRMr2S3PU/S1Xu0L5M4qI/AAAAAAAAAI4/CqPiBdlke2w/s1600/batre.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://lh6.ggpht.com/_F4XRMr2S3PU/S1Xu0L5M4qI/AAAAAAAAAI4/CqPiBdlke2w/s200/batre.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Perlu di ketahui baterai hearing aid itu bulat, tidak bisa di charge (isi ulang). Sebab merupakan jenis zinc batteries. Di jualnya pun tidak secara satuan, tapi dalam bentuk roll dimana satu roll itu biasnaya berisi 6 butir batre. Karena baterai hearing aid juga merupakan barang impor, maka harganya juga termasuk mahal. Untuk saat ini harga satu roll baterai hearing aid dengan kode 675 harganya Rp.45.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bisa anda bayangkan berapa pengeluaran untuk baterai pada anak-anak TR bila hanya dikenakan dalam rentang waktu 7-10 hari saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah bisa dibilang berat sekali biaya dalam mengenakan hearing aid. Tentunya perlu kebesaran hati dari pada orangtua maupun penggunanya sendiri ketika harus mengeluarkan biaya untuk membeli baterai. Namun perlu saya tekankan hal ini tak lain demi untuk kelangsungan dalam mendengar suara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya untuk saya sebagai pengguna hearing aid bisa diambil pelajaran yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lepas hearing aid sesaat setelah sampai di rumah, hal ini untuk memberikan waktu agar alat bisa istirahat setelah seharian dikenakan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bila akan tidur lepas sekalian baterainya, jangan hanya berada di posisi off. Sebab inilah yang akan menyebabkan baterai berkarat karena lembab.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rajin dibersihkan (di lap) menyeluruh, sampai tempat batrenya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Lakukan service berkala yaitu 4-6 bulan sekali.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Peduli dengan hearing aid, maka masa pakainya pun bisa lama.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*ditulis dari pengalaman pribadi dan sharing dengan ortu ATR&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;_______________________________________&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;sumber gambar :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;- dok.pribadi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;- &lt;a href="http://www.revolutionhealth.com/articles/hearing-aid/zm6101?save_and_share"&gt;http://www.revolutionhealth.com&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-2323374985919280775?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/2323374985919280775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/06/borosnya-penggunaan-baterai-hearing-aid.html#comment-form' title='26 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/2323374985919280775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/2323374985919280775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/06/borosnya-penggunaan-baterai-hearing-aid.html' title='Borosnya Penggunaan Baterai Hearing Aid'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TBzTjio_EoI/AAAAAAAAATk/ITfLOjJSz2M/s72-c/ha1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>26</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-7569165391350732683</id><published>2010-06-13T12:38:00.003+07:00</published><updated>2010-07-04T12:00:36.184+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Seperti apakah suara yang terdengar melalui alat?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;"Seperti apakah Suara yang terdengar melalui hearing aid?"&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TBRuEnHF17I/AAAAAAAAATc/ixvdPW5lFC8/s1600/Hearing_Loss.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="170" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TBRuEnHF17I/AAAAAAAAATc/ixvdPW5lFC8/s200/Hearing_Loss.jpg" width="120" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Itulah pertanyaan yang kadang di tanyakan oleh ortu anak Tuna Rung (TR).&lt;br /&gt;Memang pada umumnya orang tua anak TR banyak penasaran, apakah hearing aid yang di kenakan anaknya berfungsi, apakah anaknya mendengar suara, seperti apakah suara yang mereka dengar? Samakah suara itu dengan suara yang di dengar oleh orangtuanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang tadinya memiliki pendengaran normal, dan akhirnya harus tergantung dengan alat untuk mendengar tentu merasakan perbedaannya. Bagiku suara yang terdengar melalui alat memang terasa berbeda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara yang terdengar melalui alat memang bukanlah suara seperti yang terdengar oleh telinga kalian. Aku mengibaratkannya suara itu sebagi suara mikrofon. Yaa itulah yang sering ku bilang bila mana orang bertanya seperti apa suara yang kudengar. Dengan begitu setidaknya orantua TR atau orang lain yang menanyakan bisa ada gambaran seperti apa bunyi suara melalui hearing aid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hearing aid ada mikrofon yang berfungsi menangkap suara. Bila alat yang di gunakan sudah semi digital biasa lubang penangkap suara itu ada di dua sisi yaitu kanan dan kiri. Sedangkan untuk analog mikrofonnya biasanya ada di atas alat dan cuma satu saja. Maka tak heran suara yang di dengar melalui hearing aid analog terasa berbeda dengan suara yang di dengar melalui hearing aid semi digital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah bila ada yang bertanya mengenai hearing aid apa yang sebaiknya di kenakan, saya lebih menganjurkan mengenakan hearing aid semi digital yang harganya masih terjangkau. Bila memiliki dana lebih tak da salahnya mengenakan hearing aid digital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang pasti, secanggih apapun alat itu takkah pernah bisa menyamai suara yang terdengar secara alami tanpa melalui bantuan alat. Untuk itu bersyukurlah anda yang tak perlu mengenakan alat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*sumber gambar &lt;a href="http://www.hearinghub.com/"&gt;http://www.hearinghub.com/&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-7569165391350732683?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/7569165391350732683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/06/seperti-apakah-suara-yang-terdengar.html#comment-form' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/7569165391350732683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/7569165391350732683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/06/seperti-apakah-suara-yang-terdengar.html' title='Seperti apakah suara yang terdengar melalui alat?'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TBRuEnHF17I/AAAAAAAAATc/ixvdPW5lFC8/s72-c/Hearing_Loss.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-8836324786042975893</id><published>2010-06-03T15:07:00.002+07:00</published><updated>2010-06-03T15:10:57.008+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Sinetron 3 Mas Ketir, Seperti Itukah Gambaran Difabel?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TAdXeJX6dMI/AAAAAAAAATU/MjSbsu5ueJc/s1600/3-mas-ketir.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TAdXeJX6dMI/AAAAAAAAATU/MjSbsu5ueJc/s200/3-mas-ketir.jpg" width="140" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Bermula keluhan salah satu orangtua ATR di facebook. Dimana mengeluhkan keberatan atas penayangan Sinetron 3 Mas ketir. Sinetron yang di tayangkan oleh Global TV Indonesia setiap hari senin-selasa pukul 19.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinetron yang dibintangi oleh Ricky Harun (Sani), Zaky D Zimah (Oik), dan Desta (Sony). Menceritakan tentang kisah 3 pemuda keren yang bersahabat namun mereka cacat. Dimana yang satu buta (Sani), yang satu bisu (Oik), dan yang lainnya Tuli (Sony).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sinopsisnya diceritakan bahwa ketiga pemuda ini tidak bisa hidup terpisah satu dengan lainnya. Apabila mereka berpisah maka akan ada kejadian yang bikin ketar ketir karena mereka bagaikan satu tubuh yang saling melengkapi satu dan lainnya. Begitupun dalam mencari kerja, mereka berusaha untuk tetap bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang di kutip dari &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.selebonfire.com/2010/04/3-mas-ketir-kocaknya-simbiosis-mutualisme-persahabatan/"&gt;www.selebonfire.com&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Dalam sinetron ini saya  ingin menunjukkan bahwa, sebenarnya orang buta, tuli dan gagu ingin  tetap di anggap sebagai manusia normal. Jadi bukan maksud saya ingin  mengeksploitasi kekurangan mereka.Contohnya, kalo orang buta jatuh  kekolam renang kan wajar, namanya juga nggak ngeliat. Kalo soal di  tertawakan, orang normal juga kalo kecebur kolam juga pasti di ketawakan  orang lain juga bukan?. Jadi saya buat jalan cerita dan aksinya yang  wajar-wajar saja,” kata Muchyar Syamas selaku sutradara sinetron 3  Masketir&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Apakah lucu, menjadikan orang dengan kekurangannya menjadi bahan tertawaan dalam acara komedi tak mendidik?&lt;br /&gt;Karena pada kenyataannya kehidupan orang-orang yang memiliki keterbatasan fisik itu sama seperti orang normal lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pada orang buta,&lt;/b&gt; apakah sampai sebegitunya karena tidak melihat maka akan jatuh ke kolam renang? Bukankah orang yang mengalami kebutaan sedari kecil akan terbiasa mengenali keadaan sekitarnya tentunya dibantu dengan tongkat. Begitupun ketika berada dilingkungan baru bagi tunanetra tentu akan segera beradaptasi mengenali sekitarnya dengan bantuan indera peraba dan tongkatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pada orang bisu&lt;/b&gt;, apakah karena kebisuannya lalu akan mengalami kegagagalan komunikasi. Dalam arti tidak bisa berkomunikasi dua arah? Nyatanya tidak juga, orang bisu akan menyampaikan maksudnya dengan isyarat maupun lewat tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pada orang tuli,&lt;/b&gt; apakah orang yang mengalami ketulian tak bisa menangkap apa yang dibicarakan? Kenyataannya tidak juga. Kan sudah ada &lt;i&gt;hearing aid&lt;/i&gt; (alat Bantu dengar) tentunya yang tuli bisa mendengar dan berkomunikasi. Kalaupun tak menggunakan &lt;i&gt;hearing aid&lt;/i&gt; (alat Bantu dengar) toh bisa menggunakan bahasa tulisan maupun isyarat dalam bekomunikasi seperti halnya yang bisu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu ditegaskan bahwa sinetron &lt;b&gt;3 Mas Ketir&lt;/b&gt; ini &lt;b&gt;TIDAK SAMA&lt;/b&gt; dengan judul film &lt;b&gt;Tri Mas Getir&lt;/b&gt;. Dimana dalam Film Tri Mas Getir sama sekali tidak menyinggung kaum difable. Cerita dalam film lebih seputar tentang mempertahankan perguruan wushu yang terbelit hutang.  Informsi lebih jelas mengenai film ini silkan cek situs cineplex di &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.21cineplex.com/tri-mas-getir,movie,1891.htm"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya sinetron difable boleh saja di tayangkan, namun sebaiknya di buat dalam bentuk lain seperti bagaimana perjuangan mereka yang difable dalam bertahan menghadapi kehidupan walaupun dengan segala keterbatasan yag ada. Bukan dengan Sinetron seperti ini penuh adegan hiperbola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sebagai Bentuk penolakan, di FB sudah ada grup STOP PENAYANGAN SITKOM "3 MAS KETIR" dengan link&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=114380858586725&amp;amp;v=wall"&gt;http://www.facebook.com/group.php?gid=114380858586725&amp;amp;v=wall&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Semoga Komisi Penyiaran Indonesia merespon bentuk penolakan terhadap sinetron tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Tulisan ini hanya opini, diharapkan agar lebih bijak lagi dalam memilih tayangan di telivisi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;*gambar dari&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp; &lt;a href="http://www.filmpendek.com/3_mas_ketir_bikin_ngakak/10799"&gt;http://www.filmpendek.com/3_mas_ketir_bikin_ngakak/10799&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-8836324786042975893?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/8836324786042975893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/06/sinetron-3-mas-ketir-seperti-itukah.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/8836324786042975893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/8836324786042975893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/06/sinetron-3-mas-ketir-seperti-itukah.html' title='Sinetron 3 Mas Ketir, Seperti Itukah Gambaran Difabel?'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TAdXeJX6dMI/AAAAAAAAATU/MjSbsu5ueJc/s72-c/3-mas-ketir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-7484455687502950687</id><published>2010-05-31T11:09:00.005+07:00</published><updated>2010-05-31T21:23:57.216+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Cerita Dari Acara Parenting Support</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Pertemuan rutin Parenting Support kembali diadakan di Taman bunga Wiladatika saung Alamanda Cibubur pada hari minggu, 30 Mei 2010 pukul 10.00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema acara kali ini :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Persiapan Masuk Sekolah Umum bagi Anak Tuna Rungu dan Orang Tuanya"&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada acara ini beberapa orangtua ATR yang menyekolahkan anaknya di sekolah umum berbagi kisah bagaimana mepersiapkan anaknya sebelum memasuki sekolah. Mengingat bersekolah di sekolah umum sudah tentu anaknya akan menjadi anak "istimewa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak Sulasmo (Ayah Menur yang berusia 7 thn), berbagi pengalaman bagaimana mempersiapkan Menur memasuki sekolah umum. Tentunya ini sudah di persiapkan ketika Menur masih berusia balita dengan memberikan terapi wicara, pengenalan terhadap suara dan membiasakan pengenaan alat bantu dengar (hearing aid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Menur sudah bisa berkata-kata dan bersekolah di TK PB Soedirman Jakara, dimana tahun ajaran nanti akan masuk SD, namun orangtuanya masih mengikutkan Menur untuk terapi wicara. Hal ini agar Menur makin fasih berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TAMyuAHFP-I/AAAAAAAAASM/DAtJJETfHpY/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TAMyuAHFP-I/AAAAAAAAASM/DAtJJETfHpY/s320/1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;bapak Sulasmo(ayah Menur)&amp;nbsp; berbagi pengalaman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amma Ato (ibunda Lala) berbagi kisah apa saja yang ia persiapkan ketika akan memindahkan Lala ke sekolah umum. Selain terapi wicara, Lala juga di ajarkan banyak kosa kata melalui kartu bergambar yang dibuat sendiri oleh Amma Ato. Melalui kartu itulah Lala mengenal banyak kosa kata dan mengenal nama-nama benda.&lt;br /&gt;Lala yang saya temui kemarin tak nampak seperti anak dengan gangguan dengar, karena bicaranya sudah fasih sekali. Tentunya ini tak lepas dari kerja keras orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TAM3C2-njQI/AAAAAAAAAS8/YzRWlSq67wA/s1600/5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TAM3C2-njQI/AAAAAAAAAS8/YzRWlSq67wA/s320/5.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Lala bercerita tentang sekolahnya&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TAM3K9_eqqI/AAAAAAAAATE/uD4EI4LSK5Y/s1600/6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TAM3K9_eqqI/AAAAAAAAATE/uD4EI4LSK5Y/s320/6.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;Amma Ato berbagi tips mengenalkan kosa kata&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ada pula Shafa dan Azie yang meceritakan bagaimana pengalamanannya bersekolah di sekolah umum. Mengingat mereka berdua mengalami gangguan dengar sedari lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TAMzKVZoL2I/AAAAAAAAASU/FR7-YOVG7_M/s1600/2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TAMzKVZoL2I/AAAAAAAAASU/FR7-YOVG7_M/s320/2.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Shafa yang baru lulus SMA, menceritakan pengalaman saat bersekolah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TAM0CdcOjmI/AAAAAAAAASs/pJmY2aJPHZc/s1600/3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TAM0CdcOjmI/AAAAAAAAASs/pJmY2aJPHZc/s320/3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Azie yang baru saja selesai menamatkan kuliah, berbagi pengalaman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Lalu ada pula dokter THT yang diundang ke acara tersebut untuk memeberikan pemahaman mengenai gangguan dengar. Hal ini dimkalumi masih banyak orangtua ATR yang masih belum paham apa itu gangguan dengar dan manfaat dari penggunaan alat bantu dengar (&lt;i&gt;hearing aid&lt;/i&gt;) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akui tak begitu mengikuti acara obrolan tersebut, karena lebih banyak menyapa anak-anak TR yang ada disana. Setidaknya dengan menyapa mereka saya jadi tau bagaimana perkembangan bicaranya.&lt;br /&gt;Ada yang sudah lancar berbicara, namun masih banyak yang malu-malu berbicara dan masih sulit keluar dengan jelas suaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara selesai sekitar pukul 12.00 WIB. Ada yang langsung pamit pulang namun ada pula yang orangtua sekedar sharing dengan orangtua lain. Tak lupa saya pun juga menyapa para orangtua ATR dan berdiskusi mengenai alat bantu dengar (hearing aid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah acara ini berlangsung dengan lancar. Bagaimanapun pertemuan ini sungguh bermanfaat bagi para orangtua untuk bertukar informasi mengenai gangguan dengar. Tentu saja acara melalui acara ini juga saling menguatkan mereka agara tidak putus asa akan keadaan anaknya. karena apapun masih mungkin terjadi selama orangtua mau berusaha mendukung setiap langkah anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TAM0I1iHDeI/AAAAAAAAAS0/iTjlY_xpkhE/s1600/dengan-ortu-ATR.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TAM0I1iHDeI/AAAAAAAAAS0/iTjlY_xpkhE/s320/dengan-ortu-ATR.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;berfoto bersama beberapa orangtua ATR&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-7484455687502950687?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/7484455687502950687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/05/cerita-dari-acara-parenting-support.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/7484455687502950687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/7484455687502950687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/05/cerita-dari-acara-parenting-support.html' title='Cerita Dari Acara Parenting Support'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TAMyuAHFP-I/AAAAAAAAASM/DAtJJETfHpY/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-8445488328060358395</id><published>2010-05-24T10:51:00.005+07:00</published><updated>2010-12-18T00:54:16.915+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parent Support'/><title type='text'>Pengumuman Parenting Support</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Untuk anda yang peduli dengan anak-anak gangguan dengar ataupun memiliki kenalan orangtua dimana memiliki anak dengan gangguan pendengaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yayasan &lt;b&gt;AKRAB&lt;/b&gt; (&lt;b&gt;A&lt;/b&gt;Ku bisa denga&lt;b&gt;R&lt;/b&gt; d&lt;b&gt;A&lt;/b&gt;n &lt;b&gt;B&lt;/b&gt;icara) mengadakan Pertemuan Rutin -Parenting Support-&lt;br /&gt;Pertemuan ini sebagai sarana menggali ilmu dan mendapatkan support untuk melatih anak agar dapat mendengar dan berbicara.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan ini akan di adakan pada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hari/ Tanggal&amp;nbsp; : Minggu, 30 Mei 2010&lt;br /&gt;Jam&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 10.00 WIB&lt;br /&gt;Tempat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Taman Bunga Wiladatika &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Saung Alamanda Cibubur, Jakarta&lt;br /&gt;Tema&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Persiapan Masuk Sekolah Umum bagi Anak Tuna Rungu&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dan Orang Tuanya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk konfirmasi bisa menghubungi &lt;br /&gt;Ibu Dwi 0818186066&lt;br /&gt;Ibu Dion 0811150315&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini GRATISS.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Di tunggu kehadirannya&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;nb:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Acara ini terbuka untuk semua yang  peduli ataupun orangtua, keluarga yang memiliki anak gangguan dengar. Untuk itu mohon bila anda mengenal orangtua yang memiliki anak dengan gangguan dengar tolong informasikan acara ini.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Terimakasih, &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-8445488328060358395?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/8445488328060358395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/05/pengumuman-parenting-support.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/8445488328060358395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/8445488328060358395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/05/pengumuman-parenting-support.html' title='Pengumuman Parenting Support'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-1866582059327869058</id><published>2010-05-21T16:22:00.002+07:00</published><updated>2010-05-22T10:02:27.103+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gangguan Dengar'/><title type='text'>Persepsi Salah Mengenai Gangguan Dengar</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S_ZQnc6RKbI/AAAAAAAAASE/2ZPCpjFFZyA/s1600/x_symbol.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S_ZQnc6RKbI/AAAAAAAAASE/2ZPCpjFFZyA/s200/x_symbol.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Berbagai persepsi salah mengenai gangguan dengar yang banyak berkembang di masyarakat yaitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- Gangguan dengar merupakan faktor keturunan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak masyarakat yang mencari sebab gangguan dengar dengan menelusuri faktor keturunan. Padahal seperti yang pernah saya tuliskan dalam &lt;b&gt;&lt;a href="http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/03/mengapa-terkena-gangguan-dengar.html"&gt;Mengapa Terkena Gangguan Dengar&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;. Bahwa gangguan dengar itu sama sekali tidak terkait dengan faktor keturunan. Penyebab bisa terjadi ketika masih berada dalam kandungan ataupun ketika bayi telah lahir maupun ketika masa kanak-kanak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;b&gt; Gangguan Dengar bisa disembuhkan dengan pengobatan alternatif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di masyarakat masih ada yang percaya bahwa dengan pengobatan alternatif anak yang mengalami gangguan dengar dapat di sembuhkan. Untuk itulah banyak orangtua yang mengunjungi pengobatan alternatif untuk mengobati gangguan dengar. Bila saja orangtua tahu, alangkah baiknya uang yang di gunakan untuk berbagai macam pengobatan alternatif sebaiknya digunakan untuk pembelian alat bantu dengar (hearing aid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- Anak yang terlahir dengan gangguan dengar akan bisu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Stigma anak yang terlahir dengan gangguan dengar pastinya akan bisu, saat ini sudah tak berlaku. Karena stigma ini sudah banyak dipatahkan oleh para orangtua yang makin sadar pentingnya anak Tuna Rungu (TR) mengenakan alat bantu dengar (hearing aid) dan mengikuti terapi wicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- Anak yang terlahir dengan gangguan dengar tidak bermasa depan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Untuk hal ini, sangat diperlukan sejauh mana orangtua peduli akan masa depan anaknya. Karena anak Tuna Rungu (TR) juga memiliki masa depan sama baiknya dengan anak normal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun itu, tak ada orangtua yang menginginkan anaknya terlahir dengan kekurangan. Jikalau orangtua pada akhirnya di beri amanah memiliki anak dengan gangguan dengar, diharapkan orangtua bisa lebih aktif mencari berbagai informasi yang benar mengenai gangguan dengar. Jangan sampai karena masih percaya persepsi yang banyak berkembang di masyarakat, orangtua melupakan akan masa depan anaknya.&lt;br /&gt;Karena bagaimanapun anak-anak dengan gangguan dengar memiliki hak yang sama dengan anak yang normal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*gambar dari &lt;a href="http://www.clker.com/clipart-3592.html"&gt;http://www.clker.com/clipart-3592.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-1866582059327869058?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/1866582059327869058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/05/persepsi-salah-mengenai-gangguan-dengar.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/1866582059327869058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/1866582059327869058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/05/persepsi-salah-mengenai-gangguan-dengar.html' title='Persepsi Salah Mengenai Gangguan Dengar'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S_ZQnc6RKbI/AAAAAAAAASE/2ZPCpjFFZyA/s72-c/x_symbol.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-620415252749283167</id><published>2010-05-19T01:09:00.008+07:00</published><updated>2010-05-20T00:27:34.305+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lainnya'/><title type='text'>Bronze Award dari ISBA 2010</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Email di hari Selasa 18 Mei 2010 cukup mengejutkan. Dimana Email itu berasal dari tim ISBA 2010. Tak disangka tak di duga, &lt;b&gt;&lt;a href="http://yusnitafebri.blogspot.com/" style="color: blue;"&gt;blog saya&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; yang belum ada setahun mendapat penghargaan &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/2010%20http://ictwatch.com/internetsehat/blog-award-2010/"&gt;Internet Sehat Blog dan Content Award (ISBA)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp; untuk kategori family Sesi 14 (Selasa, 18 Mei 2010).&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut kutipan dari&lt;b style="color: blue;"&gt; &lt;a href="http://www.detikinet.com/read/2010/05/18/103818/1359009/404/pemenang-blog-award-minggu-ketiga-mei"&gt;Detik Inet&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; yang menyatakan bahwa berita dari email itu adalah benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S_LVVKe-vfI/AAAAAAAAARU/k1NrYMCpt8k/s1600/screen_cap.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S_LVVKe-vfI/AAAAAAAAARU/k1NrYMCpt8k/s400/screen_cap.jpg" width="450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog ini awalnya dari Pesta Blogger 2009 yang saya ikuti. Dimana setelah Pesta Blogger 2009 saya jadi berpikir.&lt;br /&gt;Apakah informasi tentang gangguan dengar sudah banyak orang tahu? &lt;br /&gt;Apakah orang-orang sadar semakin banyak anak-anak terkena gangguan dengar? &lt;br /&gt;Untuk itulah saya membuat blog yang khusus menuliskan tentang gangguan dengar dan berbagai permasalahannya. &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(sebelumnya saya sudah memiliki blog di multiply)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S_LXqQpku3I/AAAAAAAAARc/8LZnJLbns-w/s1600/banner-isba2010-bronze.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S_LXqQpku3I/AAAAAAAAARc/8LZnJLbns-w/s320/banner-isba2010-bronze.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bila kemudian blog ini mendapatkan Bronze Award ISBA 2010 adalah prestasi yang membanggakan. Bagaimana tidak, karena nama saya akhirnya muncul di&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;a href="http://ictwatch.com/internetsehat/blog-award-2010/"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Internet Sehat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; maupun &lt;b style="color: blue;"&gt;&lt;a href="http://www.detikinet.com/read/2010/05/18/103818/1359009/404/pemenang-blog-award-minggu-ketiga-mei"&gt;Detik Inet&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu makin bersemangatlah saya menuliskan tentang gangguan dengar dan berbagai permasalahannya serta meyakinkan para orangtua anak Tuna Rungu agar terus berusaha dan memberikan yang terbaik untuk anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lupa saya ucapkan terimakasih untuk teman-teman di blogspot, walaupun saya akui jarang berkunjung namun bagaimanapun pertemanan dengan kalian adalah penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;-Nita-&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-620415252749283167?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/620415252749283167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/05/bronze-award-dari-isba-2010.html#comment-form' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/620415252749283167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/620415252749283167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/05/bronze-award-dari-isba-2010.html' title='Bronze Award dari ISBA 2010'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S_LVVKe-vfI/AAAAAAAAARU/k1NrYMCpt8k/s72-c/screen_cap.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-3450286441318357096</id><published>2010-05-07T13:37:00.004+07:00</published><updated>2011-05-10T16:18:15.112+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ATR (Anak Tuna Rungu)'/><title type='text'>Ketika anak Tuna Runggu akan Bersekolah</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Untuk seorang anak anak Tuna Rungu (TR)  memasuki dunia sekolah tidak semudah anak normal lainnya. Keterbatasan karena gangguan dengar menjadikan anak Tuna Rungu (TR)  sebelum memasuki sekolah di persiapkan secara matang. Apabila sekolah yang akan dimasuki adalah sekolah umum, tentunya persiapan yang dilakukan anak TR bisa lebih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa masalah yang umumnya terjadi pada anak Tuna Rungu (TR) dalam memasuki sekolah umum. Yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kurangnya kemampuan akademik yang menggunakan kemampuan auditori.&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Hal ini bisa di maklumi, karena indera pendengaran yang terganggu menjadikan anak agak kesulitan memahami pelajaran dengan mendengarkan. Ini biasanya akan jadi kendala ketika guru memberikan pelajaran dikte. Untuk itulah belajar mendengar melalui alat perlu dibiasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Defisit dalam komunikasi verbal.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anak Tuna Runggu (TR) biasanya memiliki keterbatasan akan kosa kata. Tidak seperti anak normal lainnya yang akan menangkapbanyak kosa kata baru melalui apa yang di dengarnya. Pada anak Tuna Runggu (TR) kosa kata perlu diajarkan sebaik mungkin, agar paham arti dari kosa kata tersebut. Untuk itu sebelum memasuki sekolah ada baiknya dipersiapkan melalui terapi wicara, agar anak bisa mengerti dan berkomunikasi secara verbal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Defisit dalam keterampilan sosial yang menggunakan bahasa Verbal.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hal ini juga tergangtung pada banyaknya penguasaan kosakata pada anak TR. Bila yang dimasuki adalah sekolah umum, maka anak TR diusakan untukbisa berkomunikasi melalu bahasa verbal yaitu melalui kata-kata. Untuk itulah ada baiknya orangtua senantiasa mengajarkan bagaimana berkomunikasi pada anak dengan mendengar dan berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Percaya diri.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rasa percaya diri sangat penting untuk anak Tuna Runggu (TR) yang akan bersekolah di sekolah umum. Karena sudah pasti akan berbeda sendiri dengan teman-temannya. Untuk itulah rasa percaya diri perlu di pupuk sedini mungkin oleh orangtua. Dengan adanya rasa percaya diri diharapkan anak tidak malu ketika hearing aid yang digunakannya terlihat oleh teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tak mudah untuk bisa bersekolah di sekolah umum bagi anak TR, karena selain banyak penolakan. Anak-anakTR juga harus membuktikan bahwa mereka tak kalah dengan anak yang berpendengaran normal. Untuk itulah para orangtua anak TR tiada lelah untuk terus berusaha agar anaknya mendapat kesempatan yang sama dengan anak-anak normal lainnya  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-3450286441318357096?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/3450286441318357096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/05/ketika-anak-tuna-runggu-akan-bersekolah.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/3450286441318357096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/3450286441318357096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/05/ketika-anak-tuna-runggu-akan-bersekolah.html' title='Ketika anak Tuna Runggu akan Bersekolah'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-2679393199951710732</id><published>2010-04-27T16:36:00.005+07:00</published><updated>2010-05-22T10:01:09.260+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ATR (Anak Tuna Rungu)'/><title type='text'>Mengenalkan suara pun harus kreatif</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S9avlRU26iI/AAAAAAAAARM/u3Ifg_mvLlw/s1600/speech_therapy1.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S9avlRU26iI/AAAAAAAAARM/u3Ifg_mvLlw/s200/speech_therapy1.jpg" width="164" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bagi anak yang berpendengaran normal, rasanya biasa saja ketika ia mengenali suara. Karena sudah terbiasa mendengar sedari bayi. Tapi tidak untuk anak Tuna Runggu (TR). Mendengar bagi mereka perlu proses dan pengenalan secara baik dan benar. Selain itu tak mudah menjelaskan bagaimana bunyi suara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk anak yang terdeteksi tunarunggu memang ada baiknya sedari kecil menggunakan hearing aid (alat bantu dengar). Hal ini guna membiasakan anak tunarunggu bahwa sekitarnya itu tidak sunyi. Karena apabila anak dibiarkan dalam kesunyian, tentunya akan sulit lagi proses pengenalan suara. Akibat telah merasa nyaman dengan kesunyian. Bisa jadi akan menolak ketika di pasangkan hearing aid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melatih anak tuna runggu mengenali suara dan berbicara itu butuh kesabaran. Seperti yang dilakukan oleh orangtua Arum yang rajin mendokumentasikan perkembangan bicara anaknya lewat video HP dengan durasi sekitar 3 menit. Yang kemudian di upload ke situs multiply. Lewat video itulah saya jadi tahu, tak mudah dalam mengajarkan berbicara karena orangtua harus kreatif menunjukkan maksud dari kata itu dalam bahasa gambar dan gerak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, apabila mengenalkan kata "kereta Api". Tidak serta merta anaknya mengerti apa itu kereta api. Namun perlu dikenalkan dengan mengajaknya ke stasiun KA dan kemudian mencobanya. Maka dengan begitu anak tunarunggu paham apa itu yang namanya kereta api. Begitupun juga binatang dan suaranya, penting sekali menunjukan seperti apa bentuk binatang tersebut dan bagaimana suara binatang itu. Semakin sulit kata yang di kenalkan perlu semakin kreatiflah orangtua menjelaskannya, tentunya dengan bahasa yang mudah dipahami anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang berpendengaran normal mungkin tak pernah terpikirkan bagaimana proses mendengar itu. Namun bagi anak tunarunggu (TR),  mendengar suara dan mengenalinya merupakan hal yang luar biasa. Mendengar banyak hal dan membedakan suara merupakan hal yang menarik bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah saya salut sekali pada orangtua anak TR, karena tentunya tak mudah mengajari anaknya secara konsisten untuk mendengar dan mengenalkan banyak kata. Tentunya perlu kesabaran tinggi dan kreatifitas dalam mengajarkan anak mendengar dan berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu ketika anaknya mulai merespon ketika diajak berkomunikasi, betapa bahagianya orangtuanya. Karena apa yang dilakukan itu tidaklah sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;*ditulis seperti saya saya amati dan menghimpun sharing dengan orangtua anak TR di multiply. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;**sumber gambar dari &lt;a href="http://www.cpfirst.org/speechtherapy.html"&gt;cpfirst.org &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-2679393199951710732?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/2679393199951710732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/04/mengenalkan-suara-pun-harus-kreatif.html#comment-form' title='17 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/2679393199951710732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/2679393199951710732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/04/mengenalkan-suara-pun-harus-kreatif.html' title='Mengenalkan suara pun harus kreatif'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S9avlRU26iI/AAAAAAAAARM/u3Ifg_mvLlw/s72-c/speech_therapy1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-4577424578062698371</id><published>2010-04-19T00:23:00.004+07:00</published><updated>2010-05-22T10:01:23.359+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ATR (Anak Tuna Rungu)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Mereka bukan anak 'Aneh'</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Pernahkah anda melihat seorang anak mengenakan hearing aid (Alat Bantu Dengar)? Mungkin tatapan anda tertarik pada bagian telinga anak tersebut. Karena memang yang menarik dari anak Tuna Runggu (TR) yang mengenakan hearing aid adalah bagian telinganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang mengalami gangguan dengar dan mengenakan hearing aid (Alat Bantu Dengar/ABD) seringkali dianggap aneh. Tak dapat dipungkiri dalam keseharian anak-anak itu menjadi berbeda karena alat yang dikenakannya. Namun apakah pantas bila anak-anak tersebut di anggap sebagi anak aneh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S8s6RX6wnSI/AAAAAAAAAQ8/4h47InzYoBw/s1600/cibubur.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S8s6RX6wnSI/AAAAAAAAAQ8/4h47InzYoBw/s320/cibubur.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia &lt;b style="color: #cc0000;"&gt;&lt;a href="http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/"&gt;(KBBI)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; kata "aneh" diartikan sebagai hal yang tidak seperti yang biasa terlihat atau terdengar. Namun bernarkan anak yang mengenakan hearing aid (ABD) itu termasuk anak aneh? Jawabannya bisa ya dan juga tidak. Tergangtung pada yang melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang tak terbiasa melihat bentuk hearing aid (ABD) mungkin merasa apa yang kenakan anak kecil itu terlihat begitu aneh. Namun tidak bagi yang terbiasa berinteraksi dengan mereka, karena pada kenyataannya meraka sama seperti anak-anak normal lainnya. Senang bermain, berlari, berteriak. Tak ada yang bereda. Yang membedakan mungkin hanya alat yang menepel pada telinganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S8s-6wTGzoI/AAAAAAAAARE/rETrbEM1v5k/s1600/dicibubur.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S8s-6wTGzoI/AAAAAAAAARE/rETrbEM1v5k/s320/dicibubur.jpg" width="238" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Begitupun dalam lingkungan sekolah. Anak yang mengenakan  hearing aid (ABD), dan bersekolah di sekolah umum sering kali dianggap berbeda oleh teman-temannya. Maka dari itu pentingnya menyiapkan mental seorang anak yang mengalami gangguan dengar ketika akan memasuki sekolah umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi berbeda karena alat yang digunakan itu tak dapat di pungkiri. Namun haruskah anak-anak yang mengalami gangguan dengar juga ditatap dengan tatapan aneh hanya karena alat yang menempel ditelinganya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah perlu pemahaman masyarakat akan keberadaan anak-anak Tuna Runggu (TR) yang mengenakan hearing aid (ABD). Mari buang tatapan aneh pada anak-anak tersebut, agar mereka merasa dirinya pun merupakan bagian dari masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;*foto Dok Pribadi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-4577424578062698371?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/4577424578062698371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/04/mereka-bukan-anak-aneh.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/4577424578062698371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/4577424578062698371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/04/mereka-bukan-anak-aneh.html' title='Mereka bukan anak &apos;Aneh&apos;'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S8s6RX6wnSI/AAAAAAAAAQ8/4h47InzYoBw/s72-c/cibubur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-7335818193660671479</id><published>2010-04-12T14:34:00.001+07:00</published><updated>2010-12-18T00:58:12.899+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Berbagi Tak Selalu Dalam Bentuk Materi</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S8LMZutut-I/AAAAAAAAAP0/_2lvDC3WZ6s/s1600/hands-reaching2.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="127" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S8LMZutut-I/AAAAAAAAAP0/_2lvDC3WZ6s/s200/hands-reaching2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Di jaman yang serba konsumtif, tak dapat dipungkiri seringkali berbagi dikaitkan dengan materi. Bilamana semua dinilai dengan materi kemungkinan kesempatan untuk berbagi itu sangat sulit. Apalagi untuk orang-orang secara materi tidak berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara materi aku tidak berlebihan. Namun bukan berarti aku tak ingin berbagi. Karena bilamana menunggu diri ini kaya (baca: berharta), bukankah hanya membuang-buang kesempatan saja? Karena kenyataannya memang begitu, bilamana menunggu kaya kapankah akan berbagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini mungkin aku hanya bisa berbagi melalui tulisan, sekedar share apa yang kurasakan selama mengenakan heraing aid. Bagaimana suara yang ditangkap telingaku melalui alat. Setidaknya dengan begitu orang tua anak tuna runggu (TR) bisa mendapatkan gambaran, seperti apa suara itu sampai di telinga anaknya. Mengingat pendengaranku dulu normal. Tentunya merasakan perbedaan kala mengenakan alat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun dengan berbagai kendala yang kualami, aku hanya bisa menceritakan seperti apa kendala itu. Tentunya dengan harapan agar orangtua anak tuna runggu (TR) bisa mengantisipasi bila kendala yang sama terjadi pada anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun bila ada yang sekedar share, menanyakan bagaimana penggunaan hearing aid itu? Tentunya dengan senang hati akan kuberitahu apa yang kuketahui mengenai alat ini, dan bagaimana suapa bisa bertahan lama dalam menggunakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari share dengan orangtua anak tuna runggu (TR), aku pun jadi tahu ternyata memilih hearing aid itu tidak bisa sembarang. Butuh test suara, konsultasi, dan kecocokan dengan alat. Selain itu juga perlunya penyettingan alat, agar suara yang di tangkap tidak menimbulkan feedback.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memang memang belum bisa berbagi secara materi, namun setidaknya aku masih bisa berbagi dalam bentuk lain...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*sumber gambar dari &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.sikhcess.org/who-has-the-time-to-give-back/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-7335818193660671479?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/7335818193660671479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/04/berbagi-tak-selalu-dalam-bentuk-materi.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/7335818193660671479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/7335818193660671479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/04/berbagi-tak-selalu-dalam-bentuk-materi.html' title='Berbagi Tak Selalu Dalam Bentuk Materi'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S8LMZutut-I/AAAAAAAAAP0/_2lvDC3WZ6s/s72-c/hands-reaching2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-6173999339557371303</id><published>2010-03-28T21:24:00.003+07:00</published><updated>2010-03-29T08:56:02.266+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gangguan Dengar'/><title type='text'>Mengapa Terkena Gangguan Dengar?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S69kay9OwkI/AAAAAAAAAPs/VQVAzhI42y4/s1600/hear_lose.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S69kay9OwkI/AAAAAAAAAPs/VQVAzhI42y4/s200/hear_lose.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Gangguan dengar merupakan salah satu yang tak terdeteksi ketika bayi lahir. Umumnya bayi yang mengalami gangguan dengar baru terdeteksi ketika usianya sudah mencapai 1 tahun. Dalam hal ini ada baiknya orangtua curiga apabila dalam rentang usia 12-18 bulan bayi belum bisa berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara sangat erat kaitannya dengan mendengar. Apabila seorang bayi mengalami gangguan dengar, sudah tentu bayi tersebut sukar untuk menirukan ucapan dan belajar berbicara. Karena bayi berbicara bedasarkan apa yang ia dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak penyebab mengapa seorang anak terkena gangguan dengar. Salah satu yang paling sering terjadi (terutama pada kasus teman-teman kecil saya) penyebabnya yaitu virus rubella yang menyerang ibunya sewaktu masa kehamilan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rubella atau campak Jerman adalah penyakit yang disebabkan suatu virus RNA dari golongan Togavirus. Penyakit ini relatif tidak berbahaya dengan morbiditas dan mortalitas yang rendah pada manusia normal. Tetapi jika infeksi didapat saat kehamilan, dapat menyebabkan gangguan pada pembentukan organ dan dapat mengakibatkan kecacatan. Dapat terjadi abortus (keguguran), bayi meninggal pada saat lahir, atau mengalami sindrom Rubella Kongenital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala rubella kongenital dapat dibagi dalam 3 kategori :&lt;br /&gt;&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;Sindroma rubella kongenital yang meliputi 4 defek utama yaitu : &lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Gangguan pendengaran&lt;/b&gt; tipe neurosensorik. Timbul bila infeksi terjadi sebelum umur kehamilan 8 minggu. Gejala ini dapat merupakan satu-satunya gejala yang timbul.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gangguan jantung meliputi PDA, VSD dan stenosis katup pulmonal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gangguan mata : katarak dan glaukoma. Kelainan ini jarang berdiri sendiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Retardasi mental &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Purpura trombositopeni ( Blueberry muffin rash )&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hepatosplenomegali, meningoensefalitis, pneumonitis, dan lain-lain &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;Extended – sindroma rubella kongenital. Meliputi cerebral palsy, retardasi mental, keterlambatan pertumbuhan dan berbicara, kejang, ikterus dan gangguan imunologi ( hipogamaglobulin ).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;Delayed - sindroma rubella kongenital. Meliputi panensefalitis, dan Diabetes Mellitus tipe-1, gangguan pada mata dan pendengaran yang baru muncul bertahun-tahun kemudian.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Penyebab lainnya yaitu bayi lahir prematur (lahir pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu). Bayi yang lahir prematur biasanya rentan akan berbagai macam infeksi. Anak yang terkena gangguan dengar biasanya terkena infeksi karena lahir prematur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab  gangguan dengar lainnya yaitu pengaruh antibiotik pada usia anak-anak. Kasus ini seperti yang ku alami, pemakaian antibiotik dalam rentang waktu yang cukup lama bisa mengakibatkan gangguan pedengaran. Antibiotik ini biasanya untuk obat paru-paru masuk kedalam jenis golongan aminoglikosida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun itu, semua sudah terjadi. Orangtua harus siap menerima kenyataan akan anaknya yang terkena gangguan dengar. Setidaknya satu hal yang patut disyukuri bahwa yang menimpa anaknya tidak mempengaruhi fungsi otak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh yang kulihat kecerdasan anak-anak Tuna Runggu (TR) tetap sama seperti anak-anak lainnya. Memang dalam hal berbicara terdapat banyak kendala, perlu latihan ekstra dalam mengajarkan mereka mengenal suara melalui hearing aid. Namun disitulah para orangtua diuji sejauh mana mereka bisa sabar dalam membimbing anaknya mengenal suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik aku maupun anak-anak TR , kalaupun kami bisa memilih. Tentunya tak ingin mengalami gangguan dengar. Tapi syukurlah kami tak perlu berada di kesunyian dan samar-samar, karena kami masih bisa dibantu mendengar melalui hearing aid.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;- mengenai virus Rubella : &lt;a href="http://www.enformasi.com/2009/02/virus-rubella.html"&gt;http://www.enformasi.com/2009/02/virus-rubella.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- pengalaman pribadi dan sharing dengan ortu Anak TR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gambar :&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.adclinic.com/Doctors_Specialties_Maps/Pediatrics/C_kids%27hearing.htm"&gt;http://www.adclinic.com/Doctors_Specialties_Maps/Pediatrics/C_kids%27hearing.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-6173999339557371303?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/6173999339557371303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/03/mengapa-terkena-gangguan-dengar.html#comment-form' title='18 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/6173999339557371303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/6173999339557371303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/03/mengapa-terkena-gangguan-dengar.html' title='Mengapa Terkena Gangguan Dengar?'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S69kay9OwkI/AAAAAAAAAPs/VQVAzhI42y4/s72-c/hear_lose.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-5071582129339363353</id><published>2010-03-21T15:38:00.002+07:00</published><updated>2010-12-18T00:57:41.712+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Tidak Selayaknya anak-anak itu dikucilkan</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kupikir tadinya hanya aku saja yang mengalami ini ketika masih anak-anak dan mengenakan hearing aid, berada di tengah anak-anak normal, bersekolah di sekolah umum. Namun ternyata teman-teman kecilku pun akhirnya mengalaminya juga &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Menjadi satu-satunya murid di sekolah yang mengenakan hearing aid sungguh tak mengenakan. Apalagi bila hearing aid yang kukenakan terlihat oleh murid lain, langsung menjadi pusat perhatian akibat alat yang tak biasa itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara akademis tak ada yang perlu dikhawatirkan. Karena aku tak mengalami kendala dalam menyerap pelajaran. Kegemaran membaca, menjadikan diriku tak tertinggal pelajaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi mendengar itu bukan perkara mudah. Seringkali aku salah mendengar apa yang diomongkan oleh teman (bila memang itu bisa disebut teman). Parahnya bila aku salah mendengar, bukannya memberitahukan bahwa yang kutangkap salah tetapi yang ada malah menertawakanku. Kalau sudah begitu hanya bisa diam saja mendengar tertawaan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun dalam bermain, seringkali aku merasa dikucilkan karena hearing aid yang kugunakan terlihat aneh bagi mereka. Biasanya bila sudah begitu, aku memilih untuk tidak bermain bersama anak-anak itu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian itu sudah bertahun-tahun lalu saat diriku masih bersekolah. Namun ketika aku akhirnya mengetahui bahwa hal yang pernah kualami ternyata terjadi juga pada teman-teman kecilku yang Tuna Runggu (TR) dan mengenakan hearing aid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kucilkan tidak  boleh bermain bersama itulah yang sering terjadi. Dari sharing seorang ibu anak TR betapa sedih hatinya ketika anaknya yang saat itu ijin bermain keluar rumah tak lama kemudian langsung pulang lagi dengan wajah cemberut dan bilang bahwa dirinya tak boleh ikut bermain dengan kawan-kawannnya yang normal. Hati ibu mana yang tidak sedih mengetahui penolakan anak lain pada putrinya yang mengalami gangguan dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak dengan gangguan dengar tak seharusnya di kucilkan. Apabila ada anak normal yang bermain dengan anak TR, berikan pngertian untuk tidak mngucilkan anak TR yang mengenakan hearing aid. Berikan pengertian bahwa hearing aid itu bukan barang aneh, merupakan alat yang membantu kawannya yant TR untuk mendengar. Karena pada dasarnya anak TR itu sama normalnya dengan anak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang yang paling sulit itu adalah kala masa kanak-kanak, begitu mulai beranjak remaja, masalah dikucilkan karena dianggap aneh akan berkurang dengan sendirinya seiring juga makin pahamnya beberapa anak untuk menerima temannya yang berkebutuhan khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagaimanapun juga orangtua yang memiliki anak dengan gangguan dengar dan mengenakan hearing aid harus mengantisipasi hal ini. Begitupun dengan anda yang memiliki anak normal, berikan pengertian pada anak anda untuk tidak mengucilkan temannya yang memiliki kebutuhan khusus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bisa bermain, dianggap sama dengan lainnya, bagi anak yang mengalami gangguan dengar merupakan bentuk support dan menunjukkan pula bahwa anak itupun bisa diterima oleh temannya yang normal.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-5071582129339363353?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/5071582129339363353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/03/tidak-selayaknya-anak-anak-itu.html#comment-form' title='17 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/5071582129339363353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/5071582129339363353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/03/tidak-selayaknya-anak-anak-itu.html' title='Tidak Selayaknya anak-anak itu dikucilkan'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-4242299491701119741</id><published>2010-03-16T21:09:00.002+07:00</published><updated>2010-11-10T14:51:30.055+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Berhenti Menyalakan Diri</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Ketika seorang ibu tahu anaknya mengalami gangguan dengar, mungkin terbesit rasa penyesalan pada dirinya. Namun haruskan terpuruk menyesali keadaan anaknya. Sehingga tak tahu harus berbuat apa.&lt;br /&gt;Menyesali dan meyalahkan diri akan keadaan yang telah terjadi takkan menyelesaikan masalah. Orangtua yang tahu keadaan anaknya setidaknya harus berhenti menyalahkan diri. Ini langkah penting agar orangtua mampu melangkah ketahap selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepengetahuan saya dari sharing dengan orang tua Anak Tuna Runggu (TR) tak mudah memang menerima kenyataan itu. Ketika hasil tes BERA (Brainstem Evoke Response Audiometry) -merupakan tes pendengaran untuk bayi- di bacakan dan mengetahui besarnya gangguan dengar anaknya, umumnya dari para orangtua tersebut tidak siap menerima kenyataan. Namun syukurlah mereka pada akhirnya sadar bahwa mereka harus bangkit tidak boleh terpuruk menyesali kenyataan akan keadaan anaknya yang Tuna Runggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila orang tua tidak bangkit, bagaimana dengan nasib anaknya. Bila orangtua tidak berusaha sekuat tenaga membelikan hearing aid (mengingat harganya mahal) bagaimana mungkin anaknya bisa mendengar. Semua itu memang butuh pengorbanan dan usaha. Dan ternyata pengorbanan dan usaha orangtua TR itu tidaklah sia-sia. Melihat anaknya merespon suara, mengerti apa yang di ucapkan ornagtuanya. Bisa berkomunikasi dengan orangtua dan orang normal lainnya, itu merupakan hal yang membahagiakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun denganku yang mengalami gangguan dengar di usia anak-anak. Memang duniaku jadi berubah, suara yang kudengar tak lagi sama seperti dulu. Tapi haruskan aku menyalahkan diri sendiri karena dulu pernah sakit sehingga efek samping obat mengenai syaraf pendengaran? Tentunya tak boleh begitu. Karena bila terus menyalahkan diri sudah tentu tak mungkin saya bisa kembali berbaur dan beradaptasi dnegan orang normal lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyalahkan diri atas apa yang sudah terjadi tak akan menyelesaikan masalah. Meratapi sesuatu yang sudah hilang seperti pendengaran tak ada gunanya. Bilamana yang telah hilang itu masih bisa diganti, walau mungkin tak sama seperti yang asli mengapa tidak dimanfaatkan.&lt;br /&gt;Karena hidup bagaimanapun haru terus berlanjut. Yaa selagi diberi umur memang sebaiknya manfaatkan usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun dengan anak-anak Tuna Rungu, jalan mereka masih panjang. Jangan biarkan anak-anak itu terbengkalai dan tak ditangani akibat dari orangtua yang selalu menyalahkan diri. Jadi berhentilah menyalahkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-4242299491701119741?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/4242299491701119741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/03/berhenti-menyalakan-diri.html#comment-form' title='19 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/4242299491701119741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/4242299491701119741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/03/berhenti-menyalakan-diri.html' title='Berhenti Menyalakan Diri'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-4822668718411433687</id><published>2010-03-09T15:42:00.011+07:00</published><updated>2010-05-22T10:01:38.416+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gangguan Dengar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ATR (Anak Tuna Rungu)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Haruskan Anak-Anak itu menjadi Bisu?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S5YIpGlmKHI/AAAAAAAAAO8/aaUg551nVyA/s1600-h/Speech_Therapy.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S5YIpGlmKHI/AAAAAAAAAO8/aaUg551nVyA/s200/Speech_Therapy.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Anak yang dilahirkan dengan kondisi mengalami gangguan dengar biasanya akan mengalami kesulitan dalam berbicara. Hal ini disebabkan karena indera pendengaran mereka tak merespon suara, sehingga mulut kesulitan untuk menirukan suara. Tak heran apabila seorang anak yang mengalami gangguan dengar (Tuna Runggu) sejak bayi, biasanya akan di vonis jadi bisu. &lt;br /&gt;Namun benarkan anak-anak yang terlahir dengan gangguan dengar (Tuna Runggu) berarti juga bisu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata belum tentu anak yang terlahir dengan gangguan dengar akan bisu. Karena ternyata anak-anak yang memiliki gangguan dengar bisa dilatih berbicara.&lt;br /&gt;Bagaimana caranya?&lt;br /&gt;Tentunya dengan mengenalkan suara terlebih dahulu. Tanpa tahu bunyi suara seperti apa, anak akan susah menirukan suara. Untuk itulah pentingnya pemakaian hearing aid (alat bantu dengar). Dengan terbiasa menggunakan hearing aid (alat bantu dengar), maka anak akan di latih untuk mulai berbicara. Dalam hal ini orangtua anak mendaftarkan anaknya mengikuti terapi wicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melatih berbicara anak dengan gangguan dengar itu bukan perkara mudah, perlu kesabaran orangtuanya. Anak yang sudah mengenakan hearing aid (alat bantu dengar) dan mengikuti terapi wicara tidak serta merta akan berbicara. Tapi butuh waktu dan proses. Agar anak lebih terbiasa lagi berbicara, maka orangtua perlu berperan aktif melatih anaknya kala dirumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman kecilku yang bernama Arum usianya hampir 3 tahun. Saat ini masih menjalani terapi wicara. Melalui jejaring Multiply aku tahu bagaimana perkembangan bicaranya. Ibunya rajin mengupload video saat Arum belajar bebicara, bernyanyi. Sungguh luar biasa mendengar Arum ternyata juga bisa bernyanyi sama seperti anak lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang bila dibandingkan dengan anak seusianya yang berpedengaran normal. Kemampuan bicara Arum belumlah selancar anak lain. Tapi melihat dia sudah bisa berbicara walau hanya kata-kata pendek itu sudah merupakan kemajuan yang besar bagi orangtuanya. Aku yakin seiring bertambahnya usia kelak, Arum pasti bisa lancar berkata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak dengan gangguan dengar tidak seharusnya menjadi bisu. Dengan bisa berbicara, maka kesempatan anak-anak yang mengalami gangguan dengar untuk bersosialisai bisa lebih luas lagi. Dengan bisa berbicara anak-anak tersebut bisa mengungkapkan apa yang dirasakan. Ini tentunya berbeda apabila anak tersebut bisu. Besar kemungkinan sering terjadi salah pengertian komunikasi antara anak dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bilamana mungkin, masihkah anak-anak dengan gangguan dengar harus mengalami bisu juga? Beri kesempatan pada anak-anak tersebut agar mereka bisa berbicara dan tak perlu menjadi bisu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*sumber gambar &lt;a href="http://www.cdslp.net/index.php/gallery/"&gt;http://www.cdslp.net/index.php/gallery/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-4822668718411433687?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/4822668718411433687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/03/haruskan-anak-anak-itu-menjadi-bisu.html#comment-form' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/4822668718411433687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/4822668718411433687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/03/haruskan-anak-anak-itu-menjadi-bisu.html' title='Haruskan Anak-Anak itu menjadi Bisu?'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S5YIpGlmKHI/AAAAAAAAAO8/aaUg551nVyA/s72-c/Speech_Therapy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-5606411622884689250</id><published>2010-03-04T23:03:00.002+07:00</published><updated>2010-04-23T13:43:30.036+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Internet Memudahkanku Untuk Sekedar Berbagi</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S4_ZbgmE9wI/AAAAAAAAAO0/_otXdGfyiA0/s1600-h/inet.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="141" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S4_ZbgmE9wI/AAAAAAAAAO0/_otXdGfyiA0/s200/inet.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Internet saat ini bukanlah hal yang asing lagi. Banyak orang mengenal internet, muali dari anak kecil, remaja, sampai dewasa. Begitupun dengan berbagai latar belakang para penggunanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet saat ini semakin mudah diakses, maka semakin luaslah penggunaannya di masyarakat. Apabila digunakan secara baik tentunya akan membawa manfaat besar bagi yang menggunakannya. Begitupun denganku yang merasakan dampak baik dari internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu saat awal tahun 2000 dimana internet masih sulit di akses tak mudah bagi saya mencari bebagai informasi mengenai gangguan dengar. Warnet memang sudah ada tapi masih begitu mahal bagiku yang saat itu masih berstatus pelajar. Maka tak mudah buatku untuk menemukan anak-anak yang juga menggunakan hearing aid mengingat duniaku normal-normal saja. Dalam arti aku selalu bergaul dengan orang normal, jarang sekali melihat orang yang sama denganku yaitu sama-sama mengenakan hearing aid. Kalaupun melihatnya itupun kala aku melakukan service secara berkala di tempat penjualan hearing aid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukurlah kemajuan internet begitu pesat, kini internet mudah di akses. Melalui dunia maya saya dengan mudah mencari berbagai informasi mengenai gangguan dengar baik itu dari dalam negeri maupun luar negeri. Aku pun akhirnya tahu apa penyebab gangguan dengar yang kualami dan mengapa bisa sampai terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui media internet pula aku menemukan para orangtua yang memiliki anak Tuna Runggu (TR). Dengan mereka, aku saling share bertukar informasi. Melalui ortu anak TR aku mengetahui jenis-jenis hearing aid (Alat Bantu Dengar). Begitupun dengan mereka, melalui diriku mereka mengetahui bagaimana kala anaknya nanti bila disekolahkan di sekolah umum dan apa saja yang harus diantisipasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriku yang dulu merasa sendiri, tak tahu kemana untuk sekedar berbagi. Melalui Internet semua jadi begitu mudah. Akupun akan dengan senang hati memberikan support sekedar berbagi pengalaman bagaimana bersekolah di sekolah umum dengan telinga yang menggunakan hearing aid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet bila memang dipakai untuk tujuan baik, Insyaallah akan banyak sekali manfaatnya. Seperti yang sudah saya rasakan. Dengan Internet akupun bisa sekedar berbagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*gambar di ambil di &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.negociogrande.net/english.html"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-5606411622884689250?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/5606411622884689250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/03/internet-memudahkanku-untuk-sekedar.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/5606411622884689250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/5606411622884689250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/03/internet-memudahkanku-untuk-sekedar.html' title='Internet Memudahkanku Untuk Sekedar Berbagi'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S4_ZbgmE9wI/AAAAAAAAAO0/_otXdGfyiA0/s72-c/inet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-3175862519861963077</id><published>2010-03-01T16:06:00.005+07:00</published><updated>2010-05-22T10:01:57.633+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ATR (Anak Tuna Rungu)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Jangan Putus Asa yaa..</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Wajah balita itu berbinar usianya 1 tahun. Ia di diagnosa mengalami gangguan dengar sebesar 90db. Suara yang keluar dari mulutnya hanyalah suara tawa kala diajak bercanda oleh orangtuanya. Ia belum bisa berkata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah putri mungil yang sudah begitu lama didambakan oleh kedua orangtuanya. Begitu di sayang oleh keluarganya. Namun vonis Tuna Runggu menjadikan orangtuanya terutama ibundanya gamang. Tak tahu bagaimana putrinya kelak. Syukurlah, ibu tersebut mau berbagi kegundahannya melalu jejaring multiply. Dimana pada akhirnya akupun mengenalnya kini. &lt;br /&gt;Orangtua anak-anak TR yang sudah lebih dahulu sukses membuat anaknya bisa berbicara turut mencoba merangkul ibu tersebut agar jangan putus asa. Begitupun diriku mencoba memberikan uluran tangan bahwa suara itu masih bisa di dengar. Mengingat gangguan dengar putrinya masih sekitar 90db, sedangkan saya lebih 93db dimana lebih besar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tuhan.. bantu aku mengulurkan tangan padanya...&lt;br /&gt;Bantu aku menguatkan ibunda tersebut &lt;br /&gt;Bahwa apapun masih mungkin terjadi pada putrinya kelak.&lt;br /&gt;Mendengar suara bukan lagi hal yang mustahil&lt;br /&gt;Bantu aku sekedar memberitahukan padanya&lt;br /&gt;Masih ada hearing aid yang dapat membantu putrinya&lt;br /&gt;Agar bisa mendengar suara seperti halnya diriku dan anak-anak dengan gangguan dengar lainnya..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img border="0" height="18" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/1.gif" width="18" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*dituliskan ketika hari ini baru saja mengenal ibu dari Liloet (1th)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-3175862519861963077?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/3175862519861963077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/03/jangan-putus-asa-yaa.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/3175862519861963077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/3175862519861963077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/03/jangan-putus-asa-yaa.html' title='Jangan Putus Asa yaa..'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-6185942818474287893</id><published>2010-02-24T20:52:00.001+07:00</published><updated>2010-03-12T22:06:45.512+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Sunyi Ditengah Keramaian Sungguh Tak Nyaman</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Apa yang anda rasakan kala berada di tengah keramaian pesta, namun tak ada satupun orang yang anda kenal. Tentu anda merasa tak nyaman karena merasa terasing dari sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun yang saya alami kala ditengah hiruk pikuk keramaian, tetapi suara yang terdengar hanya samar-samar, menjadikan rasa tak nyaman terasing dari sekitar. Biasanya hal ini terjadi apabila hearing aid yang digunakan baterainya habis. Rasa tak nyaman itu karena merasa bahaya mengintai akibat tak mendengar dengan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang terlahir dengan kondisi berpendengaran baik kemudian mengalami gangguan dengar, sudah pasti merasa tak nyaman bila suara yang terdengar terasa samar. Mungkin juga karena sudah terbiasa dengan segala suara dan tentunya ingatan akan suara telah tertanam di memori maka akan menjadi berbeda kala suara yang terdengar terasa samar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, dengan segala kesibukannya dan penuh hiruk pikuk. Rasanya sungguh berbahaya ketika berada dijalan hanya mendengar suara samar. Anda pasti tahu bagaimana keadaan bus umum di Jakarta. Mereka saling kebut-kebutan, saling bersaing dengan sesama bus lainnya. Kadangkala juga tak peduli dengan para penyebrang jalan. Begitupun dengan kendaraan bermotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pengguna angkutan umum saya sadar benar akan hal itu. Maka sebisa mungkin saya selalu berusaha untuk mendengar kala berada di tengah keramaian. Karena apabila saya lalai sedikit saja, nyawalah taruhannya akibat saya tak jelas mendengar. Maka dari itu saya selalu sedia baterai cadangan untuk hearing aid (alat bantu dengar). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu kali saya lupa membawa baterai cadangan, akibatnya saya disergap rasa tak nyaman karena hearing aid yang berfungsi hanya sebelah. Kalau sudah begitu matalah yang membantu saya untuk mendengar sekitar. Syukurlah saat saya baik-baik saja dan bisa selamat sampai dirumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa sunyi di tengah kearamaian memang sungguh tak nyaman. Maka sebisa mungkin tak lupa membawa baterai cadangan. Agar saat hearing aid mati karena baterainya habis, bisa segera diatasi. Karena saya juga tak pernah bisa memprediksi kapan baterai hearing aid itu habis. Selain itu juga untuk mengatasi rasa tak nyaman akibat tak jelas mendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, menjadi orang yang mengenakan alat itu sungguh tak mudah. Namun bukan berarti saya harus menyesali karena hidup tergangtung dengan alat. Tapi harus lebih bersyukur karena saya masih diberi kesempatan mendengar walaupun dengan sebuah alat. Karena bila melihat orang lain yang hidupnya tak lebih baik dari saya, maka mengenakan hearing aid menjadi tak seberapa dibanding yang lebih menderita dari dari saya. Maka dari itulah tak berlebihan kan kalau saya bersyukur masih bisa mendengar. &lt;img border="0" height="18" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/1.gif" width="18" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-6185942818474287893?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/6185942818474287893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/02/sunyi-ditengah-keramaian-sungguh-tak.html#comment-form' title='18 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/6185942818474287893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/6185942818474287893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/02/sunyi-ditengah-keramaian-sungguh-tak.html' title='Sunyi Ditengah Keramaian Sungguh Tak Nyaman'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-5001161187487437112</id><published>2010-02-19T15:51:00.004+07:00</published><updated>2010-03-12T22:02:58.872+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hearing Aid (Alat Bantu Dengar)'/><title type='text'>Hearing Aid Mengingatkanku Untuk Berhemat</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S35QDiBlbyI/AAAAAAAAAOI/0uKy6Cww7pY/s1600-h/SaveMoney1.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S35QDiBlbyI/AAAAAAAAAOI/0uKy6Cww7pY/s200/SaveMoney1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hidup tergangtung dengan sebuah alat sungguh tidak mudah. Selain tentunya ada keterbatasan juga mesti memikirkan usia pakai alat tersebut. Begitulah yang terjadi pada saya. Perlu memikirkan sampai kapan hearing aid (alat bantu dengar) itu masih bisa digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu karena belum mengerti saya tak pernah berpikir bahwa selama sisa hidup akan selalu bersama hearing aid (alat bantu dengar). Semakin besar saya sadar memang ditakdirkan untuk selalu menggunakan hearing aid (alat bantu dengar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin besar dan dewasa sayapun mengerti bahwa hearing aid adalah kebutuhan pokok saya. Tanpa alat itu tentu akan terganggu berbagai aktifitas karena kurang mendengar. Saya pun juga akhirnya tahu bahwa hearing aid itu sangat mahal dan setiap tahun harganya selalu naik. Selain karena merupakan barang import, hearing aid juga masih belum ada buatan dalam negeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini saya sadari saat harus mengganti sendiri hearing aid (alat bantu dengar) dengan uang yang saya kumpulkan selama beberapa tahun. Berat memang rasanya melihat uang yang terkumpul bertahun-tahun hanya ditukar sebuah alat mungil. Namun bila mengingat betapa pentingnya dan besarnya manfaat alat tersebut rasanya sebanding juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi saat saya tahu betapa seorang bayi yang mengalami gangguan dengar sejak dini perlu menggunakan hearing aid super power seharga 8 juta rupiah per unit. Ini membuat saya bepikir berarti sepasang hearing aid untuk bayi tersebut butuh dana 16 juta rupiah. Besar sekali uang diperlukan untuk sekedar bisa mendengar. Untuk saya memang tak perlu menggunakan yang super power, namun tetap saja saya butuh biaya besar juga untuk sekedar mengganti hearing aid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila memikirkan hearing aid, saya akan mengingat untuk berhemat. Barang-barang yang tidak saya butuhkan biasanya tak akan saya beli. Sebisa mungkin saya meminimalkan pengeluaran untuk menabung guna mengganti hearing aid tentunya agar saya bisa terus mendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang jadinya merasa terbatas saat mengingat hearing aid yang mesti diganti, serasa tak bebas saat membelanjakan uang. Namun sekali lagi perlu dipikirkan memilih mana yang akan didahulukan. Karena melalui hearing aid suara bisa saya tangkap dengan jelas. Bagi saya tak masalah bila saya tak ikut trend seperti mengganti ponsel dengan Blackberry misalnya, karena saya tahu ponsel biasa sudah cukup bagi saya. Apalah gunanya mengikuti trend, bila saya tak bisa mendengar dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan hearing aid setidaknya membuat saya sadar, bahwa hidup itu jangan boros karena ada kebutuhan yang lebih penting untuk didipikirkan dan didahulukan. Bahwa mendengar merupakan harga mati yang harus saya tebus dengan membelinya.&lt;br /&gt;Maka dari itu saya anggap hearing aid sebagai pengingat dikala ada keinginan hati untuk membeli barang yang tak perlu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*gambar di ambil &lt;a href="http://www.ehow.com/how_4554217_teach-teen-save-money.html"&gt;&lt;b&gt;disini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-5001161187487437112?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/5001161187487437112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/02/hearing-aid-mengingatkanku-untuk.html#comment-form' title='19 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/5001161187487437112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/5001161187487437112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/02/hearing-aid-mengingatkanku-untuk.html' title='Hearing Aid Mengingatkanku Untuk Berhemat'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S35QDiBlbyI/AAAAAAAAAOI/0uKy6Cww7pY/s72-c/SaveMoney1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-5402793334812578774</id><published>2010-02-14T23:20:00.007+07:00</published><updated>2010-05-22T10:02:09.655+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ATR (Anak Tuna Rungu)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Biarkan anak-anak itu Berceloteh</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Apakah anda merasa terganggu bila ada anak kecil atau anak anda yang masih kecil selalu ramai berceloteh tiada henti? hmm sebaiknya tak perlu merasa terganggu, biarkan saja mereka berceloteh, berbicara ramai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda, banyak orangtua anak yang memiliki gangguan dengar begitu mendambakan anaknya bisa berbicara. Memang selama ini ada stigma tuli pasti bisu. Namun berkat pengetahuan yang semakin maju dan tentunya kesadaran para orangtua akan masa depan anaknya, maka mereka berusaha agar anaknya bisa berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha itu dilakukan dengan cara memberikan terapi wicara secara rutin dan teratur. Memang suatu hal yang tak mudah, mengingat anak yang memiliki gangguan sejak bayi sangat sulit merespon suara. Untuk itulah pentingnya pemakaian hearing aid (alat bantu dengar) agar anak tersebut bisa mendengar&amp;nbsp; dan merespon suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mendengar cerita seorang ibu dari anak Tuna Runggu (TR), mengenai bagaimana pada akhirnya putri kecilnya mau berbicara dan mengeluarkan sepatah kata untuk mengungkapkan keinginannya, bertapa hal itu membuat terharu. Bagaimana ibu itu tidak terharu, putri kecilnya yang selama ini begitu sulit berkata-kata untuk mengungkapkan apa keinginannya. Rumah yang tadinya begitu sepi dari celoteh putrinya, kini menjadi ramai oleh ocehan putrinya yang selalu ingin tahu banyak hal dengan bertanya. Bisa anda bayangkan betapa bahagianya ibu tersebut karena usahanya membuahkan hasil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sungguh kontras saat saya membaca berita di surat kabar, dimana orang tua tega menganiaya anaknya hanya karena anaknya tidak bisa diam, selalu berisik. Andai mereka tahu bahwa ada banyak orangtua dari Anak TR yang malah mendambakan keriuhan akan suara anak-anak. Andai mereka tahu betapa sulitnya melatih anak-anak TR agar bisa berbicara dan berkata-kata. Tentu mereka akan berpikir lagi bila akan menganiaya anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara dengan anak-anak adalah hal menyenangkan, karena umumnya mereka jujur mengemukakan apa yang di rasakan. Begitupun saat mendengar anak TR mengungkapkan keinginannya walau itu hanya sepatah kata, rasanya begitu luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bila anda merasa terganggu dengan suara ocehan seorang anak sebaiknya anda berpikir kembali. Karena banyak anak-anak dengan gangguan dengar yang masih harus berjuang untuk sekedar berbicara sepatah kata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-5402793334812578774?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/5402793334812578774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/02/biarkan-anak-anak-itu-berceloteh.html#comment-form' title='17 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/5402793334812578774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/5402793334812578774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/02/biarkan-anak-anak-itu-berceloteh.html' title='Biarkan anak-anak itu Berceloteh'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-5891658926172775928</id><published>2010-02-07T22:44:00.004+07:00</published><updated>2010-03-12T22:02:43.169+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Pertemuan Dengan Pengguna Hearing Aid</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Hari ini (07-02-2010) saya menghadiri acara parenting support anak-anak Tuna Runggu (TR) di taman bunga Wiladatika Cibubur. Memang saya hanya hadir sebagai undangan saja, lagipula kasus saya berbeda dengan mereka dimana anak-anak tersebut mengalami gangguan dengar sejak bayi. Walaupun begitu saya cukup senang bisa hadir di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertemu kembali dengan teman-teman kecil saya yang biasanya saya kenal melalui jejaring multiply dan melihat perkembangan mereka cukup menyenangkan. Saya mulai mengikuti cara seperti ini setahun yang lalu. Acara ini rutin diadakan setiap 3-4 bulan sekali. Tujuan acara ini tentu saja untuk saling mendukung dan menguatkan para orangtua anak-anak TR agar mereka tetap berusaha untuk kebaikan anaknya kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan kali ini membahas tentang "bagaimana membesarkan anak Tuna Runggu". Sayangnya saya tidak begitu menangkap apa yang di bicarakan pada pertemuan itu karena saya lebih banyak menyapa teman-teman kecil yang saya kenal didunia maya. Setidaknya yang saya tangkap secara garis besar, orang tua yang memiliki anak TR diharapkan untuk tetap berusaha agar anaknya bisa mandiri kelak. Karena bagaimanapun nantinya anak-anak tersebut akan mereka lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal anak-anak tersebut, mengetahui perkembangannya sangat menyenangkan. Seperti misalnya Naila (4 thn), setahun yang lalu kala mengenalnya dia masih begitu pendiam belum banyak berkata-kata. Namun kali ini kemajuannya bagus sekali, ia sudah ceriwis sekali. Sudah banyak kosa kata yang dikuasainya. Tentunya ini tak lepas dari ketekunan orangtuanya yang rajin membawa Naila untuk terapi wicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun dengan Menur (7 thn), sudah bisa mengutarakan rasa kesalnya melalui kata-kata. Bisa anda banyangkan tak mudah untuk seorang anak yang sedari lahir mengalami gangguan dengar untuk mengungkapkan emosinya melalui kata-kata. Dengan kata-kata pun orang normal yang ada didekatnya akan tau apa yang membuat dirinya kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S27cJHI9ylI/AAAAAAAAAM4/xeQ_mM8JW8c/s1600-h/menur1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S27cJHI9ylI/AAAAAAAAAM4/xeQ_mM8JW8c/s320/menur1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Menur (7 thn)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Lalu ada lagi Shafa (18 tahun) yang bersekolah di sekolah umum, dia Cerdas bisa berbicara sama baiknya dengan orang lain. Sayang ketika acara ada orang yang meragukan bahwa dia benar-benar TR. Maklum saja dia berkerudung jadinya hearing aid yang dikenakannya tak terlihat. Syukurlah di berbesar hati mau melepas hearing aid sejenak, agar orang tahu bahwa dia benar-benar mengalami gangguan dengar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S27bQTkUnTI/AAAAAAAAAMw/476J4vB9J-s/s1600-h/nita_shafa1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S27bQTkUnTI/AAAAAAAAAMw/476J4vB9J-s/s320/nita_shafa1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Shafa (berbaju merah) dan aku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Memang sebagai orang yang mengalami gangguan dengar sangat tak mudah untuk bisa membaur dengan orang normal. Ada saja yang sinis, meremehkan bahkan tak suka akan keberadaan orang-orang seperti kami. Belum lagi mengenai penggunaan hearing aid, masih banyak orang yang tak sepaham akan kegunaan hearing aid. Memang hearing aid mahal sekali, tetapi kalau mengingat besarnya manfaat yang saya dapatkan rasanya tak percuma mengeluarkan uang yang besar (untuk diketahui harga hearing aid minimal sekitar 4 juta rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memahami perbedaan pendapat itu, bila tak suka mengenakan hearing aid yaa tak mengapa itu adalah pilihan. Namun bagi saya dan teman-teman kecil saya yang sudah dibiasakan mengenakan hearing aid tentu sudah merasa nyaman akan suara yang kami dengar. &lt;br /&gt;Saya nyaman dengan pilihan untuk mengenakan hearing aid, karena orangtua dan sudara mendukung saya untuk tetap bisa terus mendengar, walaupun hanya melalui alat bernama hearing aid...&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S27dhEQLY7I/AAAAAAAAANA/-clDW-PSeAQ/s1600-h/Foto_bareng1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S27dhEQLY7I/AAAAAAAAANA/-clDW-PSeAQ/s320/Foto_bareng1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;foto bersama dengan orangtua yang jadi panitia sebelum pulang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-5891658926172775928?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/5891658926172775928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/02/pertemuan-dengan-pengguna-hearing-aid.html#comment-form' title='18 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/5891658926172775928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/5891658926172775928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/02/pertemuan-dengan-pengguna-hearing-aid.html' title='Pertemuan Dengan Pengguna Hearing Aid'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S27cJHI9ylI/AAAAAAAAAM4/xeQ_mM8JW8c/s72-c/menur1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-3767784719433770248</id><published>2010-01-30T12:06:00.005+07:00</published><updated>2010-03-17T11:07:17.956+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gangguan Dengar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Kekuranganku Bukan Aib</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S2O8vLMZ6QI/AAAAAAAAAME/Y27y058Ve9o/s1600-h/shy_face.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S2O8vLMZ6QI/AAAAAAAAAME/Y27y058Ve9o/s200/shy_face.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Adakalanya manusia malu mengakui apa kekurangannya. Banyak orang berpikir bahwa kekurangan itu sama artinya dengan aib. Padahal bila mau ditelusuri dengan baik, bahwa kekurangan itu bukanlah aib. Seringkali orang yang mengakui kekurangannya dibilang mengumbar aib. Padahal tidak demikian. Karena kenyataannya Aib tidak sama dengan kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merujuk pada &lt;b&gt;&lt;a href="http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/"&gt;Kamus Besar Bahasa Indonesia&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;(KBBI)berikut arti kata aib dan kekurangan.&lt;br /&gt;Aib&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;        = cela, noda. &lt;br /&gt;Kekurangan = tidak mempunyai (sesuatu yg diperlukan), tidak cukup mendapat (beroleh).&lt;br /&gt;Dari keterangan di atas jelaslah bahwa aib berbeda artinya dengan kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengakui kekurangan itu tidak mudah, perlu kebesaran hati menerima sepenuhnya apa yang kurang pada diri sendiri. Begitupun dengan saya tak mudah mengakui kekurangan, walau itu nampak jelas sekali terlihat. Setidaknya perlu proses untuk menerima keyataan akan kekurangan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengakui kekurangan yang dimiliki, bukan berarti ingin dikasihani. Hanya untuk menyadarkan diri bahwa saya adalah manusia yang jauh dari sempurna. &lt;br /&gt;Bila ada yang bertanya, mengapa tak malu mengakui kekurangan saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu karena saya merasa kekurangan dalam hal pendengaran bukanlah aib. Bagi saya daripada membohongi diri untuk terlihat sempurna, lebih baik tidak. Lagipula kekurangan itu masih bisa diatasi dengan penggunaan &lt;i&gt;hearing aid&lt;/i&gt;. Jadi tak ada alasan untuk malu mengakui kekurangan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang dalam dunia nyata maupun maya, banyak orang ingin telihat sempurna di mata orang lain. Saya tak menyalahkan hal itu, karena semua tergantung pada pribadi masing-masing. Namun bila kekurangan itu bukan aib dan tidak menjatuhkan diri, mengapa harus malu mengakuinya. Dengan begitu setidaknya bila menemui kekurangan orang lain akan menjadi maklum, tiada niat untuk mencela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tak ada manusia yang sempurna, karena kesempurnaan itu hanyalah milik Tuhan.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*gambar dari &lt;a href="http://www.clker.com/clipart-41608.html"&gt;&lt;b&gt;sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-3767784719433770248?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/3767784719433770248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/01/kekuranganku-bukan-aib.html#comment-form' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/3767784719433770248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/3767784719433770248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/01/kekuranganku-bukan-aib.html' title='Kekuranganku Bukan Aib'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S2O8vLMZ6QI/AAAAAAAAAME/Y27y058Ve9o/s72-c/shy_face.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-7585083483012990594</id><published>2010-01-26T16:32:00.002+07:00</published><updated>2010-03-12T22:08:39.008+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Syukurlah Tak Terkena Latah</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://img98.imageshack.us/img98/9946/dontspeakoriglh4.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://img98.imageshack.us/img98/9946/dontspeakoriglh4.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Salah satu sisi positif dari gangguan dengar adalah tidak mudah terkena latah. Sebagaimana diketahui kondisi latah itu dipicu oleh refleks mengagetkan, sehingga orang yang latah akan melakukan pengulangan verbal atau fisik secara automatis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut &lt;a href="http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php" style="color: purple;"&gt;&lt;b&gt;Kamus Besar Bahasa Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;,&lt;/span&gt; Latah adalah menderita sakit saraf dengan suka meniru-niru perbuatan atau ucapan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latah dapat muncul dalam beberapa macam bentuk antara lain pengulangan kata ( echolalia ). Diambil dari bahasa Yunani, ‘echo‘ berarti mengulang, dan ‘alia‘ yang berarti ‘babbling‘ atau percakapan tak bermakna. Contohnya saja orang latah yang sering mengucapkan ‘eh copot-copot’ saat panik. Latah yang seperti ini paling sering terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga latah yang bila terjadi pada saat kaget langsung mengeluarkan kata-kata bernada keras seperti sumpah serapah dan kata-kata kasar. Latah jenis ini disebut coprolalia yang artinya percakapan nggak bermakna, yang sifatnya tabu dan tidak sesuai dengan norma sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain latah verbal seperti yang dijelaskan di atas, ada juga latah non verbal, yaitu berupa gerakan tubuh. Kalau gerakan itu mengikuti gerakan orang lain, maka latah ini disebut echopraxia. Misalnya saat kaget, dia melompat-lompat atau mengerak-gerakkan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan gerakan yang mengarah pada gerakan yang dinilai tabu, disebut copropraxia. Masih ada lagi, yaitu latah mengikuti gerakan sesuai perintah &lt;i&gt;(automatic obedience)&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latah menurut saya sangat mengganggu, apabila kata-kata latah yang dikeluarkan sangat tidak pantas dan tidak sopan untuk didengar. Untuk itulah mengapa orang yang latah kadang mengiba kepada orang-orang didekatnya agar tidak membuat dirinya latah.Selain itu latah yang mengeluarkan gerakan juga melelahkan bagi orang yang terkena latah.Dalam hal ini Latah biasanya di sembuhkan melalui hipnoterapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang terkena gangguan dengar, tentunya akan sulit untuk di kejutkan. Bagaimana mungkin orang terkena gangguan dengar trekejut bila suara yang ditangkap kurang. Ini sudah sering saya alami ketika masih bersekolah, ketika ada yang iseng untuk membuat saya terkejut namun tak pernah berhasil. Maka dari itu seringkali saya dianggap tak asik karena tak bisa dibuat terkejut. Untuk itulah saya bersyukur karena tak mudah terkena latah.&lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/1.gif" /&gt;&lt;br /&gt;Karena bila mau menyikapi secara baik suatu hal yang dianggap negatif akan menjadi hal postif bagi yang mengalaminya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;sumber&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;* pengalaman pribadi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;* &lt;a href="http://remaja.suaramerdeka.com/?p=295"&gt;remaja.suaramerdeka.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;gambar diambil di &lt;b&gt;&lt;a href="http://img98.imageshack.us/i/dontspeakoriglh4.jpg/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-7585083483012990594?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/7585083483012990594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/01/syukurlah-tak-terkena-latah.html#comment-form' title='25 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/7585083483012990594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/7585083483012990594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/01/syukurlah-tak-terkena-latah.html' title='Syukurlah Tak Terkena Latah'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>25</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-395185607781153721</id><published>2010-01-21T13:02:00.003+07:00</published><updated>2010-03-12T22:08:19.365+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Sisi Positif dari Gangguan Dengar</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Ketika pedengaran terganggu, memang ada rasa sedih. Namun jangan berkecil hati, ada beberapa hal yang menarik ketika seseorang mengalami gangguan dengar. Berikut hal-hal possitif itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tidak mencuri dengar pembicaraan orang, dengan begitu bebas begosip pula.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapat memilih dalam mendengar. Ada kalanya orang tak ingin mendengar sesuatu tapi ada apa daya telinga tetap mendengarnya. Namun bila menggunakan hearing aid tentunya dapat mengatur mana yang ingin di dengar mana yang tidak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak perlu takut dengan suara guntur yang menggelegar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak perlu takut Latah. Karena Latah berhubungan erat dengan rasa kaget. Sedangkan bila mengalami gangguan dengar tentunya sangat sulit untuk di kejutkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tak perlu jauh-jauh kalau ingin menyepi, cukup matikan saja hearing aid. Maka suara yang di dengar akan sama-samar&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila salah menangkap pembicaraan orang kan maklum, bandingkan dengan yang berpendengaran normal tentu lawan bicaranya akan sebal bila salah tangkap pembicaraan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Itulah hal positif yang saya tangkap. Memang ada baiknya melihat kekurangan dari sisi positif. Dengan begitu tidak merasa terbebani karena kehilangan. Walau tak di pungkiri kehilangan suara yang di dengar itu memang berat. Namun setelah hilang bukan berarti harus kehilangan yang lainnya bukan? &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/1.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-395185607781153721?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/395185607781153721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/01/sisi-positif-dari-gangguan-dengar.html#comment-form' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/395185607781153721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/395185607781153721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/01/sisi-positif-dari-gangguan-dengar.html' title='Sisi Positif dari Gangguan Dengar'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-9108463042158981578</id><published>2010-01-18T10:25:00.011+07:00</published><updated>2010-04-23T13:41:35.681+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gangguan Dengar'/><title type='text'>Aminoglikosida itu..</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Ketika untuk pertama kalinya mengenakan hearing aid, aku bertanya-tanya. &lt;br /&gt;Kemana suara yang kudengar, mengapa suara itu menjauh menjadi samar-samar dalam telingaku? Sulit mendapat jawaban yang pasti kemana suara itu pergi dan mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring bertambah usia, makin besarlah rasa ingin tahu. Syukurlah informasi semakin mudah didapatkan. Dukungan media Internet turut pula membantuku menemukan apa yang sebenarnya yang membuat suara itu menjauh dari telingaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah Aminoglikosida yang ternyata telah merenggut suara dariku. Membuat suara yang kudengar menjadi samar-samar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S1NRPinoqbI/AAAAAAAAAF0/WhuyV6-bMQo/s1600-h/tablet.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt; &lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S1NRPinoqbI/AAAAAAAAAF0/WhuyV6-bMQo/s200/tablet.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S1NRsVYhy4I/AAAAAAAAAF8/VN0KqKAXqMo/s1600-h/penicillin.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S1NRsVYhy4I/AAAAAAAAAF8/VN0KqKAXqMo/s200/penicillin.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Aminoglikosida adalah kelompok antibiotika penting yang digunakan baik secara topikal atau pun sistemik untuk pengobatan infeksi yang disebabkan bakteri gram negatif. Aminoglikosida memberi efek membunuh bakteri melalui pengikatan subunit ribosomal 30S dan mengganggu sintesis protein. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aminoglikosida dihasilkan oleh fungi Streptomyces dan micromonospora. Mekanisme kerjanya: bakterisid, berpenetrasi pada dinding bakteri dan mengikatkan diri pada ribosom dalam sel&lt;br /&gt;Contoh : streptomisin, kanamisin, gentamisin, amikasin, neomisin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan Aminoglikosida Streptomisin dan kanamisin berupa injeksi pada TBC juga pada endocarditis, Gentamisin, amikasin bersama dengan penisilin pada infeksi dengan Pseudomonas,Gentamisin, tobramisin, neomisin juga sering diberikan secara topikal sebagai salep atau tetes mata/telinga,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Efek samping : kerusakan pada organ pendengaran dan keseimbangan serta nefrotoksik.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu saat usia 9-10 tahun memang pernah mengalami sakit cukup parah. Paru-paruku basah dan terinfeksi banyak bakteri. Hal ini di karenakan paru-paru tak kuat terpapar udara dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seingatku memang dalam pengobatan menerima banyak obat baik melalui infus, tablet, maupun injeksi. Syukurlah tak ada alergi terhadap obat. Namun tak disangka bahwa obat itulah yang menyebabkan pendengaranku pada akhirnya mengalami kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun pilihan untuk menggunakan obat itu tentunya ada pada penyelamatan nyawa. Dimana saat itu memang parah sekali, paru-paru sulit untuk berkerja. Namun syukurlah kini aku bisa bernafas kembali, paru-paruku bisa bekerja kembali. Walaupun pendengaranku tak seperti dulu lagi, tak mengapa. Bukankah semua itu memang perlu pengorbanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini semua itu sudah lewat, tak boleh disesali. Suara itu memang sudah samar-samar. Namun masih ada hearing aid yang membantuku. Walaupun memang mahal sekali harganya setidaknya aku berusaha untuk mendapatkannya. Insyaallah aku masih bisa mendengar &lt;img border="0" height="18" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/1.gif" width="18" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;*sumber:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; pengalaman pribadi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;a href="http://dprayetno.wordpress.com/antibiotik"&gt;http://dprayetno.wordpress.com/antibiotik&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;a href="http://mariasonhaji.wordpress.com/2008/12/03/antibiotika-topikal/"&gt;http://mariasonhaji.wordpress.com/2008/12/03/antibiotika-topikal/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;**Gambar:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.worldofstock.com/closeups/PHE1696.php"&gt;http://www.worldofstock.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://userweb.port.ac.uk/%7Enorrismj/antimicrobial_agents/Penicillins.html"&gt;http://userweb.port.ac.uk &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-9108463042158981578?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/9108463042158981578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/01/aminoglikosida-itulah-yang-merusak.html#comment-form' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/9108463042158981578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/9108463042158981578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/01/aminoglikosida-itulah-yang-merusak.html' title='Aminoglikosida itu..'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S1NRPinoqbI/AAAAAAAAAF0/WhuyV6-bMQo/s72-c/tablet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-5849681133436537114</id><published>2010-01-13T22:50:00.003+07:00</published><updated>2010-03-12T22:06:04.366+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Ketika Uang Lebih Berkuasa</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Berita mengenai terbongkarnya fasilitas mewah yang diterima terpidana di Rutan Pondok bambu seperti ibu ayin dan ibu aling. Membuat saya termangu, saya berpikir alangkah tiada jeranya mereka walaupun telah berada di rutan, namun kehidupan mereka tetap berjalan dengan normal. Aktifitas mereka tetap seperti biasanya, usaha mereka bisa tetap berjalan walaupun mesti dikendalikan dari balik Rutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa uang ternyata masih sangat diangungkan di negeri ini, dengan uang semua menjadi mudah. Jabatan tinggi tidak menjamin seseorang kuat akan iming-iming uang. Asalkan ada uang semua menjadi mudah, moral pun bisa dikesampingkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati nuraniku pun bertanya: &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;"Mengapa mereka yang merugikan negara bisa hidup dengan mudah, sementara aku dan teman-teman kecilku kesulitan hanya untuk membeli hearing aid agar kami bisa mendengar dengan baik?"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar gambaran, untuk sebuah hearing aid dimasukkan ke dalam kategori pajak barang mewah, sehingga harga jual pun menjadi mahal. Maka tak heran banyak anak-anak yang mengalami gangguan dengar kesulitan untuk membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi bila melihat ke masalah sosial lainnya, banyak orang bekerja keras tapi uang yang didapat hanya cukup untuk sebulan, bahkan seringkali kurang. Begitupun dengan diriku, sebisa mungkin menghemat setiap rupiah agar bisa mengganti hearing aid kelak. Mengingat hearing aidku yang kanan sudah terlalu lama digunakan (sekitar 8 tahun) sehingga sudah sember suara yang ditangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah keadaan negara yang masih gonjang ganjing, jelas saja penemuan sel mewah yang digunakan ibu ayin dan ibu aling turut memicu kemarahan. Belum lagi Kepala rutan Pondok bambu yang seakan tak merasa bersalah atas kejadian tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah potret hukum negri ini, narapidana kaya yang berkelimpahan harta tak perlu takut bila masuk penjara. Sementara orang-orang bebas diluar sana, yang hanya biasa saja, tak memiliki banyak harta  harus bekerja keras sekedar untuk bertahan hidup &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan aku hanya bisa memandangi hearing aid tuaku, yang tetap setia bersamaku sambil menanti gantinya &lt;/i&gt;&lt;img border="0" height="18" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/2.gif" width="18" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-5849681133436537114?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/5849681133436537114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/01/ketika-uang-lebih-berkuasa.html#comment-form' title='23 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/5849681133436537114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/5849681133436537114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/01/ketika-uang-lebih-berkuasa.html' title='Ketika Uang Lebih Berkuasa'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>23</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-4869677164045805903</id><published>2010-01-07T15:50:00.006+07:00</published><updated>2010-07-30T21:49:09.049+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Biarkan Aku Bersuara dan Berkata-kata</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S0WfzBMggGI/AAAAAAAAAEU/iA51b9lAXUo/s1600-h/SL.png" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="127" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S0WfzBMggGI/AAAAAAAAAEU/iA51b9lAXUo/s200/SL.png" width="160" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Aku terperangah ketika seorang Tuna Runggu (TR) yang baru saja dikenal melalui media Facebook menyayangkan diriku yang tidak menguasai bahasa isyarat atau Sign Language (SL). Menurut dia Sign Language jembatan komunikasi agar bisa berkomunikasi lebih luas lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja dia tahu mengapa saya tak menguasai Sign Language, ia pasti akan maklum. saya tak menguasai bahsa isyarat, karena tak pernah dianggap sebagai anak tuna rungu. Memang saya mengalami gangguan dengar, namun bukan berarti tak bisa mendengar lagi. Bukan berarti saya harus menyingkir dari dunia penuh suara dan tenggelam dalam dunia sunyi yang samar-samar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia saya adalah dunia bersuara, dunia kata-kata. Semua diungkapkan dengan kata-kata bukan dengan isyarat. Sudah tentu saya tak menguasai bahasa isyarat (Sign Language).&lt;br /&gt;Begitupun dengan keseharian saya, lebih banyak bergaul dengan orang-orang normal. Sudah tentu saya harus menggunakan suara untuk bekomunikasi dengan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yang sudah terbiasa menggunakan suara dan berkata-kata, tentu akan merasa tak nyaman apabila berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat. Untuk itulah saya rasa belum perlu mempelajari bahasa isyarat . Karena setahu saya tiap komunitas memiliki bahasa isyarat tersendiri, belum ada standar nasional. Kalau untuk internasional memang sudah ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun begitu saya menghargai mereka yang yang belajar berbahasa isyarat dan membentuk komunitas tersendiri, saya salut akan hal itu. Dengan begitu bahasa isyarat bisa mereka praktekan dengan orang yang mengerti. Oiya komunitas untuk bahsa isyarat ternayat juga ada di kota-kota besar indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku menyukai suara, aku senang mendengar.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Walau telah mengalami gangguan dengar setidaknya tak kehilangan suara. Karena suara itu masih bisa kudengar melalui Hearing Aid.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Duniaku adalah dunia suara, biarkan aku bersuara dan berkata-kata...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*gambar dari &lt;a href="http://www.cksinfo.com/signssymbols/handicap/page2.html"&gt;&lt;b&gt;sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-4869677164045805903?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/4869677164045805903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/01/biarkan-aku-bersuara-dan-berkata-kata.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/4869677164045805903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/4869677164045805903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/01/biarkan-aku-bersuara-dan-berkata-kata.html' title='Biarkan Aku Bersuara dan Berkata-kata'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S0WfzBMggGI/AAAAAAAAAEU/iA51b9lAXUo/s72-c/SL.png' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-4438406422556945914</id><published>2010-01-03T22:27:00.003+07:00</published><updated>2010-12-18T00:58:38.608+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lainnya'/><title type='text'>Sedikit harapanku di tahun baru</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Pergantian tahun, membawa harapan baru. Berbagai macam resolusi pun di tuliskan oleh banyak orang dengan harapan tahun yang akan dijalani bisa sesuai dengan resolusinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membicarakan soal resolusi, tak banyak harapanku untuk tahun 2010. Bukan berarti aku menyerah begitu saja melewati tahun 2010. Aku hanya tak ingin terlalu banyak berharap. Karena hari-hari yang kulalui kadang tak bisa di tebak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berharap diberi kesehatan dan bisa tetap mendengar. Karena bila sakit sudah tentu akan terhambat pula aktifitasku, lalu ada kemungkinan, pendengaranku bisa terganggu lebih banyak lagi atau bahkan hilang sama sekali karena konsumsi antibiotik. Untuk itulah tak berlebihan aku berharap untuk bisa sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun harapan untuk bisa terus mendengar, walaupun hanya melalui alat dengan begitu aku bisa terus berkomunikasi. Tentunya dengan catatan hearing aid yang kugunakan baik-baik saja. Semoga saja hearaing aid ini bisa mengerti untuk tetap membantuku mendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dengan mendengar aku merasakan dunia, merasakan suara kehidupan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dengan mendengar kuberharap dapat menggapai yang lain. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Karena dengan mendengarlah kurasakan hidup ini begitu berarti..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*tulisan awal tahun sekedar update blog&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-4438406422556945914?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/4438406422556945914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/01/sedikit-harapanku-di-tahun-baru.html#comment-form' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/4438406422556945914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/4438406422556945914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2010/01/sedikit-harapanku-di-tahun-baru.html' title='Sedikit harapanku di tahun baru'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-1629065545634769911</id><published>2009-12-28T21:55:00.001+07:00</published><updated>2010-04-23T13:42:48.760+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Suara Guntur itu masih bisa kudengar</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/SzjEd71KGoI/AAAAAAAAAEM/UVY81qyL7PQ/s1600-h/petir.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/SzjEd71KGoI/AAAAAAAAAEM/UVY81qyL7PQ/s200/petir.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sudah mulai musim hujan. Petir dan guntur akan bersahut sahutan bersama turunnya hujan. Banyak orang takut begitu melihat kilatan petir di atas langit disertai bunyi guntur yang menggelegar. Bahkan ada yang menjerit ketika bunyi guntur itu pecah membahana di langit yang kelabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa kadang saya menikmati hal ini. Kilatan petir, suara guntur yang menggelegar di langit di sertai bunyi gemercik air hujan. Saya menyukainya karena saya masih bisa mendengar bunyinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;ketika langit berubah kelabu, &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;kilatan petir menyambar&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;suara guntur menggelegar&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;rintik hujan turun membasahi bumi &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;kulepas hearing aidku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;kudengarkan suara alam&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Subhanallah..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;suara itu masih bisa kudengar dengan baik..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tau bagaimana rasanya mendengar bunyi itu tanpa mengenakan hearing aid..ah beda sekali rasanya. Bagi orang yang berpendengaran normal akan terasa keras sekali bunyinya. Namun bagi saya, lumayan keras tapi tentunya tak sampai membuat jantung saya berdegup karena kaget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merindukan suara-suara asli itu. Namun aku tahu tak semua suara asli itu bisa terjangkau oleh telingaku. Walaupun begitu aku tak bersedih. Karena bagaimanapun juga komunikasilah yang utama, yang membantuku agar tetap bisa hidup seperti yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuharap anda yang takut akan Petir dan suara guntur yang menyertainya jangan sampai membeci suara itu. Karena bagaimanapun itulah suara alam, yang masih bisa terdengar oleh orang sepertiku tanpa bantuan alat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*gambar di ambil di &lt;a href="http://www.layoutsparks.com/myspace-layouts/thunder_0"&gt;&lt;b&gt;sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-1629065545634769911?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/1629065545634769911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2009/12/suara-guntur-itu-masih-bisa-kudengar.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/1629065545634769911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/1629065545634769911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2009/12/suara-guntur-itu-masih-bisa-kudengar.html' title='Suara Guntur itu masih bisa kudengar'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/SzjEd71KGoI/AAAAAAAAAEM/UVY81qyL7PQ/s72-c/petir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-1386342843100829304</id><published>2009-12-23T16:36:00.005+07:00</published><updated>2009-12-24T19:04:40.056+07:00</updated><title type='text'>Tentang Ibuku</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Ibuku hanya ibu rumah tangga biasa. Kesibukannya hanya mengurus rumah tangga. Sementara bapakku hanyalah seorang PNS Deplu yang kebetulan pernah bertugas sebagai staff di kedutaan RI di LN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimataku ibu sangat bersahaja, biasa saja. Walaupun telah ikut bapak bertugas di kedutaan, bergaul dengan istri-istri diplomat (oh iya bapakku bukan diplomat, cuma staff saja), namun tetap saja tak banyak perubahan darinya. Ibu tetaplah seperti dulu, tak bisa berbahasa Inggris, jalan pikirannya sedehana dan simple.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu, mendampingiku kala aku melewati masa-masa sulit seperti saat aku sakit hingga begitu lama. Ketika tahu aku mengalami gangguan dengar karena efek samping antibiotik, ibu tetap bersikap biasa. Ia tidak terlihat shock, mungkin ini karena ibu tak tahu banyak mengenai gangguan dengar. Setidaknya hal ini patut di syukuri, karena dengan begitu ibu menganggap aku biasa saja tidak perlu di proteksi, walaupun ia tahu aku harus menggunakan hearing aid (alat bantu dengar). Ibu tetap menganggap aku normal sama seperti saudaraku. Maka dari itulah bila berbicara inotasi suaranya biasa saja, tak sampai berteriak-teriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku, diejek oleh anak lain karena memakai hearing aid, ibu menghibur diriku agar jangan sedih karena ejekan itu. Ibu tahu semenjak mengalami gangguan dengar dan harus mengenakan hearing aid, banyak kesulitan yang menghampiriku. Mungkin karena itulah ia tak terlalu berharap banyak padaku. Namun dengan begitu menjadikan diriku malah terpacu untuk membuktikan bahwa aku pun bisa diandalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibuku memang tak mempermasalahkan menganai gangguan dengar, namun ibu berharap aku sehat. Karena tak mau aku sakit seperti dulu lagi. Bagi ibu selama aku baik-baik saja, bisa beraktifitas dengan baik, bekerja itu sudah cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini ketika akhirnya aku mulai dapat berdiri sendiri, aku tahu betapa leganya engkau. Karena aku yang dulu begitu kau cemaskan, akhirnya bisa menjawab semua kecemasanmu padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibuku hanya wanita biasa, walaupun ia sederhana, namun tak menuntut anaknya agar mencapai ini itu. Untuk itulah aku bersyukur karena ibu tak tak pernah menganggap aku anak cacat, sehingga aku tetap tumbuh normal walaupun aku tahu bahwa diriku kini tak lagi bisa mendengar suara dengan jelas tanpa bantuan alat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/SzIehHq6pLI/AAAAAAAAAEE/xKls5voz47E/s1600-h/ibu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/SzIehHq6pLI/AAAAAAAAAEE/xKls5voz47E/s200/ibu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;ibu yang selalu mendukungku&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;*tulisan dalam rangka hari ibu, memang telat di posting..&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-1386342843100829304?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/1386342843100829304/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2009/12/tentang-ibuku.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/1386342843100829304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/1386342843100829304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2009/12/tentang-ibuku.html' title='Tentang Ibuku'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/SzIehHq6pLI/AAAAAAAAAEE/xKls5voz47E/s72-c/ibu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-5856570303608493213</id><published>2009-12-21T13:38:00.001+07:00</published><updated>2010-12-18T00:56:45.481+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Yang kutulis hanya sekedar berbagi</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Aku menulis di blog ini tentang gangguan dengar yang aku alami. Namun sepertinya yang membaca mempresepsikan berbeda. Ada yang merasa prihatin akan gangguan dengar yang kualami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tuliskan semua itu bukan karena aku ingin di kasihani.&lt;br /&gt;Aku baik-baik saja. Apa yang kutulis hanya sekedar berbagi.&lt;br /&gt;walau memang duniaku tak sama lagi seperti dulu. Walau suara yang kudengar tak seasli yang ditangkap oleh kalian yang berpendengaran normal. Namun hidupku sama dengan kalian, aku tetap beraktifitas dengan normal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menuliskan ini karena aku ingin berbagi mengenai apa yang kurasa ketika suara itu menjauh dari diriku. Bagaimana suara itu terasa berbeda dalam duniaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, pandanglah aku sama seperti kalian. Aku menuliskan semua itu bukan untuk di kasihani. Aku hanya ingin kalian tahu karena ada orang-orang sepertiku di sekitar kalian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya ingin agar kelak bila kau bertemu anak-anak kecil, remaja, ataupun orang dewasa yang memakai hearing aid (alat bantu dengar) agar tidak menganggap mereka aneh. Karena merekapun sebenarnya tak ingin di anggap sebagai orang aneh...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*kutuliskan ini agar tak salah pengertian dalam membaca tulisan di blogku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-5856570303608493213?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/5856570303608493213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2009/12/yang-kutulis-hanya-sekedar-berbagi.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/5856570303608493213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/5856570303608493213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2009/12/yang-kutulis-hanya-sekedar-berbagi.html' title='Yang kutulis hanya sekedar berbagi'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-5741230715873879356</id><published>2009-12-16T21:29:00.007+07:00</published><updated>2010-03-17T11:06:11.251+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gangguan Dengar'/><title type='text'>Ketika Telinga tidak digunakan dengan semestinya</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Mendengar adalah anugerah yang indah. Namun seringkali tidak di sadari oleh manusia. Kadangkala telinga tidak di gunakan dengan semestinya. Mencuri dengar yang seharusnya tidak perlu, begitu sebaliknya tidak mendengarkan ketika seseorang bicara dengan anda. Tidak mau mendengarkan hal-hal yang berguna, walaupun mungkin itu terdengar menjengkelkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikan kau tahu kawan, betapa mahalnya harga untuk mendengar itu. Kau pasti akan menggunakan telingamu baik-baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tuliskan ini karena seminggu yang lalu hearing aid saya mengalami masalah, memang tidak ada yang rusak. Hanya saja ternyata earmold (cetakan telinga) yang kugunakan sudah tak cocok lagi. Tentu saja suara yang kudengar tidak maksimal. Dalam arti banyak suara yang terbuang dengan percuma. Untunglah saya segera mencetak earmold yang baru sehingga saya bisa mendengar dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dari kejadian tersebut membuatku tersadar, betapa sayangnya suara yang selama ini terbuang percuma. Dimana saya tak menyadarinya. Ibaratnya suara itu bagaikan hanya lewat begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku ingin mendengar hal-hal yang baik, sungguh sulit kulakukan kawan. Mendengarkan ceramah dari suara speaker masjid, aku tak bisa seleluasa telinga anda. Tidak semua bisa kutangkap dengan jelas, banyak kata-kata hilang lewat begitu saja di telingaku. Namun aku tak bersedih, aku masih memiliki mata yang membantuku untuk mencari tahu apa yang ingin kutahu dengan banyak membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, kau yang memiliki pendengaran normal, masihkah berpura-pura untuk tidak mendengarkan suara yang beguna dan lebih memilih mendengarkan suara yang yang tidak sepatutnya anda dengar. Kawan, jangan sampai anda menyesal kelak ketika suara itu pergi menjauh darimu sehingga jalan satu-satunya harus menebusnya dengan mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ketahuilah kawan, suara yang terdengar melalui hearing aid takkan bisa menyamakan Telinga ciptaan Tuhan. Bagaimanapun itu hanyalah sebuah alat, ia takkan bisa sama dangan yang asli. Namun begitu aku tak kecewa, suara yang kudengar tak sama dengan yang asli. Karena masih bisa mendengar suara bagiku adalah sesuatu yang patut ku syukuri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*tulisan ini hanya sekedar share saja, betapa berharga suara itu bagiku&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-5741230715873879356?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/5741230715873879356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2009/12/ketika-telinga-tidak-digunakan-dengan.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/5741230715873879356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/5741230715873879356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2009/12/ketika-telinga-tidak-digunakan-dengan.html' title='Ketika Telinga tidak digunakan dengan semestinya'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-1362268617740661529</id><published>2009-12-13T01:00:00.003+07:00</published><updated>2010-03-12T22:05:38.480+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Ketika Yang "Normal" Ingin dianggap "Cacat"</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://vibizdaily.com/resources/images/uploaded/image/NASIONAL/AGUSTUS%202009/Pengemis-%28Gagah%29-dalam.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="170" src="http://vibizdaily.com/resources/images/uploaded/image/NASIONAL/AGUSTUS%202009/Pengemis-%28Gagah%29-dalam.JPG" width="170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebuah pemandangan yang ironis sering kali saya jumpai di jalan-jalan ibu kota. Setiap hari hampir selalu saya temui pengemis yang berpura-pura cacat untuk sekedar mendapatkan belas kasihan. Awal mula melihatnya saya tak menduga bahwa orang tersebut normal. Namun karena begitu seringnya saya melihat lama-lama saya tau kalau orang itu hanya berpura-pura saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya heran, mengapa mereka yang normal, dimana semua indera mereka berfungsi dengan baik tetapi harus mengingkarinya dengan berpura-pura dan sengaja melakukannya. Sehingga orang lain akan jatuh iba kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini membuat saya tercenung, melihat keadaan yang bertolak belakang dengan orang-orang yang sering dianggap cacat. Namun tak pernah mau dan tak ingin dikasihani. Bahkan tak mau dianggap cacat atas tidak sempurnanya indera yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun pendengaran saya berkurang banyak, namun saya menolak bila di sebut sebagai orang cacat. Saya menganggap kekurangan ini bukan suatu cacat. Karena nyatanya saya masih bisa mendengar dengan baik walaupun hanya melalui sebuah alat (Hearing Aid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun dengan anak-anak yang terlahir dengan gangguan dengar. Dimana anak-anak tersebut hanya bisa mendengar melalui alat, tetapi orangtua merekan mengusahakan agar anaknya tidak menganggap dirinya cacat. Karena secara fisik terlihat sama dengan anak lain. Tangan, kaki, mata, mulut, bahkan otak karena kecerdasan mereka sama dengan anak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mengapa orangtua yang anaknya mengalami gangguan dengar lebih suka menyebut anaknya dengan &lt;b&gt;"anak berkebutuhan khusus"&lt;/b&gt;. Sebab anak-anak tersebut memang memiliki kebutuhan khusus yaitu kebutuhan akan pengunaan Hearing Aid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu sungguh ironis bila yang normal, semua indera berfungsi dengan baik tapi mengingkarinya. Sedangkan yang dianggap cacat, berusaha sekuat tenaga agar tidak di pandang dari kekurangannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*gambar dari &lt;a href="http://vibizdaily.com/detail/nasional/2009/08/31/perda_tibum_kurang_sosialisasi"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-1362268617740661529?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/1362268617740661529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2009/12/ketika-yang-normal-ingin-dianggap-cacat.html#comment-form' title='23 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/1362268617740661529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/1362268617740661529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2009/12/ketika-yang-normal-ingin-dianggap-cacat.html' title='Ketika Yang &quot;Normal&quot; Ingin dianggap &quot;Cacat&quot;'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>23</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-8540303471266965228</id><published>2009-12-02T14:49:00.005+07:00</published><updated>2010-03-12T22:09:41.518+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Yakinlah Anak-anak Pengguna Hearing Aid akan berguna</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://wineto.site90.net/files/image/sekolah.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="250" src="http://wineto.site90.net/files/image/sekolah.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebagai pengguna Hearing Aid, saya sadar betul biaya hidupku mahal sekali. Hal ini tentu saja di sebabkan oleh Hearing Aid yang membutuhkan dana lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua yang anaknya memiliki gangguan dengar, tentu merasakan betapa besarnya biaya yang mesti dikeluarkan untuk anaknya agar bisa mendengar dengan baik. Pembelian Hearing Aid dan biaya servicenya secara berkala. Apabila Hearing Aidnya rusak berat, entah berapa lagi biaya yang mesti di keluarkan untuk menggantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu di ketahui, hearing aid ini sama seprti alat elektronik. Punya jangka waktu pemakaian. Jadi tak mungkin selamanya hearing aid itu  di gunakan. Dalam waktu tertentu harus di ganti dengan yang baru. Tentu saja harganya akan bertambah naik setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang mengalami gangguan dengar sejak bayi, juga memerlukan terapi agar anak tersebut bisa berbicara. Maka dari itu orang tua yang anaknya di vonis tunarunggu mengusahakan agar anaknya mengikuti terapi wicara dan terapi mendengar yang di sebut juga AVT (Audio Verbal Therapy). Tentunya hal ini mengeluarkan biaya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi itu dilakukan karena orangtua ingin anaknya bisa berbicara. Karena selama ini stigma tuli pasti bisu sudah melekat di benak masyarakat kita. Tentunya orangtua tak mau masa depan anaknya suram karena keterbatasan dalam berkomunikasi. Maka mereka berusaha agar anaknya bisa berbicara, walupun untuk mendengar hanya bisa melalui hearing aid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa anda bayangkan berapa besarnya biaya untuk membesarkan anak yang memiliki gangguan dengar. Selain tentunya biaya pokok sehari-hari. Untuk itulah perlu kebesaran hati orangtua yang memiliki anak dengan gangguan dengar agar tidak berputus asa terhadap anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah apa yang sudah orangtua lakukan demi anak-anak tersebut akan membuahkan hasil. Yakinlah anak-anak tersebut akan berguna kelak, karena tau betapa besarnya pengorbanan orangtuanya yang ingin mereka bisa mendengar sama baiknya dengan orang lain walaupun hanya melalui alat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kasus saya yang kehilangan pendengaran. Tentunya saya bersyukur karena orangtua saya memberikan kesempatan untuk bersekolah tinggi. Karena mereka sadar, dengan membekali ilmu pengetahuan, maka saya bisa berdiri sendiri kelak. Tidak menjadi beban orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah, bagi orangtua yang memiliki anak dengan gangguan dengar. Jangan berkecil hati. Yakinlah akan anaknya, tetap berikan yang terbaik untuk mereka..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*gambar di ambil di &lt;b&gt;&lt;a href="http://wineto.site90.net/?pilih=news&amp;amp;mod=yes&amp;amp;aksi=lihat&amp;amp;id=45"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-8540303471266965228?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/8540303471266965228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2009/12/yakinlah-anak-anak-pengguna-hearing-aid.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/8540303471266965228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/8540303471266965228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2009/12/yakinlah-anak-anak-pengguna-hearing-aid.html' title='Yakinlah Anak-anak Pengguna Hearing Aid akan berguna'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-3137369471399491846</id><published>2009-11-29T00:33:00.001+07:00</published><updated>2010-03-12T21:58:18.933+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hearing Aid (Alat Bantu Dengar)'/><title type='text'>Hearing Aid memang tidak Keren Tapi Berguna</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.mountnittany.org/assets/images/krames/134829.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="170" src="http://www.mountnittany.org/assets/images/krames/134829.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bentuknya memang kecil dan ringan, bila di lihat sungguh tidak keren. Bila di bandingkan dengan kacamata, jelas dia berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di balik penampilannya yang terkesan aneh. Manfaatnya begitu besar untuk orang yang mengalami gangguan dengar. Bersama alat ini, suara-suara yang hilang itu bisa di temui kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali anak yang memakai hearing Aid di pandang dengan tatapan aneh. Tak jarang mereka akhirnya di cela oleh kawannya. Ini tentu berbeda dengan anak yang memakai kacamata, yang dianggap biasa saja dalam memakai kacamata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tidak adil. Apa yang salah dengan Hearing Aid, sehingga pemakainya harus di cela. Apakah karena bentuknya yang di anggap aneh sehingga anak yang memakainya jadi terkesan aneh juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang memakai hearing aid, selain perlu di biasakan juga harus dipupuk rasa percaya dirinya. Karena dengan mengenakan hearing aid, membuat anak tersebut menjadi berbeda dengan anak lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya rasa percaya diri, anak yang mengenakan hearing aid di harapkan tidak malu untuk membaur di tengah orang yang berpendengaran normal. Dan tentunya menyadari, walaupun hearing aid tidak keren. Namun dengan memakainya Ia bisa mendengar suara kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;*gambar di ambil di &lt;a href="http://www.mountnittany.org/wellness-library/healthsheets/documents?ID=3854"&gt;sini &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-3137369471399491846?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/3137369471399491846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2009/11/hearing-aid-memang-tidak-keren-tapi.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/3137369471399491846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/3137369471399491846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2009/11/hearing-aid-memang-tidak-keren-tapi.html' title='Hearing Aid memang tidak Keren Tapi Berguna'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-3883410668253320505</id><published>2009-11-24T19:56:00.001+07:00</published><updated>2010-03-12T22:10:25.418+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Berdamai dengan Takdir , bukan berarti menyerah</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Ketika sesuatu yang hilang tak mungkin kembali. Sebagai manusia tak bisa memungkiri ada rasa sedih, marah, kesal.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu saat baru pertama kali memakai Alat Bantu Dengar, saya berharap bahwa mengenakan Alat Bantu Dengar (ABD) itu takkan selamanya. Saya juga berharap dengan mengenakan ABD, maka telingaku bisa mendengar kembali sama baiknya dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun harapan tinggal harapan, hal itu tak kunjung tergapai. Suara yang kudengar tetap saja kurang. Aku tersadar bahwa itu hanya harapan semu, harapan kosong yang tak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini akibat minimnya informasi yang kuterima mengenai gangguan dengar dan mengenai pemakaian Alat Bantu Dengar (ABD). Maka tak heran cukup lama untuk bisa menerima keadaan diriku seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin akan berbeda jadinya apabila PT.ABDI (dulu bernama King Aid), dimana aku membeli Alat Bantu Dengar memberikan penjelasan mengenai Alat Bantu Dengar (ABD) tersebut dan memberi tahu bahwa itu hanyalah sebuah alat elektronik yang membantuku untuk mendengar. Jadinya aku tak perlu berharap pada hal yang tak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu saat SD - SMP, bila ada yang mengejek kekuranganku, aku akan marah. Karena aku tak terima mereka menghina diriku. Namun lambat laun seiring bertambahnya usia dan semakin pahamnya diriku akan kekuranganku, aku sadar percuma juga aku marah bila ada yang menghina diriku. Karena kenyataannya aku memang memiliki gangguan dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdamai dengan takdir itu tak bisa di paksakan, perlu waktu, pemahaman dan perenungan. Berdamai itu bukan berarti mesti pasrah dengan keadaan. Ketika SMA sedikit demi sedikit saya mulai menerima kenyataan akan kekurangan ini. Memang tak di pungkiri belum sepenuhnya saya bisa terbuka perihal kekurangan yang saya miliki pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semangat tak ingin menyerah akan kekurangan yang kumiliki, setidaknya bisa kubuktikan bahwa aku bisa mengalahkan teman sekelas saat SMA dan membuktikan akupun bisa jadi yang terbaik di antara mereka yang "normal". walau akhirnya aku kalah kembali saat di kelas 3 SMA. Setidaknya kekurangan ini menjadikan aku bersemangat untuk menunjukan bahwa walaupun pendengaranku terganggu, namun masih bisa melakukan hal yang sama dengan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdamai dengan takdir secara seutuhnya baru bisa kulakukan saat mulai kuliah. Dimana saat mulai kuliah pendengaranku tambah parah, dimana dulu saat SD-SMA hanya mengenakan satu Hearing Aid (Alat Bantu Dengar). Maka saat kuliah aku harus mengenakannya di kedua telingaku. Aku tahu pendengaranku tambah parah Namun itulah yang membuatku bersemangat untuk menunjukan bahwa akupun bisa sama baiknya dengan mahasiswa lain. Tak percuma dengan semangatku, aku bisa membuktikan bisa kuliah dalam waktu yang relatif cepat dari jangka waktu yang di tentukan. Tentunya hal ini membuat aku tambah yakin, bahwa kekurangan itulah menjadikan aku lebih bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini karena diriku sudah berdamai sepenuhnya dengan takdir, maka tak ada lagi gejolak rasa marah apabila ada yang mengungkit kekuranganku. Maka akupun takkan sungkan lagi ketika mengenalkan diriku sebagai orang yang mengalami gangguan dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau kutahu masih banyak yang belum kucapai, setidaknya dengan berdamai dengan takdir langkahku menjadi ringan. Walau kutahu hidup itu tak mudah, setidaknya aku harus tetap bersemangat menghadapi hari-hari.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*tulisan ini sebenarnya sudah di postkan di awal blog, namun karena linknya hilang saya tuliskan kembali. Maaf bagi yang sudah pernah membacanya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-3883410668253320505?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/3883410668253320505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2009/11/berdamai-dengan-takdir-bukan-berarti.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/3883410668253320505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/3883410668253320505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2009/11/berdamai-dengan-takdir-bukan-berarti.html' title='Berdamai dengan Takdir , bukan berarti menyerah'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-4624625247216633799</id><published>2009-11-24T13:15:00.003+07:00</published><updated>2010-03-12T22:10:01.430+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hearing Aid (Alat Bantu Dengar)'/><title type='text'>Mengenakan Hearing Aid perlu di biasakan</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Mengenakan hearing aid (Alat Bantu Dengar) itu tidak mudah. Perlu pemahaman akan pentingnya menggunakan alat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun denganku, awal mula mengenakan Hearing Aid masih belum bisa sepanjang hari. Lebih sering di lepas karena telinga yang tak terbiasa tertutup oleh ear mold (cetakan telinga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih sering lupa mengenakannya kala berangkat ke sekolah. Akibatnya tak jarang saya merasa bingung karena suara yang saya dengar terlalu kecil. Atau ketika saya berbicara, terlalu besar suara yang saya keluarkan seperti sedang berteriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja ini menggangu orang-orang di sekitar. Maka dari itu secara perlahan di biasakan penggunaan hearing aid, agar merasa bahwa alat ini sudah menjadi bagian dari telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang sebelumnya bisa mendengar dengan baik, akan terasa berbeda suara yang di dengar melalui hearing aid. Maka dari itu perlu di biasakan menggunakan alat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk anak yang mengalami gangguan dengar sejak bayi, hal ini tentu lebih sulit untuk membiasakannya. Karena bayi pada umumnya lebih banyak bergerak. Tentu saja Hearing Aid yang di gunakan biasanya akan di tarik-tarik hingga lepas. Maka dari itu hearing aid untuk anak kecil perlu dikaitkan pada tali yang mirip digunakan untuk kacamata agar saat di tarik tidak jatuh ke bawah. Karena bila hearing aid sampai jatuh ke bawah akan pecah. Tentu sangat di sayangkan mengingat harganya yang tidak murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membiasakan mengenakan hearing aid, maka secara tak langsung orang yang mengalami gangguan dengar akan merasa bahwa alat itu sudah menjadi bagian dari tubuhnya. Karena dengan alat itulah orang yang mengalami gangguan dengan terbantu untuk dapat bekomunikasi sama baiknya dengan orang yang berpendengaran normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-4624625247216633799?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/4624625247216633799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2009/11/mengenakan-hearing-aid-perlu-di.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/4624625247216633799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/4624625247216633799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2009/11/mengenakan-hearing-aid-perlu-di.html' title='Mengenakan Hearing Aid perlu di biasakan'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-2539909683986347233</id><published>2009-11-19T22:15:00.009+07:00</published><updated>2010-04-01T19:32:15.245+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gangguan Dengar'/><title type='text'>Gangguan Dengar itu</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Gangguan dengar itu apabila seseorang sudah tak dapat lagi mendengar secara baik. Adapun batas ambang dengar kategori normal untuk manusia adalah pada intensitas 0-25dB (decibel). Lebih dari itu maka sudah bisa di indikasikan mengalami gangguan dengar. &lt;br /&gt;Adapun klasifikasi intensitas gangguan dengar di golongkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Kategori &lt;b&gt;ringan&lt;/b&gt; apabila berada pada intensitas 26-40 dB&lt;br /&gt;2. Kategori &lt;b&gt;sedang&lt;/b&gt; apabila berada pada intensitas 41-55 dB&lt;br /&gt;3. Kategori &lt;b&gt;sedang-berat&lt;/b&gt; apabila berada pada intensitas 56-70 dB&lt;br /&gt;4. Kategori &lt;b&gt;berat&lt;/b&gt; apabila berada pada intensitas 71-90 dB&lt;br /&gt;5. Kategori &lt;b&gt;sangat berat&lt;/b&gt; apabila berada pada intensitas lebih dari 90 dB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk jenisnya di bedakan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Gangguan Dengar &lt;b&gt;Konduktif &lt;/b&gt;yaitu gangguan dengar yang disebabkan kelainan di telinga bagian luar atau telinga bagian tengah, sedangkan saraf pendengarannya masih baik, dapat terjadi pada orang dengan infeksi telinga tengah, infeksi telinga luar atau adanya serumen di liang telinga.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gangguan Dengar &lt;b&gt;Saraf atau Sensorineural&lt;/b&gt; yaitu gangguan dengar akibat kerusakan saraf pendengaran, meskipun tidak ada gangguan di telinga bagian luar atau tengah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gangguan Dengar &lt;b&gt;Campuran&lt;/b&gt; yaitu gangguan yang merupakan campuran kedua jenis gangguan dengar di atas, selain mengalami kelainan di telinga bagian luar dan tengah juga mengalami gangguan pada saraf pendengaran&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana kita tahu seseorang mengalami gangguan dengar? &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Orang terdekatlah yang biasanya tau seseorang mengalami gangguan dengar. Untuk kasus saya, ibuku yang curiga ketika seringkali harus mengingatkan saya saat menyetel televisi ataupun radio dengan volume lebih besar dari biasanya. Kemudian juga penggunaan obat antibiotik ketika saya sakit paru-paru basah turut memperbesar rasa curiga akan efek samping obat tersebut pada syaraf pendengaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pada bayi, perlu di curigai apabila bayi hingga usia 8 bulan tidak merespon arah datangnya suara. Ataupun orang tua biasanya curiga apabila hingga umur satu tahun anaknya belum bisa berbicara dengan sebelumnya membandingkan dengan anak seusianya yang sudah dapat berbicara dan mengenal kosa kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana menentukan kategori gangguan dengar?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;untuk kasus saya dimana saat mengalami gangguan dengar sudah berusia 10 tahun. Cukup di lakukan &lt;b&gt;Audiometry&lt;/b&gt;, yaitu pemeriksaan untuk menunjukan berapa besar gangguan dengar yang di derita. Caranya yaitu dengan masuk keruang kedap suara, kemudian di pasangkan headphone dan diuji berbagai nada. Mulai dari yang rendah hingga nada yang tinggi, dalam test ini diharapkan harus jujur dengan apa yang di dengarnya. Untuk memudahkan dalam menentukan berapa besar tingkat gangguan dengar yang di derita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.singhealth.com.sg/PatientCare/ConditionsAndTreatments/PublishingImages/hearing-tests1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://www.singhealth.com.sg/PatientCare/ConditionsAndTreatments/PublishingImages/hearing-tests1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Test Audiometry &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.maico-diagnostic.com/eprise/main/_images/Products/BERA-MB11Standard_e_lg.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="140" src="http://www.maico-diagnostic.com/eprise/main/_images/Products/BERA-MB11Standard_e_lg.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Test BERA pada bayi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk bayi atau anak-anak yang belum bisa berkomunikasi, tes dilakukan dengan pemeriksaan &lt;b&gt;BERA&lt;/b&gt; (Brainstem Evoke Response Audiometry). Dimana bayi akan di bius di tidurkan. Kemudian akan dilihat responnya terhadap suara yang di ujikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang perlu di ketahui, begitu anda tahu mengalami gangguan dengar. Maka anda harus siap bahwa pendengaran itu tak mungkin kembali lagi. Namun tak perlu khawatir ada Hearing aid yang masih membantu untuk bisa mendengar dan berkomunikasi dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk saya sendiri gangguan dengar saya sudah masuk kategori sangat berat karena berada pada intensitas 93 dB. Maka sudah pasti hearing Aid harus selalu bersamaku, selama aku masih diberi hidup. Mengalami gangguan dengar bagiku bukanlah akhir dari segalanya. Walau mungkin sebagian duniaku hilang, namun bukan berarti hilang semua... &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*sumber :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;- &lt;a href="http://www.alatbantudengar.com/"&gt;www.alatbantudengar.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;- pengalaman pribadi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;gambar :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;- &lt;a href="http://www.maico-diagnostic.com/"&gt;www.maico-diagnostic.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;- &lt;a href="http://www.singhealth.com.sg/"&gt;www.singhealth.com.sg&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-2539909683986347233?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/2539909683986347233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2009/11/ganguan-dengar-itu.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/2539909683986347233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/2539909683986347233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2009/11/ganguan-dengar-itu.html' title='Gangguan Dengar itu'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-3751777740869923366</id><published>2009-11-17T09:50:00.001+07:00</published><updated>2010-03-12T21:57:42.937+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hearing Aid (Alat Bantu Dengar)'/><title type='text'>Hearing Aid di Kala Musim Hujan..</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://images-1.redbubble.net/img/art/size:large/view:main/1050576-4-rainy-street-bandw.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://images-1.redbubble.net/img/art/size:large/view:main/1050576-4-rainy-street-bandw.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Di bulan November, musim hujan mulai datang. Memang banyak yang menantinya di kala cuaca yang begitu panas seakan hujan menjadi penyejuk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Namun di musim hujan bagi orang yang memakai Hearing Aid (Alat Bantu Dengar), merupakan musim yang penuh kewaspadaan. Seperti umumnya alat elektronik yang tidak tahan air, Hearing Aid pun begitu. Dia sensitif sekali terhadap air. Maka dari itu saat musim hujan, perlu ekstra hati-hati agar tidak terjadi konslet pada Hearing Aid.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Mengapa harus dijaga jangan sampai Konslet? Karena biaya untuk service kala mengalami gangguan itu mahal. Terutama untuk spare part, yang kadang sulit untuk di dapatkan. Itulah mengapa biaya service kadang kala bisa mencapai 500rb. Apalagi bila Hearing Aid yang di gunakan sudah tak bergaransi, maka akan lebih mahal lagi. Tak urung hal ini kadang meresahkan dan sering membuat pusing orang tua yang anaknya yang mengalami gangguan dengar dan menggunakan Hearing Aid.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Memang saat ini sudah ada hearing aid waterproof. Namun dari segi harga rasanya masih banyak yang belum bisa menjangkaunya, termasuk saya sendiri tentunya. Setahu saya harganya yang paling murah 8 Juta rupiah/unit untuk merek Phonak. Bayangkan bila kedua telinga harus menggunakan Hearing Aid. Maka setidaknya perlu biaya 16 juta rupiah untuk bisa mendengar, tanpa takut terkena air.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sebagai pengguna Hearing Aid repot sekali di kala musim hujan. Selain harus sedia payung, tentunya harus di jaga agar kepala jangan sampai basah. Tapi apa boleh buat, itulah hidup yang pasti ada saja rintangannya. Tinggal bagaimana saja kita menyikapi semua rintangan itu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Di saat orang lain kadang bersuka ria bermain dalam hujan, kami yang menggunakan Hearing Aid hanya bisa melihatnya. Karena kami tahu mendengar lebih penting daripada sekedar bermain air di kala hujan… &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;*gambar di ambil di &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.redbubble.com/people/maka1967/art/1050576-4-rainy-street-bandw" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;sini &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-3751777740869923366?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/3751777740869923366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2009/11/hearing-aid-di-kala-musim-hujan.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/3751777740869923366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/3751777740869923366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2009/11/hearing-aid-di-kala-musim-hujan.html' title='Hearing Aid di Kala Musim Hujan..'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-2104088180870281019</id><published>2009-11-15T19:43:00.002+07:00</published><updated>2010-03-12T21:57:08.602+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hearing Aid (Alat Bantu Dengar)'/><title type='text'>Hearing Aid itu...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S5pVypTTUYI/AAAAAAAAAPk/jRGcsuvA5DI/s1600-h/hearing.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="110" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S5pVypTTUYI/AAAAAAAAAPk/jRGcsuvA5DI/s200/hearing.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hearing Aid itu merupakan suatu perangkat elektrionik yang dipasang pada telinga, dengan maksud untuk memperkeras (amplifikasi) suara disekitar pemakainya. Kemudian suara tersebut di teruskan ke dalam telinga, sehingga para pemakainya dapat mendengar dan berkomunikasi dengan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang masih masih banyak orang yang belum mengetahui dan memahami apa manfaat si kecil mungil itu. Syukurlah teknologi yang semakin maju, memungkin orang-orang yang mengalami gangguan dengar dan tuli bisa mendengar kembali melalui sebuah alat elektronik yang bernama Hearing Aid (Alat Bantu Dengar).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Hearing Aid ini memiliki berbagai jenis, sesuai kebutuhan penggunanya. Yang paling umum di pakai oleh orang yang mengalami gangguan dengar adalah tipe BTE (Behind The Ear), dimana dalam menggunakannya di kaitkan ke daun telinga. Tipe ini kebih menjangkau pada ketegori ganguan dengar ringan hingga sangat berat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Hearing Aid ini dijalankan dengan menggunakan sebuah baterai, adapun baterai yang digunakan berupa baterai berbentuk bulat dengan berbagai macam seri. Untuk Hearing Aid saya, baterai&amp;nbsp; yang digunakan yaitu seri 675.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Walaupun kecil bentuknya dan ringan, namun alat ini sangat mahal harganya. Ini di karenakan Hearing Aid tidak tersedia di dalam negeri, jadi masih harus di impor dari luar negeri. Biasanya dari negara eropa seperti misalnya Jerman, Swiss. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Untuk mendapatkannya harus impor, itulah mengapa Hearing Aid masih digolongkan kedalam kategori barang mewah. Sehingga di kenai pajak yang besar dan harga jualpun menjadi mahal. Selain itu Hearing Aid ini sangat sensitif, alat ini tidak boleh terjatuh, terkena air, terpapar suhu panas. Maka dari itu penggunaan hearing aid ini sangat eksklusif dan harus hati-hati.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Harga Hearing Aid tergantung pada kategori gangguan dengar. Untuk gangguan pendengaran kategori ringan-sedang masih bisa dibeli seharga 2jt rupiah. Sedangkan semakin berat gangguannya maka makin mahal pula hearing aid yang harus di beli. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sungguh sangat di sayangkan karena harganya yang begitu mahal, banyak sekali orang yang mengalami gangguan dengar tidak dapat membelinya. Apalagi untuk anak-anak Tuna Runggu, Hearing Aid sangat penting untuk pekembangan komunikasi mereka. Dengan mendengar anak-anak Tuna Runggu dapat di latih untuk berbicara dan mengeluarkan suara. Sehingga anak-anak itu bisa bebas dari stigma tuli-bisu. Karena melalui Hearing Aid mereka bisa mendengar dan berbicara..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*gambar di ambil di &lt;a href="http://deafness.about.com/od/hearingaids/ig/Hearing-Instrument-Gallery/Rion-HB-54-Waterproof-Model.htm"&gt;&lt;b&gt;sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-2104088180870281019?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/2104088180870281019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2009/11/hearing-aid-itu.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/2104088180870281019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/2104088180870281019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2009/11/hearing-aid-itu.html' title='Hearing Aid itu...'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/S5pVypTTUYI/AAAAAAAAAPk/jRGcsuvA5DI/s72-c/hearing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022679293118774553.post-839848724954965825</id><published>2009-11-04T13:27:00.003+07:00</published><updated>2011-03-25T21:28:09.483+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Pentingnya Support</title><content type='html'>&lt;a href="http://images.easyart.com/i/prints/lg/1/0/105551.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-family: verdana;"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://images.easyart.com/i/prints/lg/1/0/105551.jpg" style="float: right; height: 226px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 251px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bila ada yang bertanya sulit mana mendengar dengan berbicara? Bagi saya yang kasusnya kehilangan pendengaran, lebih sulit untuk mendengar ketimbang berbicara. Mendengar itu membutuhkan konsentrasi, fokus yang baik antara telinga yang menggunakan Alat Bantu Dengar (ABD) dan mata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berbeda dengan anak-anak yang mengalami gangguan dengar sejak bayi. Mereka umumnya lebih kesulitan dalam berbicara, sehingga membutuhkan terapi wicara dan mendengar agar terbiasa dengan Alat Bantu Dengar (ABD) yang di dipakainya. Sedangkan untuk orang yang mengalami gangguan dengar sepertiku, terapi wicara rasanya tak perlu karena saat mengalami gangguan dengar saya sudah bisa berbicara dan mengungkapkan kata-kata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Namun ada satu hal yang sama antara anak yang sejak dini (bayi) terdeteksi memiliki gangguan dengar dengan yang mengalami gangguan dengar di usia anak-anak dimana sudah bisa berbicara. Kesamaan mereka yaitu mereka perlu di support. Karena semakin besar usia anak tersebut, akan menyadari bahwa mereka berbeda dengan anak yang lain. Penting juga untuk menyiapkan mental mereka, agar tak sedih dengan keterbatasan yang ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bilamana seorang anak sudah mengerti mengapa dirinya berbeda, walau mungkin belum bisa menerima sepenuhnya. Setidaknya anak tersebut paham dengan keterbatasan yang ada, dia tidak berkecil hati. Dengan begitu mudah-mudahan termotivasi untuk bersaing dengan anak lain. Sekecil apapun bentuk dukungan/support itu, sangat berharga bagi mereka..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jadi jangan biarkan mereka sendiri, seperti layang-layang putus yang terombang ambing terbawa angin.. Maka ikatlah layang-layang tersebut dengan memberinya support sehingga bisa terbang dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Catatan:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Memberi support ini juga berlaku untuk anak-anak yang mengalami keterbatasan lainnya. Agar mereka merasa yakin akan diri sendiri di tengah keterbatasan yang ada.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #990000; font-family: verdana; font-size: 85%;"&gt;*gambar di ambil di &lt;a href="http://en.easyart.com/art-prints/Emma-Thomson/Felicity-Wishes-XXV-105551.html" style="font-weight: bold;"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**dituliskan berdasarkan pengalaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022679293118774553-839848724954965825?l=yusnitafebri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/feeds/839848724954965825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2009/11/pentingnya-support.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/839848724954965825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022679293118774553/posts/default/839848724954965825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusnitafebri.blogspot.com/2009/11/pentingnya-support.html' title='Pentingnya Support'/><author><name>Yusnita Febri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12039772818866585398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_F4XRMr2S3PU/TOKkJJKVHSI/AAAAAAAAAWs/I4lakX3Dk8s/S220/nitnit.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
